Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Rindu Anak Negeri Dari Seberang Benua

Rindu Anak Negeri Dari Seberang Benua

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (inet)

dakwatuna.com

Tanah airku, Indonesiaku,
Bagaimana kabarmu?
Belum lama kami meninggalkanmu
Kabar elektronik selalu bercerita tentangmu
Tentang rakyat-rakyatmu yang semakin tersungkur
Tentang pemimpin-pemimpinmu yang semakin makmur
Lain lagi kabar tentang eroni Pengetuk palu
Itu sudah menjadi santapan harian anak Negerimu

Rakyat kecilmu semakin tertindas
Para pemimpinmu semakin beringas
Tak henti-hentinya cerita busuk mereka
Semakin berepisode saja
Menyejahterakan rakyatmu
Semakin menjadi dongeng sebelum terlelap saja

Century entah ke mana rimbanya
Korupsi tak pernah terhenti terupdate
Satu kasus belum terbaca
Kasus lain menyelip di muka
Hingga kasus korup yang Satu
Hilang entah ke mana menyelinap

Tanah airku, Indonesiaku…!
Cerita pesta bermewah-mewahan para pemimpinmu
Ternyata sudah tutup buku
Renovasi ruang gedung pemimpim-pemimpinmu
Yang katanya dua puluh milyar itu
Ternyata sudah tersapu angin lalu
Saking banyaknya kasus-kasus menimpamu

Tanah airku, Indonesiaku…!
Kasus Wisma Atlet yang telah lama dimulai
Kini belum juga terurai benang kusutnya
Pemimpin-pemimpin itu semakin membingungkan saja
Ternyata sekarang mereka sudah pikun pelupa
Saat diminta kata pengakuan sebagai saksi mata
Nurani mereka jangan ditanya
Pasti sudah tergadai kertas-kertas itu

Sabarlah dulu Tanah Airku
Optimislah selalu Negeriku
Jangan menyerah Bangsaku
Generasi-generasi ibu pertiwimu
Sebentar lagi akan datang membelamu
Dari tikus-tikus rakus itu

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (7 votes, average: 8,29 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Mahasiswa S1 Tahun Akhir Jurusan Studi Islam (Spesialisasi Fiqh-Ushul) Universitas Hassan Tsani, Mohammedia, Casablanca, Maroko.

Lihat Juga

Seminar Karakter Anak di Kota Apel, Masyarakat Sambut Antusias