Home / Berita / Internasional / Asia / Diprotes Kelompok Budha Garis Keras, Majelis Ulama Sri Lanka Cabut Sistem Pelabelan Halal

Diprotes Kelompok Budha Garis Keras, Majelis Ulama Sri Lanka Cabut Sistem Pelabelan Halal

Ilustrasi - Peta lokasi Sri Lanka. (inet)
Ilustrasi – Peta lokasi Sri Lanka. (inet)

dakwatuna.comMajelis Ulama Sri Lanka (ACJU) memutuskan untuk menarik pencabutan pelabelan halal pada produk makanan.

Langkah itu ditempuh untuk meredakan kemarahan umat Buddha Sri Lanka, seperti dilaporkan oleh wartawan BBC dari ibukota Kolombo, Charles Haviland.

Namun ACJU akan tetap menerbitkan label halal dan hanya akan digunakan di tempat-tempat penjualan bahan makanan dengan pembeli warga asing.

Ketua ACJU, Mufti Rizwe, mengatakan keputusan pencabutan sistem pelabelan ditujukan demi perdamaian dan keharmonisan antaragama di Sri Lanka.

“Kami mengambil pengorbanan karena kami menghargai hubungan kami yang baik selama berabad-abad dengan umat Buddha Sinhala di negara kami yang tercinta,” tuturnya.

Banyak produk yang selama ini menggunakan label halal dengan alasan bisnis.

Pelabelan sebenarnya dilakukan secara sukarela namun kelompok umat Buddha garis keras, Bodu Bala Sena, mengatakan bahwa label diterapkan untuk sekitar 90% warga Sri Lanka yang bukan penganut Muslim dan mereka menggelar aksi protes untuk menuntut pencabutan sistem pelabelan halal.

Keputusan untuk pencabutan label itu disambut baik oleh Venerable Bellanwila Wimalaratana, seorang biksu senior yang bukan berasal dari kelompok garis keras Buddha.

“Demi masa depan negara dan harmoni negara, ini kemenangan bagi semua orang.”

“Kita harus mengucapkan terima kasih atas konsensus mereka yang mereka setujui melalui diskusi,” tambahnya.

Namun belum ada tanggapan dari Bodu Bala Sena, yang dalam unjuk rasa sebelumnya tidak hanya mengkritik label halal namun juga beberapa aspek dalam kehidupan masyarakat Islam.

Umat Islam di Sri Lanka mencapai sekitar 10% dari total penduduk. (BBC Indonesia/Tribunnews)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 2,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Apakah Halal Darah Demonstran Damai?