Home / Indah Puspita

Indah Puspita

Mahasiswi jurusan Teknik Kimia UI angkatan 2012. Aktif di organisasi Lembaga Dakwah Fakultas sebagai Wakil Kepala Bidang PSDM (Pembinaan Sumber Daya Muslim). Penerima Program Pembinaan Sumber Daya Manusia Strategis (PPSDMS) Nurul Fikri Regional 1 Jakarta angkatan VII. Menyukai membaca buku-buku pengembangan diri Islam dan buku-buku sejarah Islam. Motto hidupnya adalah Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. Jika kamu tidak memiliki apa-apa, maka kamu tidak bisa memberi apa-apa.

Haid dalam Pandangan Islam

Perempuan memiliki kekurangan dalam agamanya karena lebih sedikit waktu untuk beribadah dibandingkan dengan laki-laki. Dalam suatu hadits disebutkan bahwa kita kaum perempuan diperintahkan untuk bersedekah karena bisa melindungi kita dari api Neraka. Perempuan itu sejatinya membutuhkan untuk berbicara sebanyak 20.000 kata setiap harinya oleh karena itu kita harus dekat dengan Alquran agar kata-kata yang keluar dari mulut kita adalah hal-hal yang bermanfaat.

Baca selengkapnya »

Prioritas Ilmu Atas Amal

Firman yang pertama kali Allah turunkan kepada Nabi Muhammad adalah “Bacalah”. Hal ini menunjukkan bahwa membaca merupakan kunci ilmu pengetahuan yang sangat penting. Ilmu harus didahulukan atas amal. Dengan ilmu pengetahuan, kita mampu membedakan antara yang Ilmu dan Amal haq dan yang bathil. Dengan ilmu pengetahuan pula, kita bisa membedakan mana yang harus dikerjakan terlebih dahulu dan mana yang bisa diakhirkan. Melakukan suatu amal tanpa ilmu sangat berisiko tersesat dari tujuan yang sebenarnya, hanya sebuah kesia-siaan. Bisa jadi apa yang dikerjakan tanpa ilmu itu mendatangkan kerusakan yang lebih besar dibandingkan dengan manfaat yang didapatkan.

Baca selengkapnya »

Sudahkah Indonesia Merdeka?

Sejarah menunjukkan bahwa sebagian besar tokoh-tokoh yang menjadi pembaharu dan pahlawan bagi bangsa Indonesia adalah pemuda. Pemuda yang memiliki semangat dan intelektual yang tinggi. Pemuda yang bertanggung jawab, objektif, open mind, dan moderat. Tidak ada pilihan lain yang bisa kita pilih saat ini. Indonesia harus bangkit dari segala macam permasalahan yang dihadapinya. Tidak ada kata menunggu-nunggu pahlawan seperti yang telah disebutkan di atas muncul. Sudah saatnya Indonesia bangkit. Sudah saatnya Indonesia memiliki pahlawan yang siap membela kehormatannya dengan segenap jiwa dan raga.

Baca selengkapnya »

Manusia dan Akal

Dalam beragama, kita sebagai manusia harus mempergunakan akal kita. Namun yang harus diperhatikan adalah, akal tidak kita jadikan segala-galanya sehingga kita pada akhirnya melanggar atau mengingkari perintah serta wahyu Allah swt. Jika kita melanggar wahyu Ilahiyah, maka sudah tidak berarti lagi beragamanya kita, Alquran, serta teladan dari Nabi Muhammad saw. Hal tersebut karena kita lebih mengutamakan akal dan mengesampingkan wahyu Ilahiyah. Oleh karena itu, tetap ada batasan-batasan yang tegas antara mana yang harus menggunakan akal, dan mana yang harus diterima sebagai suatu ketentuan Allah swt, yang disampaikan melalui Rasulullah (Alquran ataupun As-Sunnah).

Baca selengkapnya »