Home / Muhammad As'ad Mahmud, Lc

Muhammad As'ad Mahmud, Lc

Lahir dan tumbuh di lingkungan pesantren, di Tengaran, yang kebetulan diasuh oleh Bapaknya sendiri. Mengenyam pendidikan TK dan SD di Tengaran,sambil nyantri di Pesantren Sabilul Khoirot, Tengaran. Sampai lulus dari Mts Negeri Salatiga tahun 1996. Setelah menyelesaikan studinya di MAPK Solotahun 1999, sempat merasakan bangku kuliah IAIN Sunan Kalijaga. Hanya satu tahun, sebelum kemudian lolos seleksi untuk melanjutkan studi ke Universitas Al Azhar Kairo, di Fakultas Syariah. Kemudian kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan S1 pada tahun 2005. Sekarang menjadi pengurus yayasan pendidikan islam sabilul khoirot, Tengaran sekaligus sebagai pengajar di MA NUrul Islam YPI Sabilul khoirot di bidang Fiqih.

Yang Tersisa Dari Medan Pilkada

Pemilu dan pilkada sebenarnya di satu sisi adalah sarana menelanjangi diri, sejauh mana tarbiyah yang selama ini kita jalani mendorong kita dalam beramal. Saat Peluang kontribusi membentang di hadapan, tinggallah kesungguhan kita mengisi ruang-ruang kontribusi itu. Menambah jumlah binaan, Menyuburkan tadayyun sya'bi melalui majelis taklim, Penokohan atau menggaet tokoh, direct selling, kontribusi materi, dan banyak lagi.

Baca selengkapnya »

Sabar Menerima Nasihat

Bagi yang memberikan nasihat, kesabaran sangat diperlukan sebab ada sebagian orang yang sulit menerima nasihat. Seperti kisah Nabi Nuh AS yang menghabiskan waktu 950 tahun untuk menasihati kaumnya, itupun belum memperoleh pengikut yang banyak. Sedangkan bagi yang menerima nasihat, kesabaran sangat diperlukan sebab menerima nasihat berarti siap melihat aib atau kekurangan diri sendiri. Oleh karena itu, ketika kita menerima kritik ataupun nasihat, hendaknya kita bersyukur, bukan justru menyalahkan si pemberi nasihat.

Baca selengkapnya »

Laa Tahzan, Innallaha Ma’ana

Pada akhirnya, setelah kuatnya ruh dan jitunya planning, kesungguhan amal-lah goal getter-nya. Laksana sepak bola, amal adalah penyerang yang melakukan finishing dari rangkaian kerja yang panjang dengan gol yang indah. Dengan kesungguhan amal ini, kita menarik garis penghubung antara cita-cita kita dengan kehendak Allah. Dengan kesungguhan amal ini, kita membuktikan di hadapan Allah, bahwa memang kita layak meraih prestasi tertinggi. Allahu Akbar!

Baca selengkapnya »

Menuju Muslim Produktif

Al-wajibat aktsaru minal awqat. Kewajiban kita lebih banyak dari waktu yang tersedia. Ini fakta tak terbantahkan. Terutama karena kita selalu mengkorelasikan kata "kewajiban" dalam bingkai dakwah. Yang segera tergambar adalah rentetan amal yang melampaui usia manusia, dan bahkan sambung menyambung lintas generasi.

Baca selengkapnya »

Sketsa Ramadhan Kita

Mari menyusun keping-keping puzzle Ramadhan kita, menjadi lembaran remembrance. Seperti apa jadinya? Apakah ia laksana gugusan sketsa tanpa bentuk? Narasinya mungkin akan jadi seperti ini: tarawih bolong sekali, infaq dua kali sepekan, tilawah khatam satu setengah kali…dan seterusnya. Lalu apa perlunya? Sambil mengingat-ingat, mari kita jabarkan paparan Ibnu Qayyim di atas.

Baca selengkapnya »

Ramadhan Menurut Sayyid Quthb

Coba tengok, sudah berapa Ramadhan berlalu dalam hidup kita? Lalu, bandingkan diri kita dengan perangai orang-orang ahlul kitab tadi. Mereka tetap saja keras hati dan tidak ada perbaikan signifikan. Sudah jauh berbeda, atau masih banyak persamaannya? Maka, sebelum berubah menjadi kekecewaan di hari kelak, mari segera menyadari. Bahwa salah satu perangkap yang menghambat perbaikan kualitas diri adalah terjebak pada rutinitas.

Baca selengkapnya »

Wa Ukhraa Tuhibbunahaa…

Kursi yang banyak, akses ekonomi yang luas, jabatan publik berikut semua fasilitas pengiringnya ini masuk kategori janji di dunia, karunia yang disegerakan. Kita paham, itu diperlukan, untuk perluasan dakwah. Hanya, ia bukan jaminan diampuninya dosa. Apalagi diselamatkan dari neraka dan masuk surga. Bahkan, kalau tidak berhati-hati, bisa menjadi sumber perpecahan.

Baca selengkapnya »

Mahalnya Inspirasi

Inspirasi memang berurutan dengan hikmah ilahiyah. Hikmah itu pelajaran dari adanya sesuatu atau terjadinya peristiwa. Ketika ia menggerakkan kita untuk berfikir positif, jadilah inspirasi. Wujudnya adalah pikiran dan cara pandang baru, ide dan gagasan baru. Buahnya adalah alternatif - alternatif baru, solusi-solusi baru.

Baca selengkapnya »