Home / Nurhasanah Sidabalok

Nurhasanah Sidabalok

Mahasiswi tingkat akhir Universitas Negeri Medan, aktif di LDK sebagai staff Dept. Rekrutmen dan Pembinaan Kader.

Dan Al-Quran pun Mengadu

Dan Al Qur’an pun mengadu, Pernahkah kita membayangkan itu?, Pernahkah kita memikirkan bahwa suatu ketika Al Qur’an akan mengadu, Mengadu tentang keengganan kita untuk sejenak meliriknya, Keterburu-buruan kita ketika membacanya, Mengadu tentang bacaan yang tidak sesuai dengan aturannya, Mengadu tentang kita yang tak pernah meresapi makna-makna indah.

Baca selengkapnya »

Berdakwah Ibarat Berkereta

Karena sungguh, dunia khayalan tak seindah dunia pikiran. Dunia pikiran tak seindah dunia lisan, dan dunia lisan tak seindah dunia aplikasi di lapangan. Bahkan terkadang bertolak belakang dengan teori yang kita sampaikan. Perlu ada orang-orang yang menjaga kita tuk terus berada di track yang benar. Selamat datang kawan!

Baca selengkapnya »

Dy, Aku Bersama Dakwah Kampus

Dy, aku diajak ikut organisasi tadi. Entah, mungkin karena jilbabku agak berkibar- kibar dan rok ku serasa mau terbang saat angin kencang. Haah, si kakak manis banget lho. Apalagi si abang yang sempat kulihat sekilas setelah menyerahkan lembar yang aku gak tau apa isinya sama si kakak, cakep banget. Huaaaaa…

Baca selengkapnya »

Hidupkan Malam Lewat Shalat Tahajud

Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa berada di taman-taman (surga) dan di mata air-mata air, sambil mengambil apa yang diberikan kepada mereka oleh Rabb mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat baik; Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam, dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun kepada Allah. (QS Adz-Dzariyat: 17)

Baca selengkapnya »

Berguru Pada Shahabiyah

Membaca kisah para shahabiyah rasanya tidak ada bosan-bosannya. Bukan karena kisah mereka yang menampakkan sosok sempurna bagi seorang wanita, namun lebih daripada itu. Tampilan sosok wanita yang digambarkan bak bidadari dengan wajah yang selalu berseri- seri, lurus pemikirannya, sopan dalam bertutur kata, dan bijaksana dalam membuat keputusan, namun bukan karena itu juga.

Baca selengkapnya »

Sebegitu EGO-kah Aku, Bu?

Ibu, terima kasih telah memberiku ruang. Sangat lebar. Saat aku masih berumur 4- 5 tahun, kau beriku kebebasan. Puas. Dinding rumah kita yang tak lain adalah perumahan guru SD Inpres berhasil kuhias. Sukses! Dan engkau hanya tersenyum. Walau aku tak tahu apa yang akan terjadi kemudian. Lalu ku terbangun di tengah malam mendengar usapan- usapan pada dinding. “Kenapa dihapus Ibu? Itu kan lukisan adek”, tanyaku merengut setengah picing mata.

Baca selengkapnya »