Home / Berita / Internasional / Asia / Gelora Sumpah Pemuda di Taiwan

Gelora Sumpah Pemuda di Taiwan

Suasana peringatan Sumpah Pemuda di Tainan Park, Tainan, Taiwandakwatuna.com – Taiwan. Mengambil tema “Pemuda dan PKS”, Pusat Informasi dan Pelayanan PKS Taiwan (PIP PKS Taiwan) bertempat di Taman Tainan (Tainan Park) menyelenggarakan aksi memperingati Sumpah Pemuda bersama antara kader dan para simpatisan. Kegiatan peringatan Sumpah Pemuda ini dilaksanakan lebih awal pada hari Minggu 27 Oktober 2013, mengingat banyaknya warga Negara Indonesia berkumpul di taman hanya di hari-hari libur atau akhir pekan.

Ketua PIP PKS Taiwan, Doni Astoto, dalam taujihnya mengatakan, “Tema liqo kita kali ini mengarah pada Sumpah Pemuda, maka hendaknya kita menjadi pemuda yang produktif.” Doni juga mengingatkan bahwa segenap kader harus mengasingkan kata ‘diam’, maka menurutnya kader harus terus menerus bergerak (move on). Mengutip dari Presiden PKS, HM Anis Mata, Doni mengajak para kader agar menjauhkan lambung dari tempat tidur.

“Kita harus memiliki nilai keikhlasan dan ukhuwah dalam dakwah ini. Kita tidak seharusnya merasa seakan-akan dimanfaatkan dakwah. Jadi kita berdakwah tidak karena dorongan siapa dan hanya karena ada mentor atau murobbi saja. Demikian pula, nilai-nilai ukhuwah juga perlu terus kita tingkatkan agar kita mampu membangun sinergi bersama seluruh jajaran umat muslim,” ujar Doni menyemangati.

Dengan nilai keikhlasan dan semangat ukhuwah inilah, sebagai pemuda menurut Doni, kita akan dapat terus berkontribusi dalam dakwah. Doni mengingatkan, “Saat Baitul Aqobah pertama kader inti Rasulullah hanya 12 orang, tetapi semangat dakwah Rasulullah tidak pernah kendor. Bahkan semangat dakwah dan perjuangan menegakkan kalimat Allah (li ila kalimatillah) semakin terus meningkat dari waktu ke waktu. Kekuatan itu muncul dari dalam diri kita dan berkat pertolongan dari Allah SWT. Allah SWT akan memberikan pertolongan dari potensi diri kita sendiri dan pertolongan langsung dari Allah SWT.”

Pemilu 2014 adalah bagian dari upaya pemenangan dakwah. Oleh karena itu menurut Doni, “Dalam aktivitas pemenangan ini sebagaimana sinar matahari, cahayanya perlu difokuskan menggunakan kaca pembesar. Demikian pula para kader, perlu memfokuskan kekuatan dan potensi yang besar agar bisa mendobrak apa yang tidak mungkin menjadi mungkin terjadi. Jadi kita perlu memfokuskan diri dan jangan malu-malu dan jangan pula menyembunyikan potensi kita masing-masing.”

Sesungguhnya kemenangan abadi kita adalah menggapai kebahagiaan di jannatun nai’im. Maka sekali-kali kita tidak boleh berhenti dalam memperjuangkan kebenaran dan dakwah ini. Maka, Doni Astoto mengingatkan dengan firman Allah SWT,

Tidak sama antara para penghuni neraka dengan para penghuni surga; para penghuni surga itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan (QS Al-Hasyr, 59: 20).

 

Kader

Ketua PIP PKS Taiwan, Doni Astoto, juga mengingatkan tentang hakikat seorang kader. Menurutnya, huruf-huruf yang terdapat pada kata “KADER” sesungguhnya memiliki makna yang khusus, sebagai berikut;

K = Kreatif (kreatif menangkap peluang)

Sebagaimana bisnis kita perlu menawarkan sesuatu kepada banyak orang. Menerapkan metode senyum, sapa dan salam. Banyak berkomunikasi dan melipatkan gandakan kekuatan jaringan.

A = Aktif

Tidak diam dan bergerak seperti air yang bergerak mencari celah-celah. Air bergerak membawa sampah-sampah dan membersihkannya. Kita mengalir agar bermanfaat. Kumbang dan kupu-kupu pun bisa memberikan manfaat. “Khairunnas anfauhum linnas”, manusia terbaik adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.

D = Dinamis

Dinamis artinya tumbuh. LT3Besar ini ke depan perlu terus bertumbuh karena tidak dibatasi jenjang struktur. Para pemimpin pun harus membaur bersama para kader dan simpatisan. Kita perlu terus bergerak dan bersinergi melakukan riayah (menjaga) para kader dan simpatisan.

E = Efisien

Kita memerlukan efisiensi waktu dan tenaga. Maka kita harus bekerja dengan ilmu apa pun yang kita miliki sesuai dengan keahlian dan profesi masing-masing agar setiap apa pun yang kita kerjakan dapat mencapai tingkat efisiensi yang tinggi.

