Figure Archives: Khadijah RA

Empat Ciri Wanita Penghuni Surga

“Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezeki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan: "Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu." Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada istri-istri yang suci dan mereka kekal di dalamnya”. (QS. Al-Baqarah: 25)

Baca selengkapnya »

Karena Dirimu Begitu Berharga

Di sinilah aku belajar untuk memahami apa itu izzah ataupun iffah. Lewat kejadian inilah aku menyadari bahwa kita sungguh berharga apabila kita menjaga harga diri dan kehormatan kita. Jaga hati kita untuk yang terbaik jangan umbar perasaan kita, sungguh kita sebagai wanita sangatlah berharga janganlah kau menjatuhkan kebehargaanmu dengan kelakuan burukmu sendiri.

Baca selengkapnya »

Tetap Menolak!

Berbagai teori yang diungkapkan untuk melegalkan perilaku homoseksual sebenarnya hanyalah upaya mencari pembenaran atas perilaku buruk yang mereka lakukan. Mereka yang tak dapat menghindari buruknya perilaku itu maupun sudah menaruh hati kepada para pelaku homoseks tidak tega bila dikatakan homoseksual adalah perilaku yang menyimpang. Dibuatlah berbagai pembenaran, salah satunya melalui jalur para ilmuan.

Baca selengkapnya »

Mother’s Day: The Supermom Project

Sikap yang harus dilakukan oleh kaum Ibu Indonesia adalah menjadikan Hari Ibu sebagai ajang proyek supermom, Mother’s Day: The Supermom Project. The Supermom Project ini diharapkan menjadi batu loncatan bagi kaum ibu Indonesia untuk mengingat kembali apa yang sudah diperjuangkannya sejak hari pernikahan terjadi. Hari Ibu sudah sepantasnya menjadi pengingat bahwa kaum Ibu Indonesia memiliki potensi lebih bahwa mereka memiliki kapasitas dalam membangun masyarakat juga.

Baca selengkapnya »

Seberapa Berani Anda Membela Islam?

Akhirnya, kembali ke pertanyaan awal, “Seberapa berani Anda Membela Islam?” terkhusus kepada wanita muslimah, jawablah dengan berani menyelami setiap makna dalam buku ini secara utuh dan paripurna, kemudian berani mengaplikasikan dalam kehidupan sehari – hari untuk membela Islam sebagaimana Nabi dan Rasulullah dan para shahabiyah telah membelanya. Sekali lagi, keberanian bukanlah milik lelaki muslimin saja tetap juga milik wanita muslimah. Semoga Allah memberikan kekuatan diri kita meneladani jalan salafus sholeh seperti mereka. Wallahu a’lam bish showwab.

Baca selengkapnya »

Jika Allah Telah Memilihkan Jodohmu..

“Saat kita ditanya, kapan nikah?” maka jawablah ,”Saya sedang mempersiapkan bekal ketaqwaan untuk bertemu jodoh saya nanti,” kata ustadz Salim. Karena untuk melangkah menuju pernikahan itu harus disiapkan secara matang. Harus siap secara moral, spiritual, konsepsional, fisik, sosial dan material.

Baca selengkapnya »

Sahabat Akhirat

Kutahu keimananku tak sekuat Khadijah binti Khuwailid. Yang rela ikhlas menyumbangkan hartanya di jalan Allah. Kutahu kecakapanku jauh dibanding Aisyah binti Abu Bakr. Yang sanggup menghafal beribu-ribu hadits. Kutahu kesetiaanku tak sebanding Fatimah binti Muhammad. Yang menerima Ali bin Abi Thalib dengan segala kesederhanaannya.

Baca selengkapnya »

Wanita, Kartini, dan Emansipasi dalam Tinjauan Sejarah Islam

Emansipasi yang ditunggangi oleh para kaum liberalis dan feminisme semakin mengemuka akhir-akhir ini. Posisinya semakin kuat karena didukung oleh keawaman banyak masyarakat Indonesia. Sebagai contoh, salah seorang ibu yang beranggapan bahwa hari Kartini merupakan hari kebebasan bagi mereka untuk mengerjakan tugas-tugasnya sebagai seorang wanita. Hal ini didapatkan secara nyata di salah satu daerah di Indonesia. Mungkin ini hanya salah satu contoh kecil mengenai isu emansipasi yang telah tertancap di masyarakat. Padahal dari muatan-muatan perjuangan Kartini, hanya mengajarkan agar kaum wanita berpendidikan dan mampu mengetahui kodratnya sebagai wanita. Sebagaimana kumpulan tulisannya yang kemudian diterjemahkan dalam buku “ Habis Gelap Terbitlah Terang”. Beberapa sejarawan menegaskan sebagai inspirasi Kartini dari ayat Al Qur’an “mina dzulumaati ila nuur”. Sehingga sudah sepantasnya masyarakat memahami bahwa wanita tidak akan pernah setara dengan laki-laki. Namun, tidak juga berada di bawah mereka. Karena keduanya merupakan pasangan yang saling melengkapi. Usaha mereka dalam menempuh pendidikan setinggi-tingginya tidak lain hanya untuk meningkatkan keterampilan dalam mendidik anak-anaknya kelak. Karena tidak bisa dinafikan bahwa ibu adalah madrasah pertama bagi seorang anak.

Baca selengkapnya »