Home / Berita / Prof. Qassem: Hamas Capai Prestasi Sejarah Yang Luar Biasa

Prof. Qassem: Hamas Capai Prestasi Sejarah Yang Luar Biasa

dakwatuna.com – Nablus, Profesor ilmu politik di Universitas Nasional An-Najah, Dr. Abdel Sattar Qassem, mengatakan bahwa selama 22 tahun Gerakan Perlawanan Islam Hamas telah berhasil mencapai prestasi besar bersejarah, menciptakan keseimbangan di kawasan Palestina, dan berperan dalam membangun titik fokus di Jalur Gaza, setelah bertempur dalam perang pertama melawan entitas Zionis sejak tahun 1948 di tanah Palestina, ini merupakan prestasi besar.

Qassem mengatakan, dalam sebuah dialog koresponden Infopalestina, Sabtu (12/12), “Hamas berhasil mencapai prestasi yang hebat, karena telah mampu membangun titik fokus di Jalur Gaza, setelahbertempur dalam perang pertama menghadapi entitas Zionis sejak tahun 1948 di tanah Palestina.”

Dia menambahkan bahwa munculnya Hamas di kawasan Palestina telah menciptakan keseimbangan di sana, setelah sebelumnya menjadi monopoli gerakan Fatah, yang dikelola oleh satu orang; yaitu Yasser Arafat. Dia menegaskan bahwa masuknya Hamas telah memberi faedah dan memperkaya bangsa Palestina dan issu nasionalnya. Dia mengatakan, “Sekiranya Hamas tidak berdiri dan tidak ada di arena Palestina, pastilah issu Palestina telah habis sejak waktu yang lama.”

Dia menjelaskan bahwa Hamas telah berhasil memindahkan pertempuran dari luar ke dalam Palestina. Inilah hal yang paling tidak bisa membuat tidur penjajah Israel, dulu dan sekarang. Penjajah Israel gagal memenangkan perang terhadap Gaza dan yakin bahwa segala sesuatunya akan lebih sulit di masa depan.

Qassem mengatakan, “Yang diperlukan gerakan Hamas pada tahap ini adalah mensolidkan dan memperkuat dirinya dalam hal militer dan keamanan, dan kemudian bila ada yang ingin dari dunia internasional untuk berbicara dan berdialog dengannya maka hendaklah disambutnya secara secara terbuka dan tidak dengan rahasia. “Barangsiapa yang ingin mendekati Hamas berdasarkan sikap, tujuan dan strategi gerakan maka diterima dengan baik dan Hamas tidak perlu meminta kerelaan orang-orang Eropa bila ingin terbuka dengan mereka. (seto/ip)

Redaktur: Ulis Tofa, Lc

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (10 votes, average: 9,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Supporter Indonesia membuat Aksi Atraktif dengan membentuk Koreo Bendera Palestina saat Laga Timnas dengan Malaysia, Selasa (

(Video) Penampakan Koreografi Bendera Palestina dan Indonesia di Laga Indonesia vs Malaysia