Home / Arsip Kata Kunci: beri

Arsip Kata Kunci: beri

Cinta Adalah Memberi

Seorang pemuda kurus dan berkulit gelap tidak pernah menyangka dalam perjalanannya mengarungi arus, dalam perjalanan perantauannya, bahwa dalam perjalanan tersebut akhirnya ia menemukan cinta. Tentu ini bukan perkara mudah, karena cinta adalah memberi, maka seorang lelaki harus berani berjuang, bukan lelaki namanya bila ia tak berjuang, bukan sang pencinta sejati namanya bila dalam perjuangan cintanya ia tak mampu berjuang untuk yang di cintainya. Bukan lelaki namanya bila berjuang untuk uang panaik (dalam adat Bugis Makassar) saja ia harus perhitungan dan tak mau berkorban, bukan sang pencinta sejati bila ia tak mau berjuang untuk memenuhi takaran mayam (dalam adat Aceh), sebab cinta sejati patut diperjuangkan, cinta yang tulus akan menarik akar kaki dan otakmu untuk berjuang diluar batas kemampuanmu, hingga ikhtiar maksimal dari sang pemuda kurus dan berkulit gelap ini di jawab oleh Yang Maha Cinta, bahwa sekeras dan sekuat apapun manusia berusaha, Allah lah yang menentukan hasilnya.

Baca selengkapnya »

Hampir Kusesali yang Telah Kuberikan Itu

Agamaku, memang berada dalam kondisi kekurangan dan keterbatasan. Namun, kondisi itu diperparah oleh perilaku umatnya sendiri, tentang rasa dan kepedulian. Kebetulan, lebaran baru saja berlalu, betapa kebanyakan umat ini terjebak dalam rutinitas yang cenderung foya-foya, seperti menyalakan petasan dan kembang api secara berlebihan. Begitu banyak sumber daya umat ini yang digunakan untuk hal-hal yang bersifat hura-hura, konsumtif, bahkan mubazir, yang semestinya diminimalisir. Kita lebih banyak mencari kesenangan sesaat daripada kebahagiaan yang sesungguhnya. Sementara di antara kita ada orang yang kesusahan, orang sakit yang tak mampu berobat, atau anak yang tak punya biaya untuk sekolah, namun yang lebih peduli pada mereka justru datang dari agama lain.

Baca selengkapnya »

Pemberian, Bukan Sekadar Memberi

Pentingnya memberi kepada orang lain, terutama kepada orang miskin ini memunculkan tindakan konsep sedekah, ini didasarkan bahwa manusia muncul sebagai perwakilan dari dewa-dewa dan mereka yang sudah mati, jika sesungguhnya dia telah pernah berhenti menjadi seperti itu. Orang Hausa sering kali terjadi suatu penyakit demam endemik pada waktu jagung-guinea sudah siap dipanen, dan cara satu-satunya untuk mengatasinya ialah dengan cara memberikan hadiah gandum kepada orang miskin.

Baca selengkapnya »

Tentang Memberi

Pada akhirnya bukan tentang apa yang akan didapat setelah memberi, melainkan tentang hakikat memberi itu sendiri. Memberi merupakan manifestasi penyucian jiwa. Dalam kitab Ihya Ulumuddin dijelaskan bahwa manusia akan diuji dengan segala hal yang dicintai, baik itu harta, pasangan hidup, jabatan, dll. Allah akan menguji dengan berpisah dari apa yang dicintai. Dengan harta manusia menyukai dunia dan lari dari mati.

Baca selengkapnya »

Jika Ingin Diberi

Jadi, berharaplah hanya kepada Allah. Dan jadikanlah Allah alasan kita melakukan segalanya. Walaupun itu hanya tersenyum kepada sesama. Jika tersenyum saja Allah memberikan pahala kepada kita, apalagi sesuatu yang lebih dari hanya sekedar tersenyum. Tapi manusia itu memang tidak ada yang sempurna. Jika saat ini kita belum tulus dan ikhlas melakukan sesuatu apapun, marilah kita belajar melakukan hal itu dengan alasan Allah. Karena Allah akan membalas segalanya.

Baca selengkapnya »

Makna Memberi dan Menahan Diri

Ternyata hakikatnya memberi itu lebih indah dari diberi. Tak rugi memiliki cita-cita ingin diberi kemampuan untuk senantiasa bisa memberi, berbagi dan bermanfaat bagi orang lain. Dimudahkan untuk bisa memberi sekalipun dalam keadaan mengalami keterbatasan, dikuatkan menahan diri meski dalam kondisi kekurangan.

Baca selengkapnya »