11:59 - Jumat, 01 Agustus 2014
Dr. Muhammad Widus Sempo, MA.

Mengapa ini Diharamkan? Kenapa Pula ia Diciptakan? [1]

Rubrik: Pengetahuan | Oleh: Dr. Muhammad Widus Sempo, MA. - 10/01/12 | 12:30 | 15 Safar 1433 H

Ilustrasi - Babi (ncbi.nlm.nih.gov)

Ilustrasi – Babi (ncbi.nlm.nih.gov)

dakwatuna.com – Apakah mungkin hewan yang diharamkan punya fungsi kehidupan? Mungkinkah mereka punya tabiat penciptaan yang berlawanan? Mereka di satu sisi haram karena punya dampak negatif terhadap tubuh dan di sisi lain punya misi kehidupan yang mungkin saja belum tersentuh oleh tangan dan pikiran manusia?

Hemat penulis, sebelum terlalu jauh mengais rahasia-rahasia penciptaan mereka, pemerhati tema-tema Qur’an diajak menelusuri hikmah-hikmah syariat yang telah mengharamkan mereka untuk dijadikan sebagai bahan makanan.

Pada umumnya, Islam mengharamkan daging hewan yang berkuku tajam, seperti: singa, harimau, macan, ular, kucing, anjing, dan tikus. Tentunya, laboratorium syariat tidak mengharamkan mereka kecuali ada sebab mendasar yang melatarbelakanginya. Olehnya itu, wajar jika hal tersebut menjadi proyek ilmiah yang menunggu sentuhan-sentuhan dunia sains. Mereka seakan-akan berkata kepada para saintis: “aku haram dimakan karena aku berbahaya terhadap kelangsungan hidup kalian. Akan tetapi, apakah Anda telah menemukan hikmah-hikmah syariat yang telah menjadikan aku haram untuk kalian?“

Dokter Sulaeman Qûsh berkata:

“Medis modern melaporkan bahwa air liur, kotoran, darah, dan sel-sel tubuh hewan-hewan ini mengandung virus yang mematikan, yaitu virus yang menyebabkan penyakit anjing.”[[2]] 

Jika demikian halnya hewan-hewan tersebut, bagaimana dengan babi sendiri?

Manusia cinta kebersihan dan jijik melihat kotoran. Setiap dari mereka punya fitrah penciptaan seperti ini. Olehnya itu, bukan hanya Islam yang mengharamkan babi, tetapi juga syariat-syariat terdahulu, seperti: Yahudi dan Nasrani.

Di dalam Taurat dikatakan:

(هَذِهِ الْبَهَائِمُ التَِّيْ تَأْكُلُوْنَهَا: البَقَرُ، وَالضَّأْنُ، وَالْمَعِزُ…، إِلاَّ هَذِهِ فَلاَ تَأْكُلُوْهَا، مِمَّا يَجْتَرُّ وَمِمَّا يَشُقُّ الظِّلْفَ: الْجَمَلَ وَالأَرْنَبَ وَالْوَبَرَ؛ لأَِنَّهَا تَجْتَرُّ، لَكِنَّهَا لاَ تَشُقُّ ظِلْفًا، فَهِيَ نَجِسَةُ لَكُمْ. وَالْخِنْزِيْرُ، لأَِنَّهُ يَشُقُّ الظِّلْفَ، لَكِنَّهُ لاّ يَجْتَرُّ، فَهُوَ نَجِسُ لَكُمْ، فَمِنْ لَحْمِهَا لاَ تَأْكُلُوْا وَجُثَثِهَا لاَ تَلْمِسُوْا).

