Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Puasa dan Takut Neraka

Puasa dan Takut Neraka

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

puasadakwatuna.com – Allah swt. berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa (merasa takut).” [Al-Baqarah: 183].

Dengan jelas Allah swt. menentukan orientasi puasa, yaitu agar orang-orang yang berpuasa merasa takut. Kepada apakah hendaknya mereka diminta takut? Banyak hal yang bisa membuat orang takut, tapi hal yang paling harus ditakuti adalah neraka Allah swt. Yaitu siksaan yang Allah swt. sediakan sebagai balasan bagi orang yang tidak menaati-Nya.

Hendaknya setiap orang merasa takut, bagaimana dia harus bertanggung jawab di hadapan Allah swt. Betapa banyak kewajiban yang dilalaikan; betapa banyak peraturan yang dilanggar; betapa banyak kenikmatan yang tidak disyukuri; betapa banyak amanah yang dikhianati, dan masih banyak yang lain.

Rasa takut ini hendaknya ada dalam benak orang yang sedang berpuasa. Karena memang inilah orientasinya. Balasan orang yang berpuasa adalah ampunan dari Allah swt. atas semua dosa yang telah dilakukan seseorang. Sebagaimana sabda Rasulullah saw., “Orang yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala di surga, Allah swt. akan mengampuni seluruh dosanya yang telah lalu.” [HR. Bukhari dan Muslim].

Setiap hari dia mengevaluasi, apakah dosa-dosanya sudah diampuni? Apakah dirinya sudah dijauhkan dan sudah aman dari neraka? Rasulullah saw. bersabda, “Orang yang berpuasa satu hari fi sabilillah, Allah swt. akan menjauhkannya dari neraka sejauh jarak yang ditempuh selama 70 tahun.” [HR. Bukhari dan Muslim].

Semua orang pasti telah melakukan dosa. Oleh karena itu semua orang pasti akan merasakan akibatnya. Di bulan Ramadhan ini, Allah swt. telah menyediakan sarana untuk melindungi diri dari neraka. Setelah mengetahui ini, pertanyaannya adalah apakah semua orang akan bersegera dalam mengoptimalkan sarana yang telah tersedia ini? Allah swt. berfirman:

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa (merasa takut).” [Ali Imran: 133].

Lagi-lagi, Allah swt. pun menyebutkan bahwa ampunan itu hanya akan diberikan kepada orang-orang yang merasa takut. Ini menekankan bahwa puasa harus diiringi dengan muhasabah, mengingat-ingat dosa, bertaubat, dan banyak beristighfar. Bahkan beristighfar ini hendaknya dimulai saat waktu sahur. Allah swt. berfirman:

“Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam; Dan di akhir-akhir malam (di waktu sahur) mereka memohon ampun (kepada Allah).” [Adz-Dzariyat: 17-18].  (sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (4 votes, average: 9,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
H. Moh Sofwan Abbas, MA
S1 Universitas Al-Azhar, Kairo-Mesir. S2 Universitas Al-Neelain, Khartoum-Sudan. Dosen Ma'had An-Nuamy, Jakarta

Lihat Juga

Ilustrasi. (inet)

Khutbah Idul Fitri 1437 H: Nyalakan Iman Dalam Kehidupan, Refleksi Ibadah Puasa Ramadhan