Home / Arsip Kata Kunci: narasi

Arsip Kata Kunci: narasi

Narasi Optimisme Kaum Muslimin

“Kemenangan milik Islam adalah sebuah kepastian. Namun apakah kita menjadi bagian dari perjalanan kemenangan itu adalah sebuah pilihan.” Wahai Saudaraku, sungguh kemenangan dan kejayaan agama ini dibangun di atas keyakinan total atas pertolongan Allah, bukan di atas jumlah. Jangan pernah ragu dengan janjinya. Lakukan sesuatu untuk memuliakan Agamamu sejauh yang kau mampu!

Baca selengkapnya »

Jangan Jadi Pemuda Tanpa Narasi!

Pemuda tanpa narasi adalah ide pokok dari sebuah gagasan singkat ini, bahwa keberadaan mereka hanya akan memperlambat gerbong bangsa ini berjalan menuju tujuan luhurnya, bahwa setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia Tahun 1945, perjuangan akan terus berlanjut, perjuangan akan terus ada, para pejuangnya juga akan terus ada, dan pemuda tanpa narasi belum terlambat untuk segera berbenah diri lalu mengambil satu narasi dan ikut pula berjuang bersama para pejuang sejati. Pemuda tanpa narasi tak peka membaca keadaan, mereka juga tak terlalu berminat untuk membaca sejarah para pendahulunya, tak pula membaca sejarah tentang peradaban dunia, padahal begitu pentingnya mempelajari sejarah yang ada, untuk mengambil pelajaran, untuk mengambil bekal, untuk memetik nilai-nilai perjuangan dimasa kini dan masa yang akan datang.

Baca selengkapnya »

Narasi Negeriku II

Narasi negeriku belum selesai sampai disini, masih akan terus kutulis kegelisahan tentang zaman, kerisauan tentang realitas, kegamangan berpikir soal peradaban dan sistem politik dan pemerintahan, yang masih menjadikan pembangunan fisik sebagai prioritas dari pada pembangunan jiwa. Sungguh saat ini pembangunan jiwa juga turut mendapat perhatian, seperti character building, people and youth empowerment, yang pada intinya mengubah secara perlahan pola pikir yang kontraproduktif.

Baca selengkapnya »

Narasi Negeriku

Narasi negeriku tak akan habis bila ingin ku tulis, sebab inilah ekspresi cintaku pada tanah airku. Narasi negeriku tak akan jera untuk kutulisan, sebab negeriku adalah tempat ku mengabdi. Narasi negeriku tak akan berhenti sampai di sini saja, sebab ia akan terus kutulis hingga nyata kontribusi dan kerja-kerja untuk negeriku. Narasi negeriku akan terus berlanjut, hingga negeriku ini menjadi Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafuur.

Baca selengkapnya »

Ekspresi ‘Insya Allah’

Juha keluar ke pasar untuk membeli himar, lalu seorang teman menemuinya, seraya bertanya: “Hendak ke mana engkau?” Jawab Juha: “Mau ke pasar untuk membeli himar.” Sambung temannya: “Ucapkanlah ‘insya Allah’ (jika Allah menghendaki).” Sahut Juha: “Bukan di sini tempatnya, karena dirham sudah ada di kantongku, dan himar sudah jelas ada di pasar.” Namun ketika dia tengah berada di pasar, ternyata uangnya dicuri orang.

Baca selengkapnya »

Ikhlaskan

jika ada narasi kita yang sedikit kelabu di masa lalu, sangat kumohon hapuslah dengan kelapangan dadamu, bila masih membekas goresan kecewa, dan luka di sebuah sudut hatimu karena diri ini, teramat ku berharap maafmu atas seluruh kekeliruanku, sungguh, meski raga ini tak pernah berganti rupa, tapi jiwa yang mendiaminya telah lama berlari, meloncati jejak.

Baca selengkapnya »

Kearifan di Tengah Badai

Talk Show yang diisi oleh Penulis best seller sekaligus mantan wakil ketua DPR RI ini seakan menemukan momentum kearifannya. Apalagi pematerinya, Anis Matta Lc, seringkali menjadi tujuan fitnah oleh lawan politiknya. Belum lagi fitnah ‘Sapi Berjenggot’ yang diinisiasi oleh salah satu majalah terkemuka di negeri ini, seakan bersepakat bahwa acara ini tidak akan dikunjungi oleh banyak orang. Sehingga sedikit banyak, Anis Matta merupakan salah satu contoh nyata orang arif di negeri ini.

Baca selengkapnya »
Organization