“Hewan-hewan ini boleh kalian makan, seperti: sapi, domba, dan biri-biri…, kecuali hewan-hewan ini janganlah engkau memakannya; hewan yang mengeluarkan makanan dari perutnya kemudian dikunyah kembali dan yang kukunya terbelah dua, seperti unta, kelinci dan wabar (kelinci yang berbulu tebal). mereka najis untuk kalian karena tergolong spesies hewan yang mengunyah kembali makanan setelah dikeluarkan dari perut mereka sendiri, meskipun kuku mereka tidak terbelah dua. Demikian pula babi, ia najis untuk kalian karena kukunya terbelah, meski tidak mengunyah kembali makanannya dari perut. Olehnya itu, jangan makan dagingnya dan jangan pula menyentuh bangkainya!”[[3]]

Di Injil sendiri mengatakan:

(وَكَانَ هُنَاكَ عِنْدَ الْجِبَالِ قَطِيْعٌ كَبِيْرٌ مِنَ الْخَنَازِيْرِ يُرْعَى، فَطَلَبَ إِلَيْهِ الشَّيَاطِيْنُ قَائِلِيْنَ: (أَرْسِلْنَا إِلَىْ الْخَنَازِيْرِ لِنَدْخُلَ فِيْهَا)، فَأَذِنَ لَهُمْ يَسُوْعُ لِلْوَقْتِ، فَخَرَجَتْ الأَرْوَاحُ النَّجِسَةُ، وَدَخَلَتْ فِيْ الْخَنَازِيْرِ).

“di pegunungan sana ada sekelompok babi yang sedang digembala, maka setan pun menginginkannya dan berkata: (izinkanlah kami bersemayam di babi-babi itu!) Yesus pun kemudian mengizinkan mereka saat itu, sehingga ruh-ruh kotor keluar dan bersemayam di tubuh babi-babi tersebut” [[4]]

Di tempat lain diberitakan:

(لاَ تُعْطُوْا الْقُدْسَ لِلْكِلاَبِ، وَلاَ تَطْرَحُوْا دُرَرَكُمْ قُدَّامَ الْخَنَازِيْرِ لِئَلاَّ تَدُوْسُهَا بِأَرْجُلِهَا وَتَلْتَفِتَ فَتُمَزِّقَكُمْ).

“Jangan berikan Al-Quds kepada anjing-anjing itu dan jangan pula meletakkan berlian-berlian kalian di hadapan babi-babi itu supaya mereka tidak menginjak-injaknya dan kembali mengoyak-oyak kalian.”[[5]]

Hemat penulis, meskipun tidak secara eksplisit disebutkan pengharaman babi di Injil, tetapi karena ia merupakan simbol kejahatan yang dilakoni oleh ruh-ruh jahat dan umat selain umat Nasrani, maka ia pun dengan sendirinya mengajak fitrah mereka untuk menjauhinya. Bukan hanya itu, di Injil sendiri terdapat beberapa teks yang menyatakan bahwa Nabi Isa as. diutus untuk menyempurnakan syariat yang diemban Nabi Musa as… [[6]] Dan karena pengharaman babi merupakan salah satu syariat Taurat, maka babi pun diharamkan terhadap mereka. Akan tetapi, mengapa di sana masih ada kaum yang membolehkan makan babi? Bukankah ini menyalahi syariat dan fitrah penciptaan mereka sendiri?

Dalam hal ini, Islam pun mengharamkan babi. Ia dan syariat lain senantiasa memberikan perhatian penuh terhadap kesehatan jasmani dan rohani manusia. Olehnya itu, semuanya sepakat terhadap hukum ini.

Allah SWT berfirman:

â إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةَ وَالدَّمَ وَلَحْمَ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ بِهِ لِغَيْرِ اللَّهِ á

“Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. (QS. Al-Baqarah [2]: 173)

Jika ada yang bertanya: “ada apa dengan babi? Mengapa semua syariat Allah mengharamkannya?”

Kepada Anda Ustadz Muhammad Rasyid Ridha menjawab:

“salah satu hikmah haramnya babi karena ia membawa virus berbahaya dan termasuk jenis hewan yang menyukai kotoran.

