Home / Radin Pendriya

Radin Pendriya

Biro Khusus Kaderisasi Jama'ah Shalahuddin UGM 1437 H

Cahaya Islam yang Hilang ke Negeri Sakura

Hari ini kaum muslimin kehilangannya. Cahaya yang telah terbang menghilang ke negeri tak banyak pengagungan terhadap Allah. Banyak dari ia yang rajin ibadah namun muamalahnya tak mencerminkan Islam. Banyak yang muamalahnya Islami namun lalai terhadap kewajiban ibadahnya. Dikotomi bahwa muamalah (profesional, hubungan terbaik kepada manusia) bukanlah bagian dari ibadah merenggut pikiran sekuler masyarakat.

Baca selengkapnya »

Tidakkah Kamu Berpikir?

Kita memiliki mata, telinga, kulit, lidah. Apakah dulu (saat sperma) kita pernah merencanakan untuk mendengar melihat, merasa dan meraba? Atau lihat kuku yang biasa kita gunakan untuk menggaruk, apakah dulu (saat sperma) kita sudah merencanakan membuat kuku karena tahu bahwa kulit dapat merasakan gatal? Mari renungkan lebih dalam tentang alam semesta termasuk ke dalam diri kita sendiri. Bagaimana semua ini berjalan seimbang dan sempurna? Siapa yang mengaturnya? Tidakkah kamu berpikir?

Baca selengkapnya »

Jika Kehidupan Setelah Mati Tidak Ada

Banyak orang baik yang terasing di dalam dunia karena dunia ini sekarang banyak diisi orang-orang buruk. Mereka yang tetap mempertahankan kejujuran disingkirkan. Mereka yang menolak pacaran dianggap aneh. Mereka yang tidak ikut di dalam dunia hedonis dianggap sebagai orang yang ketinggalan zaman. Sungguh kasihan orang-orang yang hidup dalam kebaikan karena dikucilkan oleh lingkungan. Mereka dianggap berlebihan dan aneh. Kalau begitu mengapa kita masih mempertahankan kebaikan-kebaikan kita? Bukankah lebih enak jika kita menjadi orang buruk dan menjalani hidup ini dengan penuh kesenangan bersama mereka?

Baca selengkapnya »

Bangkit atau Mundurkah Islam Hari Ini?

Puncak keburukan dan kebaikan seolah-olah mulai berkumpul di zaman ini. Itu semua mempengaruhi generasi-generasi muda yang akan memimpin negeri ini kelak. Puncaknya mungkin ketika generasi ini dewasa dan menggantikan generasi ibu-bapaknya. Dunia mulai panas, hari ini yang jahat dan baik bagaikan sedang dalam persiapan untuk mengumpulkan pasukan perang yang akan bertemu pada generasi setelah ini. Para penjahat berhasil membuat banyak pasukan yang rusak dan jahat. Para pejuang Islam pun tak kalah dengan menciptakan banyak generasi Qurani dan tangguh

Baca selengkapnya »

Kita Tidak Memerangi Syiah

Sunni sama sekali tidak sedang memerangi Syiah melainkan memerangi Syiah penjajah. Sunni memerangi Syiah bukan karena agama yang mereka anut tapi karena mereka hari melakukan pengrusakan dan kekacauan di tubuh muslim Indonesia. Mereka diperangi bukan karena identitas pemikiran atau agama mereka melainkan perbuatan yang mereka lakukan. Bukankah sudah sejak dulu sunni-Syiah Indonesia hidup berdampingan dengan damai? Tapi Syiah yang sekarang (sudah banyak dimasuki Syiah iran) mulai membuat kekacauan. Melalui pendidikan, sosial maupun politik mereka mulai menyebarkan ajarannya dan membuat sunni beralih berpaham syiah. Konflik-konflik pun terjadi di Indonesia.

Baca selengkapnya »

Ini Mustahil.. Tapi Bukan Bagi-Nya

“Har tahukah kamu banyak mengatakan “ini mustahil” ketika Muhammad Al-Fatih ingin menaklukkan Konstantinopel?” ucap Zakaria. “Ya, sudah ratusan tahun usaha dilakukan untuk menaklukkan Konstantinopel tapi semua gagal” jawab Harun. “Ya, benar. Penaklukan ini mustahil tapi bukan bagi-Nya” ucap Zakaria tersenyum.

Baca selengkapnya »

Masih Ada yang Bisa Kulakukan untuk Ibu

“Tak ada gunanya sedih terus-menerus, Masih Ada yang bisa kulakukan untuk Ibu” ucap Yanti serius Yanti keluar kamar dan menuju ke taman di depan rumah. Setelah itu memandang ke langit, merasakan kebesaran ciptaan Allah. Terasa tentram hati Yanti. “Bu, Yanti akan menjadi anak yang shalihah dan selalu mendoakan ibu” terpancar senyum bahagia dari wajah Yanti Bu, kita ketemu lagi di Jannah-Nya.

Baca selengkapnya »

Beginilah Seharusnya Sikap Seorang Muslim Terhadap Tahta dan Harta

Ketika kejayaan, popularitas dan banyak hal berhasil diraihnya maka ada suatu kalimat yang sangat mencengangkan keluar dari mulutnya. Beliau pergi menghadap dan meminta nasihat kepada gurunya “Wahai guru, bagaimana kalau aku turun dari kursi pemerintahan agar aku bisa khusyu’ beribadah kepada Allah?” Subhanallah! Beliau masih sangat muda dan kenikmatan dunia terbentang di matanya. Coba kita lihat, hari ini dimana ada orang yang ketika memperoleh tahta dan prestasi pada puncaknya malah ingin membuang itu semua demi khusyu’ beribadah kepada Allah?.

Baca selengkapnya »