15:48 - Selasa, 21 Oktober 2014

Kemendikbud Minim Persiapan, Tapi Ngotot Implementasi Kurikulum 2013 Pekan Depan

Rubrik: Nasional | Kontributor: dakwatuna.com - 11/07/13 | 19:07 | 04 Ramadhan 1434 H

ahmad Zainuddindakwatuna.com – Jakarta.  Implementasi kurikulum 2013 yang dilakukan pemerintah secara terbatas dan bertahap pada awal tahun pelajaran baru ini, di nilai kurang matang dari segi persiapan teknis pelaksanaan dan juga penyiapan sumber daya guru sebagai ujung tombak pelaksana pendidikan di sekolah.

Pasalnya tahun pembelajaran baru yang akan di mulai pekan depan ini banyak dikeluhkan baik oleh sekolah yang ditunjuk mengimplementasikan kurikulum 2013 maupun yang tidak ditunjuk.

Demikian dikatakan Ahmad Zainuddin, anggota komisi X DPR RI menanggapi minimnya kesiapan pemerintah dalam mengimplementasikan kurikulum 2013.

Menurutnya, sejak awal pembahasan fraksi PKS mendesak agar sebaiknya kurikulum baru tersebut di uji coba saja pada tahun ini dan implementasinya ditunda hingga 2014 nanti. Namun karena pemerintah ngotot dan juga disetujui oleh mayoritas fraksi lain di komisi X, menyebabkan kurikulum 2013 tersebut akhirnya tetap dilaksanakan pekan depan ini.

“Banyak keluhan yang disampaikan kepada kami dari beberapa sekolah dan guru tentang keresahan mereka terhadap kebijakan kurikulum baru tersebut,” jelas Zainuddin.

Zainuddin mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Kemenag yang baru akan melaksanakan implementasi kurikulum baru hingga tahun depan. Karena dengan demikian ada waktu yang cukup untuk mempersiapkan segala komponen pendukung dalam implementasi kurikulum baru tersebut.

Ditambahkannya bahwa dari hasil pantauan kami di dapil, beberapa sekolah pelaksana kurikulum 2013 mengeluhkan bagaimana model implementasi dua kurikulum berbeda dalam satu sekolah  yang sama. Belum lagi persoalan pelatihan guru yang waktunya sangat singkat dan harus mempersiapkan waktu kurang dari tiga hari untuk membuat dua skenario dan metode pembelajaran serta pendekatan yang berbeda dalam setiap mata pelajaran.

Seperti diketahui bahwa kemendikbud merencanakan pelatihan instruktur nasional pada 29 Juni-3 Juli 2013. Dilanjutkan dengan pelatihan guru inti pada 4-8 Juli 2013 dan terakhir pelatihan guru sasaran (guru kelas dan guru mata pelajaran) pada 9-13 Juli 2013.

Legislator PKS dari dapil Jakarta Timur ini mengingatkan kepada pemerintah terhadap janji yang disampaikan kepada komisi X bahwa implementasi kurikulum 2013 akan dipersiapkan dengan sebaik-baiknya.

“Pemerintah harus mengkaji ulang kesiapan kurikulum 2013, karena saat ini menimbulkan keresahan dan kebingungan sekolah-sekolah dalam menghadapi tahun ajaran baru pekan depan ini,” ujar Zainuddin.

Oleh karena itu Zainuddin meminta Menteri Nuh agar benar-benar serius dan turun langsung ke lapangan untuk memantau kesiapan kurikulum 2013 agar dapat terlaksana dengan baik.

“Pasalnya Anggaran Kurikulum yang digunakan cukup besar, dan hal tersebut harus dapat diwujudkan dengan hasil yang optimal bagi kemajuan pendidikan nasional kita,” tutupnya. (sbb/dkw)

Redaktur: Saiful Bahri

Topik:

Keyword: , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (Belum ada nilai)
Loading...Loading...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
Iklan negatif? Laporkan!
60 queries in 1,565 seconds.