Home / Narasi Islam / Sejarah / Dai yang Mujahid, Asy-Syahid Muhammad Farghali (bagian ke-1)

Dai yang Mujahid, Asy-Syahid Muhammad Farghali (bagian ke-1)

Syaikh Muhammad Farghali (kispa.org)

dakwatuna.com Awal perkenalan saya dengan Syaikh Muhammad Farghali terjadi pada akhir 1949, ketika saya tiba di Mesir untuk belajar di salah satu universitas. Saya bertemu beliau sebagai pembicara dan penasehat Ikhwan dalam acara katibah, perkemahan, usardan acara wisata. Sejumlah tokoh Ikhwan juga turut memberi arahan dan nasehat dalam berbagai acara tersebut yang di antaranya adalah: al-Bahi al-Khuli, Abdul Aziz Kamil, Muhammad Farghali, Muhammad Abdul Hamid Ahmad, Muhammad al-Ghazali, Sayyid Sabiq dan lain sebagainya.

Saya melihat dalam diri Syaikh Farghali ketenangan dan kewibawaan, kemuliaan seorang mukmin, dan kefakihan sang mujahid. Ia berbicara dengan tenang, kalimatnya ringkas dan sederhana, makna dan tujuannya dalam. Mengandung kelembutan, kasih sayang dan cinta kepada Ikhwan. Ia sangat percaya dan yakin pada apa yang ada di sisi Allah berupa kemenangan bagi agama ini dan untuk hamba-hamba-Nya yang saleh apabila mereka jujur dengan Allah Ta’ala serta mengikhlaskan niat untuk-Nya.

Syaikh Farghali memandang enteng perkara musuh-musuh Allah yang datang dari Inggris, Yahudi, para pendukung mereka dan musuh-musuh bayaran. Menganggap mereka sebagai hamba-hamba materi, hawa nafsu, syahwat dan syubhat. Beliau juga menegaskan bahwa manhaj tarbiyah Ikhwan adalah jaminan yang dapat membentuk seorang Muslim yang hak. Karena manhaj itu bersumber dari Kitabullah, Sunnah Rasulullah saw dan ijma’ ulama. Manhaj Tarbiyah Ikhwan juga adalah jaminan yang dapat mempersiapkan generasi mukmin mujahid yang kelak akan menghadapi kaum kafir dengan berbagai cara tanpa rasa takut atau khawatir.

Ia juga menekankan bahwa medan dakwah hari ini menuntut mobilisasi ribuan pemuda mukmin dari seluruh penjuru dunia Islam agar dapat mengisi medan dakwah sekaligus menghadapi orang-orang yang melakukan pengrusakan di muka bumi. Ketika mereka menemukan negeri-negeri ini kosong dari pemuda-pemuda mukmin, maka realitas itu akan membuat mereka semakin pongah dan leluasa melakukan pengrusakan, menebar kebatilan, suara mereka semakin tinggi, kian berani terhadap agama dan pemeluknya, serta merendahkan umat ini aib dan kehinaan.

Semua itu terjadi karena umat kita dewasa ini berada di jurang keterpurukan. Tidak memiliki kekuatan dan pedang kebenaran, berada dalam cengkraman penguasa yang nota bene adalah kaki tangan penjajah yang berpihak pada musuh-musuh Islam. Mereka itulah yang memaklumatkan perang terhadap para dai, menghadang seruan kebenaran dan kebebasan, yaitu dakwah Islam yang agung yang telah diperbaharui urusannya di atas bumi Mesir oleh seorang tokoh pembaharu abad 14 hijriah, Imam Syahid Hasan al-Banna.

(kispa.org)

Syeikh Muhammad Farghali adalah figur yang memiliki iman mendalam, keteguhan jiwa, dan tekad yang kuat dengan penampilan yang zuhud, lebih mengutamakan karya dari pada bicara, mencintai seluruh manusia, rela membantu mereka khususnya orang-orang yang lemah di antara mereka. Ia siap berada di samping mereka untuk mendapatkan hak-haknya, mengangkat keculasan dan kezaliman yang menimpa mereka.

Ustadz Muhammad Farghali juga senantiasa menghadang para pelaku kezaliman dan tiran yang berusaha menindas orang-orang lemah. Menghadapi mereka dengan penuh kekuatan penuh dan keteguhan. Itulah membuat mereka takut padanya dan menganggapnya memiliki kekuatan ribuan manusia. Bahkan hanya dengan menyebut namanya saja sudah cukup untuk menciptakan rasa takut dalam diri pasukan Inggris, Yahudi dan antek-anteknya. Mereka bahkan menjanjikan hadiah besar bagi siapa pun yang sanggup menangkap dan menyerahkannya kepada mereka hidup atau mati.