Kedokteran modern telah membuktikan bahwa bahaya babi datang dari makanannya yang kotor, sehingga di antaranya ada yang menjadi ulat, seperti: Trichinila Spiralis (الدُّوْدَةُ اللُّوْلَبِيَّةُ أَوْ الْحَلْزُوْنِيَةٌ). Ulat ini menjangkiti babi dari bangkai-bangkai tikus yang dilahapnya. Bukan hanya itu, daging babi sangat sulit dicerna akibat gumpalan lemak di serak-serak daging tersebut. Olehnya itu, perut terasa berat dan ingin muntah. Jika ia tidak dimuntahkan maka penderita akan mencer…

Jika Anda berkata: “Ayat al-An’am menegaskan bahwa sebab daging babi diharamkan karena ia kotor. Apakah karena ia suka kotoran ataukah di tubuhnya terdapat bahaya yang mengancam keselamatan jiwa?”

Ketahuilah! Sesungguhnya kata (الرِّجْسُ), yang artinya: kotor, penamaan terhadap segala sesuatu yang berbahaya dan menjijikkan, baik yang materinya nampak atau secara maknawi saja. Olehnya itu, semua yang bernajis disebut (رِجْس) kotoran. Dan pastinya, penamaan Surah al-An’am (الرِّجْسُ)terhadap babi memberi indikasi kuat bahwa ia haram dimakan karena berbahaya dan menjijikkan.”[[7]]

dr. Sulaeman Qûsh menegaskan pernyataan di atas pada laporannya berikut ini:

“babi adalah binatang yang malas dan terlalu suka berhubungan intim. Ia tidak suka cahaya matahari dan tidak punya semangat juang membela diri dari musuh-musuhnya.

Dia memakan semua makanan yang diberikan, bahkan kotorannya sendiri atau kotoran manusia. Ia lebih suka menghabiskan hidupnya di tempat kotor dari tempat yang bersih. Kerjanya makan dan tidur, serta tidak suka bepergian jauh. Jika betinanya ditunggangi oleh jantan lain ia tidak menampakkan sedikit pun kecemburuan dan amarah terhadapnya.

Babi salah satu jenis hewan yang mengantongi pelbagai jenis virus yang mematikan. [[8]] Maka dari itu, ia tidak layak dikonsumsi manusia.”[[9]]

Jika ada yang bertanya dan berkata: “Anda telah menjelaskan panjang lebar hikmah pengharaman babi. Sekarang, tolong beberkan makna-makna kehidupan di balik penciptaannya.”

Ustadz Nursi meletakkan batu pijakan dan pondasi dalam masalah ini. Beliau berkata:

“Setiap makhluk di semesta ini punya tugas masing-masing. Bukan hanya itu, setiap partikel terkecil di kosmos ini punya fungsi tersendiri. Artinya, tidak ada makhluk di alam ini kecuali punya misi yang mereka sedang jalani. Olehnya itu, mereka adalah petugas Rabbânî yang menjalankan misi ketuhanan.”[[10]]

Berangkat dari sini, penulis melihat, sesuai dengan apa yang telah dijelaskan di atas, bahwa babi adalah Cleaning Service gratis yang membersihkan wajah bumi dari pelbagai bentuk kotoran. Olehnya itu, dengan menyadari fitrah penciptaannya, ia melahap kotorannya sendiri dan kotoran manusia. Andai saja tahinya yang tercecer itu tidak dilahap kembali, maka siapa lagi yang akan memungutnya? Kotoran, sampah, dan limbah manusia merupakan isu global yang butuh penanganan serius dan belum terpecahkan sampai pada detik ini. Olehnya itu, wahai mereka yang lalai! Sadar dan pujilah Allah yang membantu kalian mengatasi masalah rumit tersebut! Babi itu tahu diri, bahkan ia ikut sibuk dan turut andil mengentaskan polusi udara oleh ulah tangan kalian sendiri.

