Topic Archives: Sejarah Syiah

Sejarah Kelahiran dan Perkembangan Syiah Dua Belas Imam (Bagian ke-4)

Syiah Muncul akibat Akumulasi Peristiwa yang Ditimbulkan oleh Peristiwa Karbala dan Berbagai Perkembangan Umat Islam Saat Itu. Di antara pendukung pendapat ini adalah Dr. Kamil Musthafa as-Syibi. Menurutnya meskipun gerakan Syiah politik telah muncul pada masa-masa awal, sebagaimana diungkap oleh beberapa peneliti di atas, namun sebagai gerakan Syiah yang spesifik baru dimulai dari gerakan Tawwabun yang muncul pada tahun 61 H.

Baca selengkapnya »

Sejarah Kelahiran dan Perkembangan Syiah Dua Belas Imam (Bagian ke-3)

Dengan meninggalnya Utsman, maka Islam terbagi menjadi dua kelompok: Kelompok Ali dan kelompok Muawiyah. Al-hizbu (kelompok) dalam bahasa Arab disebut Syiah, dengan demikian kelompok Ali berhadapan dengan kelompok Muawiyah. Namun setelah Muawiyah naik tahta khilafah, yang bukan sekadar pemimpin dari sebuah kelompok, maka istilah Syiah pada akhirnya hanya dipakai untuk menunjukkan pengikut Ali. Pemakaian term ini juga untuk membedakan dengan kelompok khawarij, yang merupakan lawan politiknya.

Baca selengkapnya »

Sejarah Kelahiran dan Perkembangan Syiah Dua Belas Imam (Bagian ke-2)

Hingga masa terpilihnya Abu Bakar sebagai khalifah dalam peristiwa as-Saqīfah di balairung Bani Sa`idah, belum terbentuk kubu di kalangan umat. Dalam artian; pada saat itu belum ada Islam Sunni atau Islam Syiah. Mereka adalah umat yang satu, dengan beragam ide dan gagasan. Merekapun bersatu padu dalam membangun, menyebarkan dan menegakkan agama Allah di muka bumi, meskipun terjadi beberapa perbedaan pendapat di antara mereka

Baca selengkapnya »

Sejarah Kelahiran dan Perkembangan Syiah Dua Belas Imam (Bagian ke-1)

Hampir seluruh ulama Syiah berpendapat bahwa Syiah muncul di zaman Rasul. Menurut Muhammad Husain az-Zain al-Amily[1] dan Makruf al-Husaini[2], Rasul adalah penebar benih pertama tasyayyu' (kesyi'ahan) serta penyemainya melalui perintah-perintah yang selalu ditaati. Rasul pula yang telah memberi kabar gembira bahwa Ali dan pengikutnya telah mendapatkan ridha dari Allah, akan masuk surga, dan berada di samping kiri dan kanan Nabi serta demikian pula Ahli Baitnya.

Baca selengkapnya »