Kawan-kawan saya di universitas menceritakan padaku tentang sosok lelaki unik ini, dai dan mujahid yang menjadi kecintaan dan kepercayaan Imam Syahid Hasan al-Banna, ketergantungannya kepada Allah lalu kepada dirinya sendiri dalam menghadapi berbagai perkara dan peristiwa-peristiwa besar. Dia adalah sosok sahabat terbaik dalam setiap situasi dan kondisi.

Syaikh Farghali adalah bagian penting dalam sejarah perjalanan gerakan Ikhwanul Muslimin internasional sejak berdirinya, dan keterlibatan beliau di awal berdirinya Jamaah ini hingga Allah memuliakannya melalui syahadah di tangan Fir’aun Mesir; Abdul Nasser. Anggota jamaah Ikhwanul Muslimin dari kalangan orang tua dan pemuda melihat pada diri lelaki ini dengan pandangan hormat, cinta dan kesetiaan. Karena sifat-sifat kebaikan dan kewiraan yang lekat pada dirinya.

Ceramah-ceramah ia sampaikan dalam acara perkemahan, katibah, dan usar Ikhwan dapat merebut hati pendengarnya, karena mereka menemukan kejujuran, kejelasan, kesederhanaan, manisnya iman dan keikhlasan. Kalimat-kalimatnya keluar dari kedalaman relung hati dan merasuk ke dalam jiwa pendengarnya, dialog antara ruh untuk ruh, menggugah jiwa dan menggerakkan nurani, menyeru untuk beramal serius dan sungguh-sungguh di atas jalan Allah demi orang-orang lemah di muka bumi.

Ia juga menjelaskan untuk seluruh Ikhwan bahwa musuh-musuh Islam dari kalangan Yahudi, Salibis dan para penjajah adalah orang-orang hina yang takkan mampu menghadapi semangat dan kekuatan tekad orang-orang yang beriman. Pengalaman saat menghadapi mereka dalam perang Palestina membuktikan sifat penakut dan pengecut, serta lemahnya kekuatan mereka. Mereka bahkan kabur meninggalkan medan perang, bagai tikus buduk yang sangat ketakutan di hadapan mujahid Ikhwanul Muslimin. Andai bukan karena konspirasi internasional, dan lemahnya sebagian negara-negara Arab dan Islam, niscaya Palestina takkan jatuh di tangan mereka. Bukan itu saja. Bahkan Inggris, Prancis atau Amerika takkan pernah menancapkan eksistensinya di atas negeri Islam.

Ustadz Abbas as-Siisi berkata dalam bukunya “Fi Qafilatil Ikhwan”, Syeikh Muhammad Farghali adalah salah satu dai Islam, dan pionir pertama Ikhwanul Muslimin. Beliau bekerja bersama Imam Syahid Hasan al-Banna sejak memulai dakwahnya di kota Ismailiyah. Imam Syahid lalu memilihnya dengan memberi beberapa tanggung jawab besar, dan ia pun menunaikan tugasnya dengan baik. Ia senantiasa berbaik sangka kepada Allah dan bersiap siaga di tengah kota dengan melakukan perlawanan, walau berada dalam kepungan penjajah Inggris. Namun ia berhasil menjadikan bumi Mesir guncang di bawah tapak kaki mereka.

— Bersambung…

(hdn)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (7 votes, average: 8,14 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Lembaga Kajian Manhaj Tarbiyah (LKMT) adalah wadah para aktivis dan pemerhati pendidikan Islam yang memiliki perhatian besar terhadap proses tarbiyah islamiyah di Indonesia. Para penggagas lembaga ini meyakini bahwa ajaran Islam yang lengkap dan sempurna ini adalah satu-satunya solusi bagi kebahagiaan hidup manusia di dunia dan akhirat. Al-Quran dan Sunnah Rasulullah saw adalah sumber ajaran Islam yang dijamin orisinalitasnya oleh Allah Taala. Yang harus dilakukan oleh para murabbi (pendidik) adalah bagaimana memahamkan Al-Quran dan Sunnah Rasulullah saw dengan bahasa yang mudah dipahami oleh mutarabbi (peserta didik) dan dengan menggunakan sarana-sarana modern yang sesuai dengan tuntutan zaman.

Lihat Juga

Ilustrasi. (Foto: footage.shutterstock.com)

Akhlak Mujahid Dakwah