Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Ikhlaskan

Ikhlaskan

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (inet)
Ilustrasi (inet)

dakwatuna.com

jika ada narasi kita yang sedikit kelabu di masa lalu
sangat kumohon hapuslah dengan kelapangan dadamu

bila masih membekas goresan kecewa
dan luka di sebuah sudut hatimu karena diri ini
teramat ku berharap maafmu atas seluruh kekeliruanku

sungguh, meski raga ini tak pernah berganti rupa
tapi jiwa yang mendiaminya telah lama berlari
meloncati jejak jejaknya yang berdebu

memang belum genap tiga tahun
dari akhir dialog dialog kita
dan kadang jiwa ini pun masih di kuasai rasa dahulu

tapi, demi Dia yang melihatku siang malam
deras aliran munajat agar tersemai ikhlas dan kelapangan dada ini
selalu jadi pembuka dan penutup perjumpaan denganNya di ujung malam

jika ada daya untuk menghapus satu paragraf
yang berisi tentang narasi  kita dari prosa panjang riwayatku
sudah ku lakukan, namun itu di luar kuasaku

hanya ingin memulainya dari awal,
menata semuanya di lahan yang baru

tidak ada yang salah dengan masa lalu
tak berniat untuk menyalahkan waktu
dia hanyalah makhluk yang tunduk pada titah Tuhannya
begitupun dengan hati, di huni oleh fitrah, sifat manusia kita

bukan hanya jiwamu yang mungkin merasakan sakit
diri inipun berjuang untuk sampai pada jiwa yang sekarang
barangkali masih kau ingat kepayahan yang tergambar
dari kalimat kalimatku di penghujung pertemuan kita
teramat rapuh bila ku kenang

tak bermaksud mengingatkanmu kembali hal itu
anggap saja sebulir debu di tengah saharamu yang luas
biarkan angin keikhlasan membawanya berlalu

mari menatap jernih ke depan
pada waktu yang pasti datang
tak usah risau siapa temanmu kelak
adalah bagian rizki yang Allah janjikan

About these ads

Redaktur: Lurita Putri Permatasari

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (4 votes, average: 8,25 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Mahasiswi, tinggal di Bogor.

Lihat Juga

Berlatih Ikhlas