Home / Berita / Internasional / Asia / Pemukim Yahudi Serang Sekolah, Anak Palestina Belajar di Pinggir Jalan

Pemukim Yahudi Serang Sekolah, Anak Palestina Belajar di Pinggir Jalan

Ilustrasi (knrp)

dakwatuna.comSekelompok pemukim Yahudi kembali menyerang warga Palestina. Kali ini target serangan mereka adalah para siswa siswi sekolah Qurtuba di Hebron.

Selama tiga hari belakangan ini, para guru dan siswa sekolah itu tidak bisa datang ke sekolah karena dihalang-halangi oleh para pemukim Yahudi. Pemukim Yahudi itu melempari guru dan siswa di sekolah itu dengan batu dan botol-botol kosong.

“Sekelompok pemukim Yahudi menyerang sekolah dan melempari kami dengan batu dan botol-botol kosong. Saya melawan dan berusaha mengusir pemukim Yahudi itu dari sekolah, tapi mereka malah memukuli saya,” kata Mohammad Rashid Zlum, penjaga sekolah Qurtuba.

Para guru memutuskan untuk tetap melakukan kegiatan belajar mengajar di pinggir jalan raya, tak jauh dari lokasi sekolah mereka. Menurut Ibtisam Al-Jundi–direktur sekolah–tentara-tentara zionis sengaja menghalang-halangi siswa sekolah dan mahasiswa yang akan pergi ke sekolah atau ke kampusnya, dengan alasan tak seorang pun warga yang dizinkan memasuki wilayah Israel tanpa melalui pemeriksaan lengkap dengan menggunakan perangkat elektronik di pintu gerbang Daboya.

Al-Jundi mengatakan, sekolahnya menolak kebijakan militer Israel itu dan guru-guru akhirnya membuka sekolah darurat di pinggir jalan, tepat di depan pos pemeriksaan Jalan Syuhada di pusat kota Hebron.

Koresponden kantor berita WAFA di Hebron melaporkan, pasukan zionis di kota itu juga menghalang-halangi wartawan yang akan meliput beritanya, dengan melarang para jurnalis mendekat ke Jalan Syuhada. Selain wartawan, sejumlah pasukan dari Temporary International Presence Delegation hanya bisa mengawasi tindak tanduk tentara zionis dari sisi jalan. (aisyah/im/knrp)

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (6 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Banjir darah di kota Dhaka Bangladesh akibat buruknya sistem drainase, pasca pemotongan hewan Qurban yang diiringi dengan hujan (14/9/2016). (indiatimes.com)

Beberapa Ruas Jalan di Bangladesh Banjir Darah