05:07 - Sabtu, 25 Mei 2013

Ketua MUI: Sertifikasi Halal MUI Belum Diakui di UEA karena Administratif

Rubrik: Asia, Nasional | Kontributor: Tim dakwatuna - 19/09/12 | 10:03 | 02 Dhul-Qadah 1433 H

Ma’ruf Amin Ketua MUI (inet)

dakwatuna.com – Jakarta. Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengakui sertifikasi halal yang ada di Indonesia belum diakui sejumlah negara lain, termasuk Uni Emirat Arab (UEA).

“Sebenarnya bukan soal standarnya, tapi pemerintah kita belum memasukkan dalam UEA. Itu saja bukan soal standarnya,” kata Ketua MUI Ma’ruf Amin ketika ditemui di Kantor Presiden di Jakarta, Selasa (18/9).

Seperti diketahui, sejumlah produk asal Indonesia sempat ditolak di UEA, contohnya ikan kaleng. UEA menolak dengan alasan label halal yang dikeluarkan oleh LPPOM MUI tidak diakui dan tidak dikenal. Padahal produk ikan kaleng itu masuk dalam lima besar di UEA.

Ma’ruf menilai persoalan tidak mengenal MUI sebatas administratif. Ia berharap pemerintah mengupayakan upaya pendaftaran MUI ke UEA. “Itu kan soal administratif saja, bukan dalam bentuk standar. Pemerintah ajukan ke sana soal standar kita untuk di UEA,” lanjut Ma’ruf.

Ma’ruf menilai dalam waktu dekat pemerintah akan mendaftarkan MUI di UEA agar dapat menerima produk halal asal Indonesia. Ia menilai selama ini 25 negara dan 50 lembaga sudah mengakui produk halal MUI.

“Kita (nanti) mendaftar disana menjadi anggota. Sebenarnya bukan soal standarnya, tapi pemerintah kita belum memasukkan kita dalam UEA itu, itu saja bukan soal standarnya,” tutup Ma’ruf. (Fid/OL-04/MICOM)

Redaktur: Hendra

Topik:

Keyword: , , , , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (2 orang menilai, rata-rata: 10,00 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
  • hendri nurhadi

    angele mencari produk halal di negeri mayoritas muslim, ironis! wajar jika negara laen ‘meragukan’ sertifikasi mui, saya kok sepakat kalo ini hanya masalah admin saja! ngapunten pak yai!

Iklan negatif? Laporkan!
81 queries in 0,663 seconds.