14:05 - Selasa, 21 Oktober 2014

“Jodoh Itu Jorok”

Rubrik: Essay | Oleh: Nurlia Muslimah - 18/01/13 | 14:30 | 05 Rabbi al-Awwal 1434 H

Ilustrasi (inet)

Ilustrasi (inet)

dakwatuna.com – Mungkin kalian semua sudah tidak asing dengan istilah: takkan lari gunung dikejar, hilang kabut tampaklah ia, atau pernah dengar bait lagu ‘jika memang dirimulah tulang rusukku kau akan kembali pada tubuh ini, tanpa kita mencari jalan untuk kembali takdir cinta yang menuntunmu kembali padaku…….’ (weee melo dramatis sekali heee) ya apapun istilahnya jodoh itu jorok. Bukan berarti jodoh bisa temukan di tempat-tempat jorok; tong sampah, comberan, kali Ciliwung, dll deh… tapi ada filosofis dari kata jorok yang berarti tempat yang tidak diduga-duga. Kita bisa ketemu jodoh di jalan, di angkot, di sekolah, di tempat kerja, atau… di dunia maya sekalipun (digaris bawahi; lakukan investigasi dengan baik dan benar. pen. Detektif)

Yap jodoh itu jorok, judul yang saya pakai ini saya peroleh dari teman saya yang lagi asyik bercerita tentang jodoh. Awalnya saya Cuma nyengir gak paham, kok jorok sih… kaya buang sampah sembarangan aja (ingat: buang sampah tidak pada tempatnya itu jorok). Karena saya pendengar yang baik (mulai narsis), dengan seksama saya mendengarkan cerita yang keluar dari mulut teman saya, yang Cuma kasih contoh: dulu ketika temannya ingin mencari calon istri sampai niatin ikut seminar untuk jadi penerjemah bahasa inggris, buat cari istri (sapa tau ada cewek yang nyantol) eh… ternyata gak dapat (maaf Anda belum beruntung). Ternyata eh ternyata jodoh ada di depan mata, dia ketemu jodohnya di tempat yang gak asing buat dia, yakni di tempat kerjanya sendiri (nah lho nyambung gak nih sama istilah ‘jodoh itu jorok’). Hmm… jadi apa nih yang harus kita amati (buat para Mencari jodoh) orang-orang yang ada di sekitar kitakah? Cowok-cowok/cewek-cewek caemkah? Atau orang yang gak terbayangkan sekalipunkah? (mulai ngayal). Yang pasti kita-kita semua (yang merasa jomblo) kudu harus buka mata, buka telinga, buka hati, tambah lagi buka mulut (bukan untuk bilang wow ya), supaya benar-benar tau; eh ternyata jodoh saya ada di samping saya ya! Jangan sampai bilang ‘kok saya gak liat kamu.’ Pernah dengar pak Mario teguh yang super itu bilang? Doanya ditambahkan ‘…. ya Tuhan dan tolong buka mataku (perlihatkan aku) bahwa dia jodohku,’ (maaf bila redaksi tak sesuai).

Jadi bukannya gak ada sisa-sisa makhluk untuk menjadi jodoh kita (cieee bahasanya sisa (baik) hee), yang pasti jodoh itu perlu diusahakan (ikhtiar), jangan Cuma ongkang-ongkang kaki karena sudah dijamin lewat surat cintaNya (Qur’an, pen.):

‘….. Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat akan kebesaran Allah.’ (Adz-Zaariyat: 049)

Because what? Coba kita ingat ayat ini:

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri” (QS. Ar-Ra’d, ayat 11)

Yap… jadi kita semua sudah pada tahu kan, mau istilah jodoh itu jorok, yang penting ada ikhtiarnya dari kita. Laki-laki perempuan sama aja kudu ikhtiar walaupun beda ikhtiarnya (bisa tanya langsung sama yang lebih paham, ustadz/ah).

Nah ini nih… ada penegasan dari ustadz Felix Siauw: “Jangan memulai apa yang tak bisa engkau selesaikan. Nikahi atau sudahi, halalkan atau tinggalkan!”

Wah… hayo mau pilih yang mana?

Tentang Nurlia Muslimah

Menyukai fiksi dan non-fiksi. [Profil Selengkapnya]

Redaktur: Lurita Putri Permatasari

Topik:

Keyword: , , , , , , , , , , , , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (29 orang menilai, rata-rata: 7,24 dalam skala 10)
Loading...Loading...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
  • hasan

    emang gak ada ya tulisan tang agak bagusan sikir..kagak nyambung banget sih…

    • Liong Newton

      ooohhh gak nyambung ya?

      insyaAllah, akan saya perbaiki lagi tulisannya untuk yang akan datang

      • antonitaulani

        tetap semangat,,,kritikan itu untuk membangun,,yg penting niatnya udah bagus,,tetaap berkarya..

  • islam indo

    Nikahi & Halalkan, tetap pilihan yg terbaik.

  • Hafizh Shaleh

    Maav Bu, Postingan anda ini malah lebih jorok dari substansinya.. ngambang.. yaa.. kayak yang ngambang di kali ciliwung.. hahahaa.. Salam ^_^

  • Їйбїй-фї Мэйбєятэі

    nih tulisan makin membutakan yang ngebcanya

  • Nashruddin

    Terlalu mengada-ngada …. Jodoh itu sangat Mulia karena jodoh di tangan ALLAH SWT. kenapa harus menggunakan kata “JOROK” … ? gak punya kata2 ato kiasan lain apa yg lebih pantas.

  • Ochie

    Nggak nyambung bgt sih antara judul dg contohnya… Maksudnya “jorok” sebenarnya krn kita2 benar tdk dpt menduga spt apa kelak jodoh kita krn seringkali benar2 berbeda dg yg kita harapkan a/p waktu/tempat bertemu dg jodoh kita…Mis yg kita inginkan adl org yg tinggi putih ternyata cocoknya dg yg pendek hitam krn hatinya baik, atau ketemu jodoh gara2 sering bertemu wkt hrs menemani kelg di RS, dll.

  • http://rohimbudiman.blogspot.com/ abah

    yang menjadi moral tulisan ini adalah “Jangan emulai apa yang tak bisa engkau selesaikan. Nikahi atau sudahi, halalkan atau tinggalkan!” good

Iklan negatif? Laporkan!
72 queries in 1,804 seconds.