Home / Berita / Nasional / Puisi Fahri Hamzah untuk Abraham Samad

Puisi Fahri Hamzah untuk Abraham Samad

Fahri Hamzah
Fahri Hamzah

dakwatuna.com Jakarta.  Komite Etik KPK memutuskan Ketua KPK Abraham Samad terbukti melakukan pelanggaran tingkat sedang terhadap kode etik terkait kasus kebocoran konsep sprindik kasus Anas Urbaningrum. Sanksinya, teguran tertulis.

Berikut puisi Fahri Hamzah untuk Abraham Samad yang kami ambil dari PKSpiyungan.org

Puisi ini dikirim 31 Januari 2012 namun dianggap masih relevan. Berikut selengkapnya:

Apa pengertianmu tentang mendung abraham? Pernahkah kau berjalan dalam gelap? Atau diantara hujan dan angin puting beliung? 

Atau pernahkah kau mendekati pusaran arus yang berputar? Atau menerjang gelombang pasang? 

Pernahkah kau seperti berada pada ketinggian yang semakin tinggi? Lalu kau terlepas seperti layang-layang. 

Dunia ini sepi kawan, itu yg aku ingin berbagi. Kita ini sendiri di hadapan apapun. 

Apa pengertianmu tentang hingar bingar dan tepuk tangan? Bagiku itulah puncak kesepian. 

Jika kau berada di atas pentas dan semua orang bergemuruh berdecak kagum kepadamu. Pergilah kepada dirimu.

Jika kau terkucil dalam gelap, pergilah kepada Tuhan mu, dia akan menghiburmu.

Yang gemuruh dan yang sepi adalah fatamorgana. Sementara dirimu adalah fana.

Jadikanlah kubur sebagai tempat tidurmu sebab kesanalah kau akan kembali dan bakarlah amarah mu dalam peti mati. 

Selamat jalan kawan, setiap orang bertanggungjawab sendiri. 
Jangan takut gelap. Aku tahu kau tak takut ombak.(*) (dd/trb)

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (20 votes, average: 9,15 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • @yoyoaryo1

    kerenn… Bung Fahri Hamzah Puitis bangettt

  • hebat…pantas untuk di”publikasikan”

  • antho hadie

    Nambahin bang :
    lebih baik membebaskan orang yg bersalah
    daripada menahan orang yg tidak bersalah, apalagi sholeh
    apakah engkau sdg menanti murka Allah?

  • mereka tidak datang untuk anda temani ,,,
    atau untuk anda tepuk tangani ,,,,

    mereka datang untuk membersihakan orang yang dianggap suci namun korupsi

    mereka sadar yang diahadapi adalah mati

    mereka datang tidak minta anda temani ,,,

    karena mereka sadar kalian akan membenci ,,,

    mereka datang hanya bermodal nyali ,,,

    mereka datang dengan niat suci ,,,,

    ” Berantas Kourpsi ”

    NB : Mereka “KPK”

Lihat Juga

Sandiaga Uni - Mardani Ali Sera.  (PKSFoto/Julianto)

Mardani: Selain Anies, Ada Nama Lain yang Disiapkan