Aku dan Malam Seribu Bulan
Rubrik: Puisi dan Syair | Oleh: Nina Mariana - 21/08/12 | 09:30 | 03 Shawwal 1433 H
- 0 Komentar
- 575 hits

dakwatuna.com
Pada penghujung purnama, adakah yang lebih kunantikan?
Penjelajah belantara dengan cahaya redup
Nestapa dalam secawan yang sulit terabaikan
Kali ini hanya pengharapan dari janji-janji kalam-Mu
Dan kaki-kaki lelah pun terus berjalan kearah-Mu
Tangan-tangan terangkat mencari dalam suram
Aku dan malam seribu bulan
Pertemuannya bagai dahaga di sahara
Kerinduan yang sampai
Ada ketenangan dalam lautan tanpa ombak
Tanpa gemuruh terpaan angin
Cahayanya pun paling terang kadang tampak merona
Keistimewaannya adalah hanya tampak olehku, tidak oleh pandangan yang lain
Menutupi awan kelabu, menghapus gumpalan gulitaku…sekejap saja
Namun.. sisa terangnya akan selalu menggeliat di hati, karena itulah… malam seribu bulan
“Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan.” (QS. Ad-Dhukan: 3)
Topik: malam yang diberkahi
Keyword: aku, berkah, bulan, cahaya, harapan, janji, malam, purnama, redup, ribu
Beri Nilai Naskah Ini:
- 575 hits
- Tweet






(3 orang menilai, rata-rata: 8,67 dalam skala 10)



