19:47 - Sabtu, 25 Mei 2013

Pelangi di Balik Awan

Rubrik: Puisi dan Syair | Oleh: Endsu - 05/09/12 | 10:30 | 17 Shawwal 1433 H

Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com

Peluru beterbangan menuju sasaran
Terdengar sayup-sayup suara yang melemah
perlahan menghilang tanpa kata
Jatuh … tak berdaya
Mengurai kisah kesyahidan sang mujahid di tanah Tuan
Tawa membahana menyeruakkan kepuasan akan kematian
Matahari menggarang
Menandakan kemarahan akan dirampasnya hak sang pahlawan

……

Di sana
Tubuh kecil berbalut luka
bersembunyi di balik bayang
Menatap lurus pada raga yang terlentang
Terurai air mata dibalik pahitnya dunia
Mengisahkan dilema hampanya sebatang kara
Tak ada ayah …. Tak ada bunda
Tak ada senyum
Tak ada cerita
Hanya puing-puing kenangan indah yang tersisa

Sang petinggi menyuarakan kedukaan
Tangan terdiam, langkah terpaut dalam aturan
Terkikis keberanian dalam ketakutan
Mata melihat, hati terpejam
Tertutup langkah dalam membela kebenaran
Ironis ….
Miris….
Tragis …
Si kecil hanya bisa menahan tangis
Tangis yang teriring sebuah doa
Doa si kecil pada Tuhannya
Doa untuk membalikkan hati mereka
Mereka yang mengambil jiwa ayah bunda

Redaktur: Hendra

Keyword: ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (1 orang menilai, rata-rata: 10,00 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
Iklan negatif? Laporkan!
80 queries in 0,721 seconds.