18:58 - Selasa, 21 Oktober 2014

Penetapan Tersangka Tanpa Didahului Pemeriksaan Dinilai Aneh

Rubrik: Nasional | Kontributor: dakwatuna.com - 31/01/13 | 00:38 | 17 Rabbi al-Awwal 1434 H

Anggota Komisi III DPR, Indra. (inet)

Anggota Komisi III DPR, Indra. (inet)

dakwatuna.com – Penetapan anggota DPR Komisi I Bidang Pertahanan, Intelijen, Luar Negeri, Komunikasi dan Informatika, Luthfi Hasan Ishaq sebagai tersangka korupsi impor daging oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), bisa menimbulkan kecurigaan di masyarakat.

Pasalnya, penetapan tersangka itu dilakukan tanpa adanya pemeriksaan terhadap yang bersangkutan terlebih dahulu.

Meskipun KPK bisa langsung menetapkan tersangka terhadap seseorang yang tertangkap basah melakukan transaksi korupsi, namun Luthfi tidak ada dalam penggrebekan yang dilakukan KPK itu.

“Biasanya penetapan tersangka secara langsung kalau tertangkap tangan. Tapi kalau tidak tertangkap tangan jadi aneh kalau langsung tersangka. Lha yang tertangkap tangan ini siapa,” kata politisi PKS, Indra saat dihubungi wartawan di Jakarta, Rabu (30/1/2013).

“Ini kan saya agak menggelitik di situ. Kalau yang tersangka itu kan tertangkap tangan. Dari berita yang simpang siur ini kan belum ada transaksi,” tegasnya.

Menurut Indra, sebuah praktek suap dapat dikatakan sebagai tindak pidana apabila baik yang menyuap maupun yang hendak disuap telah mencapai kesepakatan.

“Ketika seseorang berencana menyuap, kan belum tentu yang disuap mau menerima suap. Itu satu hal yang penting. Ini secara objektif lho ya. Namanya suap itu kan sesuatu yang sudah terjadi,” tutup Indra. (okezone)

Redaktur: Hendra

Topik:

Keyword: , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (29 orang menilai, rata-rata: 9,45 dalam skala 10)
Loading...Loading...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
  • http://www.facebook.com/dhaniar.jauhari Dhaniar Jauhari

    KPK keblingerrrr..

  • naning/tmg

    KPK apa kebal hukum ya…main tersangka,,,kayak sulapan saja…

  • oreen

    KPK galau…

  • adi

    Gak harus setelah terima suap baru tersangka, sudah niat dan ada kesepakatan lewat telpon pun bisa tersangka….sadapan telpon hasil pembicaraan pun bisa jadi bukti, kalau misalnya aktif menghubungi pengusaha minta pelicin…meski belum terjadi suap tapi sudah ada kesepakatan….perantara sudah terima, tinggal si perantara ngasih ke yang nyuruh yang belum terjadi…

    • http://www.facebook.com/meilia.andriyani Meilia Andriyani

      dan semuanya yg sampean katakan tak satu pun terbukti ….. tapi hanya ilusi otak sampean aja

    • manto

      apakah menurut anda komosi I DPR yang membawahi bidang pertahanan dpat mengatur bidangan pangan…….dalam hal ini untuk kelancaran import dagang….jaka sembung main golok …yang ngak nyambung goblok

    • kamilia

      di bayar berapa mas ? semangat banget jadi provokator !
      kebenaran kita akan membungkam anda.
      tunggu saja !!

  • Aan

    Kita tunggu aja dipersidangan, KPK maupun Pak Lutfi bukan malaikat. tapi saya yakin pak lutfi tidak bersalah.

  • http://www.facebook.com/asfa.sunny Sunny Asfa

    kita tunggu aja kpk mau beberkan bukti apa…..

  • delsis

    pa kpk, saya bisa pesan gak?
    tolong dong…ditangkepin orang-orang yg sdh jelas-jelas korupsi aja…
    kan, enak toh…kalo yg masih abu-abu mbok, ditanya-tanya dulu gitu…
    atau mungkin pak kpk ini, sudah ada yang mbooking?…
    wah..kalo gitu, saya telat ini…

  • Nana

    Canggih banget tuh KPK, melebihi malaikat,,, kayaknya aman dunia kalau penegak hukumnya nangkepin org yang baru niat berbuat jahat, jadi ga akan ada yang berani berbuat jahat walaupun cuma niat dalam hati…hehe… tapi ko cuma ke PKS doang, padahal yang sudah bnyk bukti pun masih berkeliaran…..

Iklan negatif? Laporkan!
79 queries in 1,667 seconds.