Home / Pemuda / Essay / #Bukanmasalah

#Bukanmasalah

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com Geli sekaligus prihatin ketika ada tayangan Mario Teguh Golden Ways yang menayangkan tentang ada seorang yang mau bunuh diri lalu Mario Teguh menyarankan agar memikirkan keinginan itu kembali setelah orang tersebut sedang bahagia. Tentu saja, tidak ada orang yang mau bunuh diri saat sedang bahagia.

Wake up guys! Masalah itu akan selalu ada. Menimpa kepada siapa. Tidak peduli perempuan atau laki-laki, kaya atau miskin, pejabat atau rakyat, muslim atau bukan. Semua orang pasti punya masalah. Apalagi jangan kemudian merasa sudah beriman lalu mempertanyakan “Mengapa aku masih juga punya masalah? Bukankah aku sudah jadi hamba-Mu yang baik?” #eh kok malah protes kepada Allah sih coy. Bukankah Allah telah berfirman,

الم (1) أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آَمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ (2) وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ (3) [العنكبوت: 1-4].

“Alif laam miim, apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta”. (Al-Ankabut: 1-3).

Oleh karenanya, jika mempunyai masalah jangan geri (geger sendiri) & heri (heboh sendiri) apalagi merasa jadi makhluk paling menderita sedunia. XL ah, Xuper Lebay v^^. Ingatlah, bahwa Allah tidak akan memberi ujian di luar kemampuan kita

Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkau penolong kami maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir. (Al-Baqarah 286)

Kalau dipikir-pikir nih, masalah itu sebenarnya bukan ketika kita gegana (itu tuh gelisah, galau, merana) tapi jika ketika diberi ujian kita jadi jauh dari Allah. Kalau dapat ujian malah tambah sering tilawahnya, banyak sedekahnya, rajin shalatnya, mantap akhlaqnya, itu namanya anugerah ^_^

Tapi selain cara-cara ukhrawi (ibadah) kita juga harus selesaikan ujian dengan usaha yang lain. Iyalah, mana bisa utang lunas hanya dengan berdoa. Memangnya uang bisa jatuh dari langit? Bukan masalah kita tidak iman kepada Allah. Kita harus iman kepada Allah. Namun, perhatikan juga firman Allah,

“… Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang yang bertawakal.” (QS Ali Imran: 159)

“…Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka. …”  (QS Ar Ra’d: 11)

Jadi ikhtiar dulu, usaha macam-macam, berdoa, baru tawakal.

Cara menyelesaikan masalah yang paling canggih adalah temukan penyebab masalah terlebih dulu baru diselesaikan. Jangan asal membabi buta, pukul rata, apalagi selesaikan masalah dengan kepala panas. Banyak masalah karena hal-hal kecil yang diperbesar atau membesar. Ada juga masalah yang kadang muncul di antara dua orang (kelompok) karena sudut pandang yang berbeda, jadi lihatlah dari sudut yang sama saat selesaikan masalah. Ngulur benang, istilah orang Jawa. Mencari akar masalah dulu. Atau istilah kedokterannya mencari simpton. Orang sakit karena flu itu salah. Flu bukan penyebab tapi tanda-tanda orang terkena virus flu, akibat daya tahan tubuh lemah. Bisa dipahami? He… biasa kalau mengajar di kelas, aku bertanya ke murid setelah memberikan materi ^_^

Meski demikian, tidak jarang kita temukan masalah yang rumit, ruwet,  saat itulah kadang kita harus memotong benang ruwet itu. Istilahku F2, forgive and forget.

Lalu, agar ujian itu selesai dengan tuntas maka pilihlah cara-cara yang diridhai Allah agar dibantu Allah. Jangan sampai kita selesaikan masalah dengan cara-cara yang dimurkai Allah, nekad tuh. Misal, mau bantu bangun masjid di lingkungan dengan mencuri #eh mau jadi Robin hood. Oowh tidak bisa (Sule mode on) Memangnya bisa mencuci kain putih dengan air selokan?

Kalau ada lagu “Badai pasti berlalu” ujian pun juga begitu. Asal saat ujian itu kita benar-benar menggenggam erat Allah, jangan tinggalkan Allah sekejap-pun. Jika kita tidak lulus dan lolos, siap-siap remidi ya. Coba diingat-ingat, masalah yang menimpa hampir mirip kan? Apalagi kalau kita belum tuntas menyelesaikan. Di pelajaran ada KKM (Ketuntasan Kompetensi Minimal), ujian juga ada. Jadi, kalau dapat ujian hadapi, jangan lari. Mana ada kasus siswa melarikan diri karena mau ulangan :D

Berasa ngeri? Jangan ya. Kan ada Allah ^_^

Jadi ingat, dulu saat di kampus ada ujian yang melanda tim kami, ketua tim sms aku dan teman-teman dengan isi “hadapi dengan senyuman, semua akan baik-baik saja” Ternyata itu lagunya DEWA 19, liriknya bagus hampir setema dengan lagunya Maher Zein yang Allah will Always be There. Masih belum yakin? Yang ini firman Allah. Allah selalu menepati janji-Nya.

“… Janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita…” (QS. At Taubah: 40)

“Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Sungguh, Allah bersama orang-orang yang sabar.” (QS Al Baqarah: 153)

Ternyata pula, Allah itu hanya memberikan cobaan kepada kita itu hanya sedikit,

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al-Baqarah [2]: 155-157).

Jadi, tersenyumlah. Dalam psikologi ternyata berbahagia (merasa bahagia) dengan tersenyum akan membantu mengkondisikan otak dan anggota tubuh seperti saat kita bahagia sehingga akhirnya kita-pun akan bahagia. Try it!

Sebagai mukmin, orang yang beriman kepada Allah, kita harus sungguh-sungguh meyakini bahwa ujian dari Allah ini bukan masalah apalagi musibah. Sebab bila Allah ingin hamba-Nya bersih, Allah akan mengujinya hingga dosanya berguguran di dunia lewat sedih, sakit.

“Jika dosa seseorang makin banyak dan tidak ada amal yang bisa menghapusnya, maka Allah akan mengujinya dengan kesedihan untuk menghapus dosa tersebut (HR Ahmad).

Berdoalah yang baik dan benar kepada Allah, minta kekuatan dan kesabaran, jangan tergesa-gesa meminta apalagi minta kemudahan. Tidak ada juga siswa SMA minta soal UAN SD, yang lebih mudah ^_^

Jangan lemah, jangan lesu, jangan lunglai. Harus kuat, semangat ^^/ Ingat! Daun yang jatuh di mana, jam berapa, itupun atas kehendak Allah. So don’t galau lah. Skenario Allah pasti dan selalu yang terbaik. Jika ujian terasa berat, ucapkan.” Laa haula walaa quwwata illaa illaahil’aliyyil’adzhim. (Tiada daya dan upaya melainkan atas kehendak Allah Swt.)

Semangat menjalani ujian dari Allah saudaraku ^_^

Wallahu a’lam bisshawab.

Buat titik-titik cinta dalam bundaran iman, tetaplah kokoh dan mengokohkan ^_^

*Judul #bukanmasalah pernah kujadikan TL di suatu akun, 

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (7 votes, average: 7,86 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Guru, Wirausaha. Senang belajar, membaca, menulis, meneliti, dan berpetualang.

Lihat Juga

Industri Keuangan Syariah (inet)

Model Dewan Pengawas Syariah di Negara Muslim