Home / Pemuda / Mimbar Kampus / Keikhlasan Seorang Pemimpin

Keikhlasan Seorang Pemimpin

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

Ilustrasi. (inet)
Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com – Setiap orang di dunia ini adalah seorang pemimpin, setidaknya pemimpin untuk dirinya sendiri. Dalam tataran yang lebih luas terdapat pemimpin secara struktural, seperti kepala desa, gubernur, ataupun ketua lembaga di kampus. Menjadi seorang pemimpin tentu ada tanggung jawab karena amanah yang di emban, serta terdapat suatu kemudahan dalam beberapa hal. Terkadang kemudahan akses yang dimiliki seorang pemimpin dapat menjadikan sebuah motivasi seseorang untuk menjadi seorang pemimpin.

Menjadi sebuah pemimpin dengan kenikmatan dan kehormatan yang dapat mengalir lebih mudah dibanding dengan orang-orang biasa seringkali menjadikan seseorang buta. Kursi sebagai seorang pemimpin yang sangat didambakan menjadikan orang mencari jalan agar dapat sampai pada apa yang didambakan tersebut. Meskipun cara yang dilakukan tersebut sangat bertentangan dengan norma dan ajaran agama. Ya, orang banyak yang ingin menjadi kaya melalui jabatan yang dimilikinya, orang ingin dihormati dengan status pemimpin yang disandangnya.

Sudah menjadi keharusan seorang pemimpin mengkomando dan mengarahkan anggotanya dengan baik. Cara yang baik tersebut dapat dilakukan minimal dengan memberikan teladan yang baik pula melalui tingkah laku dan sikapnya. Pemimpin memiliki tanggungjawab yang berat karena segala hal terkait apa yang dipimpinnya pasti akan dimintai pertanggungjawaban. Banyak yang melupakan tanggung jawab itu karena hanya mencari imbalan dari menjadi seorang pemimpin. Ketua, kepala, pimpinan ataupun sejenisnya, seharusnya melihat kembali bagaimana harus bersikap sebagai seorang pemimpin, melihat kembali tujuan apa yang ingin dicapai bersama. Memang berat, namun dengan niat tulus ikhlas, beban berat tersebut jelas akan menjadi ringan.

Keikhlasan akan membawa seorang pemimpin pada tingkatan yang tinggi. Harta, benda, dan tenaga rela diberikan bagi anggota dan bawahan yang dipimpin ketika rasa ikhlas itu datang. Tidak ada niatan lain selain membawa organisasi atau kelompok yang dipimpinnya ke arah yang lebih baik dengan cara yang baik pula. Terlebih ketika niat itu ditujukan tulus untuk mendapat ridha Allah. Tidak akan ada lagi kasus korupsi jika pemimpin itu sadar akan tanggungjawabnya, ikhlas menjalankan amanah yang diberi. Tidak akan ada kasus penyelewengan ketika seorang pemimpin tegas dengan niat ikhlasnya menjadi seorang pemimpin.

About these ads

Redaktur: Lurita Putri Permatasari

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Lihat Juga

Ilustrasi. (collegeaffairs.in)

Membentuk Karakter Pemimpin yang Islami Sejak Dini