Home / Berita / Opini / Kita Tidak Memerangi Syiah

Kita Tidak Memerangi Syiah

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (inet)
Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com – Akhir-akhir ini kita sering mendengar berita di berbagai media tentang konflik sunni-Syiah. Sunni dituding anarkis, keras, tidak toleran dan radikal karena membuat kampanye kesesatan Syiah di berbagai media massa seperti televisi (film khazanah trans 7), media online maupun cetak hingga spanduk. Bahkan, MUI mengeluarkan buku berjudul “Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syiah di Indonesia”. Di berbagai forum kajian, khutbah dan tabligh akbar pun tidak sedikit pembicara membicarakan kesesatan Syiah.

Apakah ini artinya sunni itu tidak toleran?
Apakah ini artinya sunni itu keras?
Apakah ini artinya sunni itu pemecah radikal?

Sebelum kita membuat kesimpulan bahwa sunni itu radikal atau semacamnya (yang telah dilakukan oleh banyak orang-orang awam), kita harus memahami konteks sesungguhnya. Mari pikirkan pertanyaan ini sejenak. Kita berkeyakinan bahwa nasrani maupun yahudi adalah kaum kafir. Apakah saat Belanda (mayoritas nasrani) menjajah Indonesia, sunni berperang karena Belanda adalah nasrani?
Apakah sunni memerangi jepang karena mereka beragama shinto?
Apakah sunni di zaman Rasulullah melakukan perang badar karena mereka kafir quraisy? Jawabannya adalah tidak. Mereka diperangi karena mereka adalah penjajah, merusak bumi, merampas dan membuat keresahan di masyarakat.

Lalu jawablah pertanyaan berikut:
Apakah kini sunni melakukan kampanye kesesatan Syiah karena Syiah adalah sesat?
Jika iya, mengapa sunni damai-damai saja terhadap nasrani padahal sunni meyakini nasrani bukan hanya sesat tapi kafir?

Kesimpulannya sunni sama sekali tidak sedang memerangi Syiah melainkan memerangi Syiah penjajah. Sunni memerangi Syiah bukan karena agama yang mereka anut tapi karena mereka hari melakukan pengrusakan dan kekacauan di tubuh muslim Indonesia. Mereka diperangi bukan karena identitas pemikiran atau agama mereka melainkan perbuatan yang mereka lakukan. Bukankah sudah sejak dulu sunni-Syiah Indonesia hidup berdampingan dengan damai? Tapi Syiah yang sekarang (sudah banyak dimasuki Syiah iran) mulai membuat kekacauan. Melalui pendidikan, sosial maupun politik mereka mulai menyebarkan ajarannya dan membuat sunni beralih berpaham syiah. Konflik-konflik pun terjadi di Indonesia.

Apakah ketika belanda maupun jepang menjajah kita maka kita lebih baik diam saja? Apakah memerangi belanda maupun jepang sama artinya tidak toleran dan radikal?
Apakah kita harus diam saja ketika syiah mulai merusak aqidah muslim Indonesia?
Apakah kita menunggu hingga sunni berubah paham menjadi syiah dan syiah menjadi mayoritas dan pemimpinnya adalah syiah?
Tidakkah kita belajar di iran ketika mayoritas adalah syiah? Atau belajar dari konflik suriah?
Tidakkah engkau tau bahwa sunni iran dan suriah dibantai karena mereka minoritas dan lemah?
Tidakkah engkau tau bahwa di iran 35% adalah sunni tapi tidak satu pun yang menjadi mentari maupun di parlemen iran? Bahkan, ada isu bahwa pemerintahan syiah iran akan mengangkat menteri yahudi padahal sunni ada 35% di sana.
Tidakkah engkau belajar bahwa di iran tidak ada masjid yang dikelola oleh kaum sunni? Bahkan di uni soviet yang merupakan negara komunitas masih ada dua ratusan masjid sunni.

Hingga ada yang mengatakan bahwa syiah lebih berbahaya daripada komunis.
Syiah inilah yang akan merusak persatuan bangsa. Syiah mengancam keutuhan NKRI.
Tidak heran MUI sampai meluncurkan buku kesesatan syiah dan aktif di berbagai majelis mengkampanyekan kesesatan Syiah. Sehingga sebagai seorang muslim Indonesia kita harus waspada terhadap gerakan syiah yang ada di Indonesia sekarang ini.

*Tulisan ini terinspirasi dari Prof DR. Ali Musthofa Ya’qub (anggota komisi fatwa MUI, Imam Besar Masjid Istiqlal) pada acara seminar aqidah oleh MUI di Majid Jogokaryan.

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Avatar
-Biro Khusus Kaderisasi Jama'ah Shalahuddin UGM 1437 H -Manajer Hayaku Steamboat and Yakiniku Yogyakarta

Lihat Juga

Polisi Prancis Serbu Pusat Syiah di Prancis Utara

Figure
Organization