Home / Berita / Nasional / JK dan Hasyim Muzadi Tolak Pembubaran FPI

JK dan Hasyim Muzadi Tolak Pembubaran FPI

Hasyim Muzadi dan Jusuf Kalla (inet)
dakwatuna.com – Jakarta. Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan ketidaksetujuannya atas rencana pemerintah untuk membubarkan ormas ormas Front Pembela Islam (FPI).

“Yang penting bukan membubarkan organisasinya, namun menindak tegas pelakunya. Siapa pun itu. Lagipula pelaku kekerasan kan bukan hanya mereka,” katanya di Jakarta, Jumat (17/2).

Ia menjelaskan, ormas tidak bisa ditindak atau pun dibubarkan atas dasar ideologinya. Justru yang terpenting menegakkan hukum atas pelanggaran yang dibuat anggotanya.

“Dulu di zaman Orde Baru, mungkin sebuah organisasi bisa dibubarkan karena ideologinya. Namun saat ini kita tidak bisa seperti itu lagi,” ujarnya.

Hal senada dikatakan mantan Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi. Menurutnya, pembubaran ormas FPI dinilai tidak terlalu efektif dalam meredam aksi kekerasan atas nama golongan.

Pasalnya, ormas ini kemudian akan berubah nama dengan pelaku yang sama. “Kalau FPI dibubarkan dan pengurusnya kemudian membentuk nama baru, lantas apa efektifnya,” katanya. (Che/OL-9/MICOM/hdn)

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (17 votes, average: 9,12 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • setuju… sebaiknya tindak tegas pelakunya. bukan dibubarkan organisasinya.

  • Benar sekali, jika suatu organisasi dibubarkan, maka akan menyimpang dari konteks demokrasi, bukankah prinsip demokrasi juga menghargai kebebasan warga negara untuk membentuk atau menderikan organisasi bukan??. sangatlah jelas, bentuk perusakan yang anarkis adalah pelanggaran hukum, jadi memang yang harus mendapat pidana adalah pelaku perusakan.

  • Kehadiran FPI itu karena pihak pemerintah tidak bisa tegas terhadap kemaksiatan moral yang makin marak di INdonesia. Kalau ada aksi, tentu ada reaksi. Kalau pemerinta tidak tegas terhadap kemaksiatan, tentu yang paling dirugikan adalah umat Islam sebagai mayoritas. Kenapa Pemerintah seakan2 tidak berani mencegah kemaksiatan moral yang dilakukan secara kontinue…

  • dri aja

    bubarkan saja,,,,jika anrkis,,,
    BAGAIMANA ANDA DAPAT BERKATA ANDA BENAR SEDANGKAN KEBANYAKAN ANGGOTA FPI ANARKIS,,,INI NEGARA MERDEKA BUKAN NEGARA FPI,,,
    HAI FPI LIHATLAH DULU KAYU DI DALAM MATA ANDA BARU ANDA BISA MENGELUARKAN KAYU DI MATA ORANG LAIN,,,BAGAIMANA ANDA BISA LIHAT DAN KELUARKAN KAYU DARI MATA ORANG LAIN SEDANGKAN KAYU DI DALAM MATA ANDA TIDAK ANDA KETAHUI DAN ANDA TIDAK KELUARKAN,,,,,,PISS NEGARA INDONESIA KU<<<MERDEKA

  • Samuel Tobing

    PENGHIANATAN TERHADAP NEGARA ADALAH SUBVERSIF..! BUKAN DEMOKRASI..! ORMAS SAMPAHAN, HARUS DILENYAPKAN..!

Lihat Juga

BEM UNJ. (fb.com/bemunjID)

Aliansi Mahasiswa UNJ Bersatu Menolak Tindak Pembungkaman Terhadap Kehidupan Demokrasi Kampus