Home / Galih K G Aga Sutanto

Galih K G Aga Sutanto

Pribadi pembelajar yang suka mebaca dan menulis , aktif dalam organisasi intra dan ekstra kampus. KAMMI airlangga adalah pilihan, ingin lebih mengenal dunia kampus dalam berbagai sisi. Memiliki dasar ilmu kedokteran hewan, sedang menuntut ilmu di Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Airlangga.

Polemik Problematika Pangan Asal Hewan di Indonesia dan Pemecahannya

Demi mencapai hasil yang lebih besar, maka sinergitas antara Kementerian Pertanian, Puslitnak, Badan Ketahanan Pangan, MUI, Kementerian Kesehatan, Kementerian Industri dan Kementerian Kehutanan haruslah diwujudkan beserta lembaga diawahnya. Peran strategis setiap lembaga sesuai koridornya dengan kerja yang terintegrasi akan mewujudkan harapan masyarakat yakni tercapainya Indonesia yang mandiri pangan.

Baca selengkapnya »

Peran Pemuda dalam Revitalisasi BULOG Guna Tercapainya Ketahanan Pangan, Menyokong Indonesia Emas 2045

BULOG modern ini hanya perlu menjadi juru gertak bagi tengkulak besar. Di saat harga gabah turun drastis, bulog dengan berani menentukan harga gabah sesuai perkiraan harga ideal produksi makan secara berangsur - angsur petani akan memilih menjual ke bulog dengan harga yang lebih tinggi. Sehingga harga pasar akan cenderung mengikuti harga yang di tetapkan BULOG. Akibatnya tengkulak besar akan berpikir berkali-kali untuk memainkan harga pasar seenaknya, yang berakibat harga pangan menjadi stabil. Begitu pula saat harga pangan melonjak , bulog cukup melakukan operasi pasar secara serentak dan berkala untuk mereduksi harga pangan pasaran. Di masa mendatang bulog dapat menambah jumlah komoditas yang di simpat semisal jagung, kedelai, minyak , gula dan bawang dengan mekanisme yang berbeda tentunya.

Baca selengkapnya »

Maksimalkan Potensi Ekonomi Kerakyatan Indonesia

Sebenarnya pemerintah tidak perlu panik dalam menghadapi MEA. Pemerintah seharusnya jeli melihat lebih dalam potensi Indonesia yang kaya akan sumber daya alam, kebudayaan , kerajinan, industri terutama bidang pariwisata. Semua itu modal yang sangat cukup untuk Indonesia mengarungi MEA. Pemerintah perlu membangun optimisme dan kesiapan masyarakat dalam menghadapi MEA lewat standarisasi produk dan tenaga kerja, peningkatan industri kreatif sebagai media promosi maupun patenisasi.

Baca selengkapnya »