Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Pelangi di Balik Awan

Pelangi di Balik Awan

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com

Peluru beterbangan menuju sasaran
Terdengar sayup-sayup suara yang melemah
perlahan menghilang tanpa kata
Jatuh … tak berdaya
Mengurai kisah kesyahidan sang mujahid di tanah Tuan
Tawa membahana menyeruakkan kepuasan akan kematian
Matahari menggarang
Menandakan kemarahan akan dirampasnya hak sang pahlawan

……

Di sana
Tubuh kecil berbalut luka
bersembunyi di balik bayang
Menatap lurus pada raga yang terlentang
Terurai air mata dibalik pahitnya dunia
Mengisahkan dilema hampanya sebatang kara
Tak ada ayah …. Tak ada bunda
Tak ada senyum
Tak ada cerita
Hanya puing-puing kenangan indah yang tersisa

Sang petinggi menyuarakan kedukaan
Tangan terdiam, langkah terpaut dalam aturan
Terkikis keberanian dalam ketakutan
Mata melihat, hati terpejam
Tertutup langkah dalam membela kebenaran
Ironis ….
Miris….
Tragis …
Si kecil hanya bisa menahan tangis
Tangis yang teriring sebuah doa
Doa si kecil pada Tuhannya
Doa untuk membalikkan hati mereka
Mereka yang mengambil jiwa ayah bunda

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Lihat Juga

Pelangi Itu… Bernama Harapan