Home / Berita / Internasional / Eropa / Talenta Muda ‘Muslim’ yang Siap “meledak” Di Bursa Transfer Tahun Ini (bag-2)

Talenta Muda ‘Muslim’ yang Siap “meledak” Di Bursa Transfer Tahun Ini (bag-2)

dakwatuna.com – Sepak Bola memang tidak pernah kehilangan magis nya. Talenta-talenta ajaib kerap kali hadir mewakili masanya. Bursa transfer tahun 2013/2014 pun akan diwarnai dengan hadirnya talenta-talenta muda yang punya bakat luar biasa. Dan ternyata banyak di antara talenta-talenta berbakat tersebut adalah seorang muslim. Siapa sajakah mereka?

Haris Seferovic (Novara/Swiss/21 tahun)

haris seferovic

Haris Seferovic sedang mengucapkan selamat Idul Fitri di sebuah laga Fiorentina

Tidak salah jika Anda bertanya-tanya mengapa banyak sekali talenta muda Muslim berasal dari Semenanjung Balkan. Hampir separuh penduduk semenanjung yang diacak-acak perang dahulu itu adalah Muslim Sunni. Salah satunya Seferovic, yang keluarganya berasal dari Sanski Most, Bosnia.

Seferovic adalah pribadi yang unik sekaligus kontroversial. Ia memenangi Piala Dunia U17 bersama tim nasional Swiss U17 pada 2009 di Nigeria dan menjadi pencetak gol terbanyak turnamen tersebut dengan 5 gol; ingat pula turnamen ini diikuti oleh Neymar, pemain Brasil yang eksentrik itu. Namun, setelah itu, ia menyatakan kepada media bahwa “saya hanya ingin bermain untuk Bosnia.” Tetapi, pada Februari 2013, ia menerima panggilan tim nasional Swiss bersama orang Bosnia lainnya, Izet Hajrovic. Supporter Bosnia pun hanya bisa mengutuk pria jebolan akademi Luzern ini.

Saat ini, Seferovic tengah dipinjamkan ke Novara dari Fiorentina, klub yang memboyongnya dari Grasshoppers Zurich pada 2010. Namun, kita tampaknya tidak akan berlama-lama menunggu aksi Seferovic di Serie A. Dikutip Forza Italian Football, pelatih Novara, Alfredo Aglietti, menyatakan bahwa Seferovic sudah siap untuk kembali ke Artemio Franchi.
Samed Yesil (Liverpool/Jerman/18 tahun)

samed yesil

Tampaknya dia tidak berjanggut seperti Anelka.

Banyak orang mencoba membandingkan Yesil dan Nicolas Anelka, misalnya, mungkin karena sama-sama striker. Pendapat ini tidak sepenuhnya salah. Gaya Yesil yang tenang, kalem dan bersahaja tetapi predator yang mematikan di kotak pinalti. Data statistik tak pernah bohong: ia menciptakan 20 gol dari 21 penampilannya untuk timnas Jerman U17 sepanjang rentang waktu 2010-11.

 

Sebelum tiba di Anfield, Yesil adalah bintang baru di Bayer Leverkusen. Ia mencetak 57 gol dari 71 pertandingan di tim-tim muda Leverkusen sepanjang 2010-2012, dan sempat digadang-gadang menjadi generasi penerus ujung tombak klub itu, menggantikan sang ikon Stefan Kiessling. Tetapi Rodgers langsung menggaetnya ke Anfield, dan kita tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Semoga baik-baik saja.

Younes Belhanda (Montpellier/Maroko/23)

younes belhanda

Belhanda dan Karim Ait Fana bersujud setelah menang

Terlepas dari apa yang dikatakan Gary Lineker tentang selebrasi di atas, Belhanda paling tidak bisa meyakinkan publik Stade de la Mosson bahwa Olivier Giroud boleh pergi, tapi Montpellier takkan mati. Meski La Paillade terseok-seok musim ini, ada sinar terang di lini tengah mereka.

Rene Girard, pelatih Montpellier, pernah menyamakannya dengan Robert Pires. Seorang decision-maker yang cerdas dan penuntas serangan yang tajam, Barcelona dan Real Madrid pernah dirumorkan mengincarnya. Kecepatannya dalam bertahan mungkin berasal dari masa remaja nya, dimana ia pernah bermain sebagai libero, yang kemudian berubah menjadi gelandang bertahan di akademi Montpellier. Saat Montpellier menjuarai Ligue 1 musim lalu, Belhanda memborong gelar Young Player of the Year dan masuk Team of the Year.

Abdel Barrada (Getafe/Maroko/23)

abdel barrada

Dari Madrid. Ya, Madrid!

Sulit menyebut pemain Muslim di Madrid tanpa menyebut trio Khedira-Benzema-Ozil yang tenar itu. Tapi, saya tak akan membahasnya di sini. Di Coliseum Alfonso Perez yang hanya ber kapasitas 17,700 orang, muncul seorang gelandang Maroko tangguh bernama Abdelaziz Barrada.

Sekilas tak ada yang fenomenal tentangnya. Lahir di Provins, Perancis, dan kemudian memilih membela timnas Maroko seperti banyak pemain Maroko yang lahir di luar negaranya (meski banyak juga pemain kelahiran Maroko tidak memilih membela negaranya), Barrada  tiga tahun terkurung di tim B Paris Saint-Germain, sebelum diselamatkan Michel, kala itu pelatih Getafe, yang memboyongnya pada Maret 2011. Di musim keduanya, ia langsung dipercaya masuk tim utama, tampil 32 kali dan mencetak empat gol. Musim ini ia mencetak tiga gol dan empat kartu: tiga kartu merah dan tiga kartu kuning. Orang yang cukup keras.

Aymen Abdennour (Toulouse/Tunisia/23 tahun)

Aymen Abdennour

“Camp Nou, ya? Hmm…”

Siapapun yang di incar Barcelona pasti membuat gempar media. Demikianlah Abdennour, seorang bek rendah hati kelahiran Sousse, kota kecil berpenduduk 175 ribu orang di Tunisia. Ia bahkan sudah dibelikan tiket oleh Sandro Rosell untuk menonton laga Barcelona vs Milan di Camp Nou pada UCL musim ini. Hanya saja, dilarang presiden klub.

Bek jebolan Etoile du Sahel ini dianugerahi postur tidak terlalu tinggi tetapi insting hebat dan disiplin ketat menjaga pertahanannya. Di bawah pertahanannya, gawang Ali Ahamada kebobolan 38 kali, cukup baik untuk rataan klub Perancis, ditambah lagi Toulouse berada di peringkat 11 saat ini.

Jadi, jangan heran jika seorang Tunisia berkepala botak duduk di samping Lionel Messi musim depan. (sbb/mf/dakwatuna)

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (10 votes, average: 8,90 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Pengungsi Suriah kembali ke rumahnya di Jarabulus. (aa.tr.com)

4.200 Pengajar Dikerahkan Untuk Mengajar Bahasa Turki Kepada Pengungsi Suriah

Organization