Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Narasi Optimisme Kaum Muslimin

Narasi Optimisme Kaum Muslimin

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (helenfrost.com.au)

dakwatuna.com – “Kemenangan milik Islam adalah sebuah kepastian. Namun apakah kita menjadi bagian dari perjalanan kemenangan itu adalah sebuah pilihan.”

Gerakan damai umat Islam di Indonesia dalam menuntut keadilan menghadapi turbulensi semakin kencang. Penggembosan dilakukan dengan berbagai cara. Pemimpin gerakan ini dicari kesalahan dari berbagai arah. Media mainstream dan media sosial menggiring isu sedemikian rupa. Aksi damai menuntut keadilan dibentur-benturkan dengan isu NKRI dan Nasionalisme oleh segelintir orang di balik pena. Tak luput juga para pengusaha yang selama ini jadi “penguasa” ekonomi bangsa ini turun gunung untuk mengamankan kepentingan mereka.

Umat Islam terus bergerak merangsek tirani ketidakadilan ini. Namun, tak sedikit pula orang yang tidak yakin dan bimbang harus bersikap seperti apa. Ada pula sebagian dari kita merasa minder dengan berbagai kesederhanaan gerakan ini, memilih berdiam diri Karena merasa lemah di hadapan musuh yang akan dihadapi. Hitung-hitungan matematis pun keluar untuk membenarkan gerakan abstain dan tidak mau peduli.

Hai saudara seiman,

Bukankah sejarah telah mencatat pertolongan Allah tidak ditentukan dari angka-angka matematis duniawi. Mari kita belajar dari ketaatan Nabi Musa AS dalam melaksanakan perintah Allah SWT untuk menyerukan kebenaran kepada Raja Firaun yang zhalim. Saat menghadapi raja yang zhalim ini Nabi Musa AS sangat mengetahui bahwa kekuatannya tidak sebanding dengan orang yang dihadapinya. Apakah timbangan  ini membuat Nabi Musa AS mundur? Tidak… Nabi Musa AS menyambut seruan ini dengan penuh ketawakalan. Menggenapkan usaha dengan apa yang bisa ia lakukan. Hingga pada saatnya Firaun akan membunuh Nabi Musa AS, Allah turunkan pertolongannya.

“Dan (ingatlah) ketika Kami membelah laut untukmu (Nabi Musa) sehingga kamu (Nabi Musa dan Bani Israil) dapat Kami selamatkan dan Kami tenggelamkan (Firaun dan) pengikut-pengikut Firaun, sedang kamu menyaksikan”. (QS. Al-Baqarah: 50).

Mari kita belajar dari ketaatan Nabi Ibrahim AS. Saat Allah SWT memerintahkan dakwah tauhid kepada kaumnya, ada Raja Namrud yang zhalim menghadangnya. Namun apakah Nabi Ibrahim AS mundur? Tentu tidak! Nabi Ibrahim AS  terus mendakwahkan kebenaran, meninggikan kalimat Allah hingga akhirnya Raja Namrud pun marah besar dan hendak membakar Nabi Ibrahim AS. “Mereka berkata, “Dirikanlah sebuah bangunan untuk (membakar Ibrahim), lalu lemparkanlah dia ke dalam api yang menyala-nyala itu.” (QS. As-Shaffat: 97).

Nabi Ibrahim AS pun dilemparkan ke dalam tungku kayu dan saat inilah Allah menurunkan pertolongannya.

Kami berfirman: “Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim”. (QS. Al Anbiyaa’ : 69).

Mari kita belajar dari keteguhan Rasul kita Muhammad SAW. Ketika perang badar jumlah umat Islam 300 orang dan harus berhadapan dengan 1000 lebih. Apakah Nabi Muhammad SAW mundur? Tentu tidak! Cukuplah bagi beliau menghadap kiblat seraya mengangkat tangan tinggi seraya berdoa:

“Ya Allah, penuhilah untukku apa yang Kau janjikan kepadaku. Ya Allah, berikan apa yang telah Kau janjikan kepadaku. Ya Allah, jika Engkau biarkan pasukan Islam ini binasa, tidak ada lagi yang menyembah-Mu di muka bumi ini.” (HR. Muslim dan Ahmad).

Beliau terus menerus meminta pertolongan dan berdoa kepada Allah sehingga jatuhlah kain sorban dari kedua pundaknya. Abu Bakar menghampiri dan meletakkan kembali kain sorban itu di pundaknya. Abu Bakar terus berada di belakang Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, lalu berkata:

“Wahai Nabi Allah! Inilah sumpahmu kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia akan memenuhi apa yang dijanjikan-Nya kepadamu”

Dan kemenangan pun jadi milik umat Islam!

Wahai Saudaraku, sungguh kemenangan dan kejayaan agama ini dibangun di atas keyakinan total atas pertolongan Allah, bukan di atas jumlah. Jangan pernah ragu dengan janjinya. Lakukan sesuatu untuk memuliakan Agamamu sejauh yang kau mampu! (dakwatuna.com/hdn)

Advertisements

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 9,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Staf pengajar di salah satu universitas di Jakarta.

Lihat Juga

Jangan Jadi Pemuda Tanpa Narasi!