Home / Berita / Nasional / Gaji Guru Honorer tidak Manusiawi

Gaji Guru Honorer tidak Manusiawi

Anggota Komisi X DPR RI bidang Pendidikan, Rohmani (fpks.or.id)

dakwatuna.com – Jakarta. Anggota Komisi X DPR, Rohmani mengatakan bahwa gaji guru honorer yang masih berada di bawah upah minimum kota (UMK) tidak manusiawi.

“Seharusnya gaji guru lebih dari itu karena tugas dan tanggung jawab mereka yang sangat berat,” katanya di Jakarta, Selasa (21/2).

Anggota komisi yang membidangi masalah pendidikan, olahraga, pariwisata dan kebudayaan itu menyatakan bahwa guru itu melaksanakan agenda negara yang tertera dalam Undang-Undang Dasar.

“Tugasnya mencerdaskan kehidupan bangsa, sehingga tidak etis bila guru mendapat imbalan serendah itu,” katanya menegaskan.

Ia mengatakan bahwa bila gaji guru tersebut tidak disesuaikan dengan UMK, maka sama saja pemerintah tidak melaksanakan amanah konstitusi. “Dengan demikian wajar bila guru honorer itu menuntut hak mereka ditunaikan,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa sangat wajar bila guru honorer itu melakukan gugatan melalui jalur hukum.”Ini hak kok yang dituntut. Boleh-boleh saja mereka menuntut hak dasar mereka sebagai guru,” katanya anggota Fraksi PKS DPR itu.

Dikemukakannya bahwa guru honorer tersebut diangkat oleh pemerintah, sehingga seharusnya pemerintah bertanggung jawab memberikan gaji yang layak bagi guru honorer itu.

“Sekarang pemerintah lari dari tanggung jawab dengan dalih tidak punya anggaran,” katanya menambahkan.

Sebagai langkah awal memperbaiki persoalan guru ini, Rohmani mengatakan perlu ada kerja sama yang baik antara pemerintah pusat dengan daerah.

Di samping itu, menurut dia, juga koordinasi yang baik di antara kementerian terkait.

Karena itu, ia meminta rekrutmen guru honorer harus dihentikan sementara sebelum persoalan guru honorer yang ada saat ini diselesaikan. “Kalau tidak, persoalan ini sulit dituntaskan,” pungkas Rohmani. (Ramdhan Muhaimin/Antara/RoL)

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (7 votes, average: 6,86 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • Bhaltazords

    Ane bingung sama kalimat ini : “Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa” cuma sekarang ini yang ane liat justru “Guru adalah tukang peras siswa” udah digaji, bukannya bersyukur, malah nyebut-nyebut jasa seolah kalo ga ada guru ga bakal jadi orang pinter (padahal gurunya sendiri ga banyak yang pinter). Masih juga meras murid dengan LKS, les tambahan, beli buku pegangan, study tour dll. Kalo ga diikutin pasti “dipangkas” nilainya. Kalo tanpa tanda jasa, terus ngapain ngotot minta bayaran ? Udah dibayar masih ngeluh juga. Maaf bapak dan ibu guru yang terhormat, tanda jasa kalian sudah dilunasi dengan gaji dan honor kalian. Apa lagi yang kalian tuntut ? Tentara juga mengorbankan nyawanya untuk negara tapi ga dibilang pahlawan tanpa tanda jasa. Emang yang berjasa itu cuma guru doang ya ? Petani yang ga makan sekolahan, ga kenal sama yang namanya guru, itu berarti ga ada jasanya buat bangsa dan negara ya ? Cepe lah….

    • captainc

      nah, inilah sebetulnya yang digolongkan sebagai setan kota oleh PKI, mereka cuma orang yang maksa jadi PNS tapi bergaji mesti kayak orag berdasi terus berpura2 golongan terpuji karena mengajar.

Lihat Juga

Pengurus DPD Partai Hanura DKI Jakarta melakukan silaturahim politik ke kantor DPTW PKS DKI Jakarta, Jumat (12/8/2016)

PKS DKI Jakarta Sambut Baik Silaturahim Politik Partai Hanura