Di lain sisi, babi telah menjadi cermin terhadap manifestasi keagungan Sang Maha Bersih, Maha Mengurus, Menjaga keseimbangan kosmos, dan Maha Bijak. Ia mencerminkan sinar-sinar ketauhidan yang terpadu. Ia merupakan ukiran-ukiran keagungan dan ketinggian sifat-sifat Allah tersebut.

Hewan ini pun tidak tinggal diam untuk melukiskan makna-makna kehidupan. Ia seperti menyapa Anda dengan begitu lembutnya dan berkata: “wahai khalifah Allah! Janganlah kalian menyerupai diriku! Jika aku malas kalian harus rajin, jika aku penakut kalian harus pemberani, jika aku terlalu berlebihan melakukan hubungan intim maka kalian wajib menempatkan nafsu sesuai dengan batasan-batasan syariat. Jika kalian seperti ini maka niscaya kalian menjadi insan-insan Rabbânî. Akan tetapi, jika kalian menyerupai diriku maka kalian lebih rendah dariku. Aku menjalankan fungsi kehidupan dan ketauhidan dengan sempurna, tetapi kalian lalai dan lupa diri oleh nafsu.”

Kemuliaan hewan ini tidak terbatas sampai di sini, tetapi ia telah menjadi bahan baku celaan Al-Qur’an terhadap bangsa Yahudi yang melanggar kehormatan hari Sabtu. [[11]] Olehnya itu, mereka dilaknat Allah dengan menjadikan wujud mereka berwujud monyet dan babi sebagaimana yang difirmankan ayat ini:

â قُلْ هَلْ أُنَبِّئُكُمْ بِشَرٍّ مِنْ ذَلِكَ مَثُوبَةً عِنْدَ اللَّهِ مَنْ لَعَنَهُ اللَّهُ وَغَضِبَ عَلَيْهِ وَجَعَلَ مِنْهُمُ الْقِرَدَةَ وَالْخَنَازِيرَ وَعَبَدَ الطَّاغُوتَ أُولَئِكَ شَرٌّ مَكَانًا وَأَضَلُّ عَنْ سَوَاءِ السَّبِيلِ á (QS. Al-Maidah [5]: 59)

Di penghujung tulisan singkat ini, saya mengajak pemerhati tema-tema keislaman menyuarakan kesimpulan berikut ini:

“Sebenarnya babi bukan ancaman bagi manusia. Bahaya yang datang darinya lahir dari ulah tangan-tangan jahil. Mereka telah melanggar kesepakatan syariat-syariat Allah yang mengharamkannya. Seandainya Anda tidak menyentuhnya maka ia pun dengan sendirinya enggan menyakiti Anda. Akan tetapi, Anda sakit karena telah mengabaikan aturan tersebut. Biarkan dia menjalankan misi kebersihan wajah dunia yang diemban fitrahnya! Biarkan dia memancarkan kilau ketauhidan sebagai manifestasi keagungan dan kemuliaan Zat-Nya yang Maha Bersih, memelihara, menjaga, dan Maha Bijak! Biarkan mereka melantunkan tasbih ketauhidan dengan membantu Anda menjaga kebersihan dan Jangan sekali-kali menyakiti mereka dengan menyembelih dan memakannya! Anda patut dihukum karena melanggar larangan. Bukan hanya itu, tapi Anda telah menghapus pahatan-pahatan ketauhidan dan renda-renda kehidupan yang tengah dilakoninya. Hematnya, Hikmah-hikmah ini menghendaki babi tercipta. Bukankah seribu satu kebaikan lebih diutamakan penciptaannya dari satu keburukan yang belum pasti?”

 


Catatan Kaki:

[1] Artikel ini jawaban terhadap pertanyaan salah seorang pemerhati tema-tema keislaman di www.dakwatuna.com: “apa manfaat babi ya? Soalnya itu jg jd pertanyaan sampai skrng sama anakku. belum terjawab dengan ilmiah.”