R = Revolusioner

Karakter pemuda yang mampu melakukan perubahan adalah seorang revolusioner. Seorang revolusioner adalah pembaharu, penggerak, pelopor, kreator dan inovator. Sifat revolusionernya akan mampu menggerakkan perubahan dan dinamika bagi kemaslahatan umat.

“Ibarat pesawat manakala ada satu baut yang belum terpasang maka pesawat tidak boleh terbang. Intinya, sekecil apa pun kita dalam bagian sistem akan memberikan kontribusi bermakna dalam system yang lebih besar,” demikian Doni yang teknisi pesawat terbang ini memberikan perumpamaan.

“Bahkan Imam Hasan al Banna pernah mengatakan, jadilah kita sebagai batu bata pelengkap sehingga akan menjadikan bangunan menjadi indah. Tiga besar akan mampu kita tembus jika kita mampu fokus dalam bekerja.” pungkas Doni Astoto.

 

Gelora Sumpah Pemuda

Sebagai bagian dari kepedulian terhadap kesadaran berbangsa dan bernegara, PIP PKS Taiwan berinisiatif menggelorakan peringatan Sumpah Pemuda di Taiwan. Pelaksanaan aksi memperingati Sumpah Pemuda ke-85 di Taiwan kali ini diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, lagu Padamu Negeri, dan pembacaan naskah Sumpah Pemuda.

PIP PKS Taiwan menyadari betapa keberagaman entitas Bangsa Indonesia perlu terus menerus diikat dengan semangat berbangsa dan bernegara seutuhnya. Betapa para pemikir dan pendiri bangsa Indonesia (the founding father) telah berupaya menawarkan konsep perlunya merekatkan persatuan dan kesatuan ini. Sebagaimana dikutip dari Ensiklopedia Bebas, Wikipedia, rumusan Kongres Sumpah Pemuda awalnya ditulis Moehammad Yamin pada secarik kertas yang disodorkan kepada Soegondo ketika Mr. Sunario tengah berpidato pada sesi terakhir kongres (sebagai utusan kepanduan) sambil berbisik kepada Soegondo: Ik heb een eleganter formulering voor de resolutie (Saya mempunyai suatu formulasi yang lebih elegan untuk keputusan Kongres ini), yang kemudian Soegondo membubuhi paraf setuju pada secarik kertas tersebut, kemudian diteruskan kepada yang lain untuk paraf setuju juga. Sumpah tersebut awalnya dibacakan oleh Soegondo dan kemudian dijelaskan panjang-lebar oleh Yamin.

Menurut yang tertulis pada Ensiklopedia Bebas, Wikipedia, gagasan penyelenggaraan Kongres Pemuda Kedua berasal dari Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPPI), sebuah organisasi pemuda yang beranggota pelajar dari seluruh Indonesia. Atas inisiatif PPPI, kongres dilaksanakan di tiga gedung yang berbeda dan dibagi dalam tiga kali rapat.

Rapat pertama, Sabtu, 27 Oktober 1928, di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB), Waterlooplein (sekarang Lapangan Banteng). Dalam sambutannya, ketua PPPI Sugondo Djojopuspito berharap kongres ini dapat memperkuat semangat persatuan dalam sanubari para pemuda. Acara dilanjutkan dengan uraian Moehammad Yamin tentang arti dan hubungan persatuan dengan pemuda. Menurutnya, ada lima faktor yang bisa memperkuat persatuan Indonesia yaitu sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan, dan kemauan

Rapat kedua, Minggu, 28 Oktober 1928, di Gedung Oost-Java Bioscoop, membahas masalah pendidikan. Kedua pembicara, Poernomowoelan dan Sarmidi Mangoensarkoro, berpendapat bahwa anak harus mendapat pendidikan kebangsaan, harus pula ada keseimbangan antara pendidikan di sekolah dan di rumah. Anak juga harus dididik secara demokratis.

Pada rapat penutup, di gedung Indonesische Clubgebouw di Jalan Kramat Raya 106, Sunario menjelaskan pentingnya nasionalisme dan demokrasi selain gerakan kepanduan. Sedangkan Ramelan mengemukakan, gerakan kepanduan tidak bisa dipisahkan dari pergerakan nasional. Gerakan kepanduan sejak dini mendidik anak-anak disiplin dan mandiri, hal-hal yang dibutuhkan dalam perjuangan.

Sebelum kongres ditutup diperdengarkan lagu “Indonesia Raya” karya Wage Rudolf Supratman yang dimainkan dengan biola saja tanpa syair, atas saran Sugondo kepada Supratman. Lagu tersebut disambut dengan sangat meriah oleh peserta kongres. Kongres ditutup dengan mengumumkan rumusan hasil kongres. Oleh para pemuda yang hadir, rumusan itu diucapkan sebagai Sumpah Setia.  (pip pks taiwan/sbb/dakwatuna)

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Sandiaga Uni - Mardani Ali Sera.  (PKSFoto/Julianto)

Mardani: Selain Anies, Ada Nama Lain yang Disiapkan