Home / Berita / Nasional / Menag Tolak Himbauan Wapres soal Pengaturan Pengeras Adzan

Menag Tolak Himbauan Wapres soal Pengaturan Pengeras Adzan

Menteri Agama, Suryadharma Ali (blogspot.com)

dakwatuna.com – Jakarta. Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali menegaskan, pihaknya tidak akan melakukan pengaturan tentang penggunaan pengeras suara untuk adzan di masjid. Menurutnya, pengaturan tentang suara adzan hanya akan memperumit persoalan.

“Untuk masalah pengaturan pengeras suara adzan itu tidak perlu lah diatu-atur begitu. Nanti kalau diatur, malah makin “njelimet”. Jangan-jangan nanti malah pengeras suara untuk demo juga harus diatur. Jadi semakin aneh kan kalau ada aturannya,” kata Menag kepada wartawan usai rapat koordinasi internal di Gedung Kemenag, Thamrin, Jakarta, Senin (30/4).

Menteri yang juga Ketua Umum PPP ini mengatakan, pengaturan pengeras suara untuk adzan tersebut bisa diatur oleh masing-masing pengelola masjid. Bahkan, bisa disesuaikan dengan kondisi lingkungan yang ada. “Sehingga, tidak perlu harus pemerintah harus mengeluarkan aturan yang mengatur pengeras suara adzan seperti itu,” imbuhnya.

Sebelumnya, Wakil Presiden (Wapres) RI, Boediono saat membuka Muktamar VI Dewan Masjid Indonesia (DMI) meminta adanya pengaturan penggunaan pengeras suara adzan. Menurutnya, adzan merupakan panggilan suci bagi umat Islam untuk melaksanakan kewajiban shalat.

“DMI kiranya dapat mulai membahas tentang pengaturan penggunaan pengeras suara adzan di masjid-masjid. Jika suara adzan yang terdengar sayup-sayup akan lebih merasuk ke sanubari jika dibandingkan dengan suara yang terlalu keras dan menyentak ke telinga kita,” urainya. (Cha/jpnn)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (7 votes, average: 7,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • Harsha_Rif

    Mr.Menteri,yg diatur itu pengeras suara utk masjid jgn disamakan dg demo dunks…n pernah ada Instruksi Dirjen Bimas Islam tahun 1978 tentang tuntunan penggunaan pengeras suara di masjid..

  • Habiburrahman Habiburrahman

    setuju pak menteri, tapi gak stuju dengan suara adzan yang sayup2 lebih menusuk kesanubari, masalahnya sebagian masyarakat termasuk saya mencari tempat tinggal dekat masjid, terutama biar adzan kedengaran jelas ditelinga walaupun saat subuh, jadi ada rasa malu dengan Sang Kholik saat panggilan begitu jelas kita masih bersantai2.

    berawal dari pengaturan pngeras suara adzan, hingga akhirnya ibadah kita akan diatur sepuhnya oleh pemerintah, masya Allah sungguh hal ini, merupakan tanda-tanda kiamat sudah dekat

  • Afief D C

    hadeh Budiono.. Budiono.. ada2 aja tingkah’a.. masa Indonesia mau d samakan dgn Laknatullah Yahudi yg melarang suara adzan dgn pngeras suara d Negara Palestina.. jgn2 dia yahudi?? who know..

    • Kalo dia Yahudi tdk mungkin.

      Tapi kalo antek-antek yahudi bisa jadi begitu.Lumayan tuh persenannya padahal cuma jd antek-antek yahudi lhooo…Dijamin tuh masuk surga n diselamatkan ama para rabbinya ntar diakhirat sono “(katanya)”Heheheee 

  • Amin Sahbandi

     

    Abu Hurairah ra. ia berkata: Rasulullah
    saw. bersabda: Sesungguhnya, bila setan mendengar suara adzan, ia lari sambil
    terkentut-kentut sampai tidak mendengarnya lagi. Ketika adzan telah berhenti,
    ia kembali menghasut. Apabila mendengar iqamah, ia pergi sampai tidak
    mendengarnya. Ketika iqamah telah berhenti, ia kembali menghasut lagi

     

    • Waduh pak wapres udah keterlaluan, apa dia harus dicambuk malaikat dulu biar otaknya jalan?
      Tampaknya boediono terkentut-kentut ketika mendengar adzan, sehingga dia mempermasalahkan pengeras adzan supaya adzan terdengar sayup-sayup bahkan kalau bisa tak terdengar sama sekali sehingga dia (boediono) bisa menghasut dan bersandiwara lagi di negeri ini.

    •  wah .. berarti pak wapres setan donk ….

  • kalo pak wapres adzan,suaranya sayup2 nga ya
     

  • Waduh pak wapres udah keterlaluan, apa dia harus dicambuk malaikat dulu biar otaknya jalan?
    Tampaknya boediono terkentut-kentut ketika mendengar adzan, sehingga dia mempermasalahkan pengeras adzan supaya adzan terdengar sayup-sayup bahkan kalau bisa tak terdengar sama sekali sehingga dia (boediono) bisa menghasut dan bersandiwara lagi di negeri ini.

  • Raf Louhan

    Seharusnya bagi umat yang benar benar Islam, kalau mendengar kumandang Azan atau ayat Allah, mendengarkan dengan khusyuk dan bergetar hatinya, bukannya merasa terganggu.. Dengan azan seperti sekarang saja, masih banyak orang yang tidak shalat, apalagi Azan hanya sayup-sayup.. Biar masing-masing pengurus masjid dapat menyesuaikan dengan lingkungannya. Kalau diatur dalam suatu peraturan malah akan menimbulkan permasalahan..

Lihat Juga

Menteri Agama Lukman Hakin Saifuddin mengatakan, hingga saat ini, visa jamaah haji  gelombang dua mendatang belum semua selesai. (kabarmakkah.com)

Hingga kini, Visa Haji Gelombang Dua Belum Selesai