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2011/12/17062/lalat-sehina-itukah-dia-atau-dia-lebih-mulia-dari-itu/#ixzz1gbVQfmFj

[2] dr. Sulaeman Qûsh, Hikmah wa Asbâb Tahrîm Lahmul Khinzîr fi al-Ilmi wa ad-Dîn, kata pengantar oleh: Muhammad Muhyiddin al-Ashfar, Dar al-Basyir, Cairo, hlm. 17

[3] Perjanjian Lama, Kitab Bangsa Levi, Dar al-Kitab al-Muqaddas, Cairo, cet. 1, 2003, Ayat 11: 1-8

[4] Perjanjian Baru, Injil Markus, Ayat 5: 11-13

[5] Perjanjian Baru, Injil Matius, Ayat 7: 6

[6] Lihat: Ibid, Ayat: 5: 17-18

[7] Lihat: Tafsir al-Manâr, vol. 6, hlm. 135-136

[8] Di dalam tubuh babi terdapat aneka ragam cacing dan virus. Di antaranya:

1. Fasciolepsis Buski (فاشيولبس بوسكي)

Jenis cacing ini tinggal di perut babi dalam jangka waktu yang cukup lama. Ia keluar bersama dengan kotoran dan menetap di genangan air. Jenis ini dapat menyebabkan gangguan alat pencernaan, mencer, dan pembengkakan tubuh yang mengakibatkan kematian.

2. Round Worms (الديدان المستديرة):

Cacing ini panjangnya 270 mm, ia disebut dengan ulat beracun karena dapat menjalar ke seluruh tubuh. Di antara penyakit yang ditimbulkan: radang paru-paru, sesak nafas, alat pencernaan tersumbat, dan radang pankreas.

3. Hook Worms (الديدان الخطافية):

Cacing ini masuk ke tubuh lewat pori-pori kulit. Ia dapat menyebabkan mencer yang disertai pendarahan kuat sehingga stamina tubuh melemah, kulit berubah, tubuh membengkak, dan lemah jantung.

4. Paragonimus (باراجونيميا):

Jenis ini hidup di paru-paru babi. Ia dapat menyebabkan gangguan pernafasan bagi babi sendiri dan obatnya belum ditemukan sampai pada saat sekarang. Di antara penyakit yang ditimbulkan: gangguan pernapasan yang mengakibatkan batuk keras dan pendarahan kuat di paru-paru.

5. Clonorchis Sinensis (كلونوركس سيننسس):

Cacing ini hidup di sekitar hati babi. Ia dapat menyebabkan gangguan hati, mencer, dan kematian akibat kekurangan cairan.

6. Giganthorinchus (جايجا نثورنكس):

Cacing ini hidup di alat pencernaan babi dan dapat menyebabkan kekurangan darah dan gangguan alat pencernaan. Yang demikian itu karena ia hidup di dinding alat pencernaan manusia.

7. Trichinila Spiralis (الدودة اللوبية أو الحلزونية):

Jenis cacing ini sulit terdeteksi, tubuhnya sangat kecil. Ia hidup di daging babi dalam jangka waktu yang cukup lama dan belum diketahui sampai pada saat sekarang derajat panas yang mungkin dapat melumpuhkannya di saat dimasak. Di antara penyakit yang ditimbulkan: rematik, anggota tubuh terasa nyeri, perih, dan lambat bergerak sehingga ia tidak dapat bekerja keras. Ia dapat menyebabkan kematian jika menyumbat saluran makanan yang menghubungkan antara perut dan dada. Di samping itu, jika ia hidup di perut maka akan menimbulkan penyakit perut, mencer, anggota tubuh melemah, dan pembengkakan di wajah dan mata.

