Home / Berita / Nasional / MUI: Selama Ramadhan Perbanyak Tayangan Religius

MUI: Selama Ramadhan Perbanyak Tayangan Religius

Ilustrasi (inet)
Ilustrasi (inet)

dakwatuna.com – Jakarta. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Amidhan meminta stasiun televisi nasional maupun daerah lebih teliti memilih program tayangannya selama bulan Ramadhan. Selama bulan suci itu, tayangan diminta lebih  religius.

Amidhan meminta selama Ramadhan program televisi menghormati umat muslim yang berpuasa. Dia meminta setidaknya ada tiga yang perlu di perhatikan dalam setiap program acara yang akan di siarkannya yakni waktu, Lokasi dan substansinya.

“Terkait dengan waktu substansinya, perlu diperhatikan waktu ketika sebuah tayangan akan di siarkan secara luas. Contohnya waktu menunggu berbuka puasa dan menjelang hingga usai shalat hendaknya staisun Televisi menampilkan tayangan yang religius dan bersifat mendidik keimanan dan kataqwaan melalui ceramah, kultum hingga sinetron religus,” terang KH Amidhan yang dihubungi Tribunnews melalui selulernya, Selasa(12/7/2011) sore.

Dan setelah itu hingga menjelang sahur dan imsak, tambah KH Amidhan, diperbolehkan untuk menyiarkan siaran-siaran yang bersifat umum, akan tetapi tidak sampai melanggar undang- undang pronografi.

“Pada intinya di setiap saluran televisi yang menayangkan program acara wajib melakukan pengawasan dan pemantauan secara detail untuk program televisi yang mereka punyai,” terang Amidhan.

Pihaknya tidak melarang tayangan yang bersifat informasi. Program berita diperbolehkan mengingat sifatnya penting, informasi dan keharusan yang sesuai dengan aturan yang berlaku. (Iman Suryanto/Anita K Wardhani/TN)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

SNH: Lamban Tangani Kasus Penistaan, Polisi Diujung Tanduk