8. Schistosoma Japonicum (دودة البلهارسية الآسيوية):

Spesies ini sangat berbahaya. Babi salah satu hewan yang memelihara cacing ini. Ia masuk ke tubuh manusia lewat pori-pori dan menyusut ke darah dan paru-paru. Setiap ekor dari mereka menghasilkan 20.000 telur tiap harinya yang setiap saat menjadi ancaman berbahaya terhadap alat pencernaan, hati, dan otak. Ia dapat menimbulkan pelbagai jenis penyakit yang dapat mengakibatkan lumpuh dan kematian.

[Lihat: dr. Sulaeman Qûsh, Op. Cit. hlm. 24-30]

Hematnya, tsunami bahaya babi bukan hal yang dapat ditutupi dan dipungkiri. Khususnya, pasca flu babi (H1N1, atau H1N1/09) yang menggemparkan dunia pada tahun 2009. Virus ini terdiri dari 5 jenis virus yang berbeda, yaitu: flu babi dan burung di Amerika Timur, flu manusia, dan dua flu babi asal Asia dan Eropa. Yang jelasnya, komplikasi virus-virus ini terjadi di tubuh babi. [Lihat: Prof. Dr. Sahar Talaat, Liqâh Influensa al-Khanâzîr, published by: www.islamonline.net, 1430 H/2009 M, hlm. 8]

[9] Op. Cit, hlm. 18-19, dan lihat juga pernyataan Ustadz Nursi tentang bahaya daging dan lemak babi di: Masâil ad-Daqîqah fil Ushûl wa al-Aqîdah, hlm. 69-70

[10] Bediuzzaman Said Nursi, Haqâiq al-Ïmân, diterjemahkan ke bahasa Arab oleh: Ustadz Qâshim ash-Shâlihî, Sözler Publications, cet. 5, 2009, hlm. 70

[11] Mereka diwajibkan tinggal beribadah di rumah mereka pada hari tersebut dan tidak melakukan kegiatan apapun seperti hari-hari sebelumnya. Namun, mereka tidak mematuhi kewajiban itu dan meninggalkan rumah mereka menuju pesisir laut menangkap ikan setelah air surut. Di antara penafsir ada juga yang mengatakan bahwa yang dilaknat jadi monyet adalah bangsa Yahudi yang melanggar kehormatan hari Sabtu dan yang dilaknat menjadi babi adalah mereka yang mengingkari kebenaran jamuan (المائدة) Allah SWT terhadap Nabi Isa As. Yang turun langsung dari langit. [Lihat: Tafsir Syekh Abi as-Suûd, vol. 2, hlm. 292]

Dr. Muhammad Widus Sempo, MA.

Tentang Dr. Muhammad Widus Sempo, MA.

*B.A.Qur'an Exegesis (Tafsir), University of Al-Azhar, Cairo, Egypt. *M.A. Qur'an Exegesis (Tafsir), University of Al-Azhar, Cairo, Egypt. *PhD. Qur'an Exegesis (Tafsir), University of Al-Azhar, Cairo, Egypt [Profil Selengkapnya]

Redaktur: Hendra

Keyword: , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (430 orang menilai, rata-rata: 9,24 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
  • 326.702 Hits
  • Email 8 email
  • Guest

    saya suka dengan artikel ini, di artikel ini dijelaskan mengapa babi diciptakan dan kmudian diharamkan

    penulis tidak hanya memamparkan babi sebagai hewan yang najis, tapi juga fungsi babi untuk kehidupan. Dan mengingatkan manusia agar tidak berperilaku seperti babi

    untuk yang comment2 tidak suka dengan pmbhasan ini, ya sudahlah lbih baik tidak usah dibaca artikel ini, tpi untuk yang mau tahu yaa silahkan dibaca, bgus untuk pengetahuan agar kita lebih berilmu

    terimaksih :)

  • Cak jeh

    Babi di
    Agama kita jelas diharamkan seperti yang
    tertera di al qur’an,tapi tak lepas dari itu sebagain segelintir manusia yang sifatnya sama seperti kita( rasa
    ingin tau yang tinggi) . Dalam hatinya berkata kenapa babi tidah boleh dimakan
    padahal rasanya gurih? . Dari situlah kita mendapatkan sisi positifnya yakni
    dalam daging babi ditemukan cacing pita begitupula telur-telur cacing serta
    karna hidupnya jorok dibabi itu banyak hidup bakteri dan kuman berkembang biak.
    Namun bila ada manusia bisa berpikiran
    untuk menghilangkan bakteri,kuman,cacing pita dll. Itu rasanya tak mungkin
    karna di bumi ini kita tak lepas dari makhluk mikroorganisme. Karna mengapa
    mikroorganisme itu sudah ada sejak zaman dulu karna merekalah pembawa penyakit.
    Mh mikroorganisme itu sudah dapat beradaptasi sampai sekarang. manusia mungkin
    bisa membunuh mereka namun sebagain kecil mereka. Contohnya dengan cara memberi
    desinfektan dll tapi hanya bisa membunuh di tempat itu saja. Ingat MH itu
    takkan bisa kita musnahkan semuanya karna hewan(bakteri dll),tumbuhan(jamur
    dll) mereka berkembang biak dengan beradaptasi beda dengan kita, kita bisa
    bertahan hidup karna akal fikiran kita yang bekerja.

  • Afin

    mas-mas yg pintar yang insyaAllah taat kepada Allah SWT..
    saya
    sependapat dengan pernyataan mas sentul kenyut tentang kemajuan ilmu
    jangan selalu pakai yang KUNO (intinya) walaupun sebenarnya
    pendapat-pendapat lama itu tidak bisa dibantah (sudah terbukti oleh
    banyak penelitian bahkan penelitian orang eropa maupun amerika sendiri),
    tetapi kurang sependapat jika kita tidak berpikir untuk memahami suatu
    pernyataan Allah SWT dalam Al-Qur’an dalam menjalankan perintahnya, coba
    maknai kehidupan ini apa esensinya? apa kita diciptakan bukan untuk
    berpikir, untuk memahami pembicaraan ini saja pasti kita semua (yang
    comment) pasti berpikir. bagaimana kita bisa mengerti pembicaraan Allah
    SWT melalui Al-Qur’an jika kita tidak memahami, maka dari itu kita
    ketahui bersama ada berbagai ilmu tafsir untuk mencoba memahami
    Al-Qur’an (dalam Al-Qur’an ada makna yang tersirat dan ada makna
    tersurat.. khusus makna tersirat perlu ilmu tafsir untuk bisa paham
    betul dibalik ayat-ayat Allah SWT). saya juga sependapat dengan berbagai
    comment yang mengangkat keutamaan penjelasan pada orang awam (baik Non
    muslim/muslim).. mungkin ada sebagian orang awan yang tidak bisa
    langsung terima jika Babi disebut2 Haram tanpa ada penjelasan rasional..
    maka perlu kita ketahui penjelasan2 seperti yang penulis buat pada
    postingan.. InsyaAllah ada gunanya.
    mungkin untuk beberapa orang
    (seperti wew dan Sentul kenyut) sudah begitu yakin pada larangan Allah
    SWT, tapi apa yang kalian akan perbuat jika ada orang yang ingin masuk
    islam, lantas mempertanyakan mengapa babi dikatakan haram? apa hanya
    harus menjawab dengan ‘Itu perintah Allah SWT’, memang itu benar,, tapi
    akan lebih meyakinkan jika kita bisa mengkaitkan Ilmu dengan Al-Qur’an.
    karena sudah jelas kita ketahui bahwa Al-Qur’an yang kita yakini firman
    Allah SWT itu ada ilmu-ilmu pengetahuan yang sudah bisa kita buktikan..
    seperti pada surat Al-Alaq tentang deskripsi pembentukan manusia, dan

    Pembentukan Awan

    Allah swt. berfirman:

    أَلَمْ
    تَرَ أَنَّ اللَّهَ يُزْجِي سَحَابًا ثُمَّ يُؤَلِّفُ بَيْنَهُ ثُمَّ
    يَجْعَلُهُ رُكَامًا فَتَرَى الْوَدْقَ يَخْرُجُ مِنْ خِلَالِهِ
    وَيُنَزِّلُ مِنَ السَّمَاءِ مِنْ جِبَالٍ فِيهَا مِنْ بَرَدٍ فَيُصِيبُ
    بِهِ مَنْ يَشَاءُ وَيَصْرِفُهُ عَنْ مَنْ يَشَاءُ يَكَادُ سَنَا بَرْقِهِ
    يَذْهَبُ بِالْأَبْصَارِ

    “Tidakkah kamu melihat bahwa Allah
    mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian) nya,
    kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan
    keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran)
    es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti)
    gunung-gunung… maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa
    yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang
    dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan
    penglihatan.” [An-Nur: 43].

    Allah swt. berfirman:

    وَجَعَلْنَا فِيهَا رَوَاسِيَ شَامِخَاتٍ وَأَسْقَيْنَاكُمْ مَاءً فُرَاتًا

    Dan Kami jadikan padanya gunung-gunung yang tinggi, dan Kami beri minum kamu dengan air yang tawar?”[ Al-Mursalat: 77].

    Gunungberperan
    dalam pembentukan awan, sehingga daerah pengunungan adalah daerah yang
    paling sering disirami hujan. Selain itu, gunung berfungsi
    dalam
    menyimpan dan mendistribusikan air. dan penjelasan berikutnya “dan Kami
    beri minum kamu dengan air yang tawar?”, ayat ini dibuktikan bahwa kita
    dapat meminum air tawar,,
    dari beberapa ayat-ayat Al-Qur’an saja
    sudah jelas bahwa ada ayat yang bisa kita jadikan pedoman dalam hidup
    didunia (Menutut ilmu), Allah SWT telah memberi bekal kepada kita.
    banyak pula ilmu pengobatan yang bersumber dari ayat-ayat Al-Qur’an
    seperti penggunaan madu dan buah kurma. Ayat-ayat Allah SWT mana lagi
    yang ingin kita sangkal.. beberapa ayat telah terbukti di dunia ilmu
    pengetahuan dan telah diterapkan selama berabad-abad.

    jadi saya setuju dengan beberapa pendapat, namun tidak setuju dengan beberapa pendapat..
    semua kembali kepada Allah SWT.

    saran
    untuk semua : jika ingin menjawab pertanyaan orang lain tidak dengan
    emosi.. sudah kita ketahui emosi adalah salah satu sifat setan. jadi
    pakailah akal dan hati agar kita bisa memahami dan tidak menyakiti hati
    orang lain.terima kasih. pandangan dan diskusi yang terbuka dan baik.

  • yan ten

    FIKIRKAN! Bukan semua ciptaan Allah untuk dimakan. Makanlah pokok kayu,
    bukannya ada larangan makan pokok kayu. Babi yang di haramkan pula yang
    mau dimakan sedangkan banyak lagi daging halal yang boleh dimakan. Itu
    namanya sengaja terang-terangan engkar dengan larangan Allah.

  • http://muhammadwidussempo.blogspot.com/ Fayyadh Muhammad Widus

    tulisan ini benar-benar menggugah decak kagum intuisi muslim yang bertambah yakin terhadap kebenaran hukum islam. ya. jika sesuatu diperintahanka Allah, maka wajib dilaksakan. tahu atau tidak tahu hikmanya. tetapi dengan mengetahuinya, kerohanian muslim menguat dan merasakan sentuhan-sentuhan islam yang sejuk. jadi, ilmu pengetahun bukan musuh islam. justru, ia penguat dan saksi terhadap kebenaran Islam…

Iklan negatif? Laporkan!
98 queries in 2,416 seconds.