Home / Frizky

Frizky

Lahir dari keluarga yang sederhana. Mencoba meraih mimpi dengan meniti ilmu di Kampus Rakyat Institut Pertanian Bogor. Saat ini sosok Ryan Frizky sedang duduk di semester tujuh jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam IPB. Beberapa pengalaman yang dipunyai oleh seorang Ryan adalah founder Inspiranessia, Desain Untuk Negeri, Kita Gerak, dan CEO Baju Gue Halal. Sekarang Ryan sedang aktif menjadi seorang peserta dua beasiswa yakni Bidik Misi IPB dan Rumah Kepemimpinan PPSDMS. Ryan aktif di organisasi dan kepanitiaan serta tak lupa dengan kewajibannya sebagai seorang da’i produktif. Ryan bercita-cita menjadi seorang ustadz yang juga merupakan CEO sebuah E-Commerce makanan halal tingkat internarsional.

Semua Berkat Mentoring

“Mungkin di BEM ini kepengurusan kita telah berakhir, tapi ingatlah ukhuwah kita tidak akan pernah berakhir hanya di sini. Kita masih mempunyai kesempatan bertemu, kalaupun tidak di kampus ini, kita akan dipertemukan kembali di Jannah-Nya. Ingat masih ada kelompok mentoring. Karena sesungguhnya kelompok mentoring itu bukan hanya kelompok belajar islam, tetapi mentoring adalah keluarga dunia akhirat”.

Baca selengkapnya »

Mahasiswa Dua Institusi

Menjadi mahasiswa IPB dan menjadi peserta rumah kepemimpinan PPSDMS memberikan pengalaman tersendiri bagi saya. Kuliah di dua institusi berbeda, ya mungkin itu yang menjadi pikiran selintas khususnya bagi saya yang berkuliah di “jurusan matematika”. Di hari kerja dan siang hari saya harus belajar eksak, sedangkan malam hari dan week end saya harus belajar ilmu-ilmu sosial humaniora

Baca selengkapnya »

Belajar dari Obito

Nilai yang bisa kita ambil dari kisah pagi ini adalah percuma kita mendapat prestasi-prestasi, nilai akademik yang sangat tinggi, foundering organisasi-organisasi, menjadi peserta terbaik kalau di dalam diri kita tidak pernah ada yang namanya “Social acceptable”. Bahkan permasalahan utama di negeri yang sangat kita cintai ini bukanlah masalah ekonomi atau lainnya, melainkan masalah sosial. Pertanyaannya, jika ada seorang teman dengan satu kaki “Pincang” yang mengajak bergerak bersama di saat deadline, Apa yang akan kita pilih? Membersamainya dan menerobos ketelatan atau meninggalkannya yang penting dirinya selamat.

Baca selengkapnya »

Sang Ayah Ideologis

Inspirasi beliau tidak berhenti di sana. Beliau mengajarkan islam kepada kami sesuai dengan kapasitas yang kami punya. Materi yang diajarkan bukanlah materi yang berat untuk dicerna. Itu yang membuat kami selalu senang dan tidak pernah “kabur” dari mentoring-mentoring kami. Berkat beliau, semangat-semangat kami dalam mengemban amanah-amanah kampus tidak pernah padam. Walaupun kami jauh dari orang tua kami, kami merasa mempunyai orang tua kedua disini. Bukan orang tua biologis, melainkan orang tua ideologis. Ustadz Anuraga, sang ayah ideologis.

Baca selengkapnya »

16 Jam Mencari Bahagia

Perjalanan disana sudah mulai mendekati tujuan saya yakni ITB. Uniknya Bandung, walaupun hanya mengandalkan papan hijau bernama, kita bisa mencapai tujuan kita dengan mudah. Dengan sangat semangat saya terus mengayuh sepeda berbalapan dengan para pengendara motor disana. Dan banzai, akhirnya saya bisa touchdown di ITB pukul 21.30 WIB. Dari sini saya belajar banyak sekali nilai-nilai kehidupan yang bisa terus membuat diri mengembangkan kapasitas. Tunggu episode keduanya.

Baca selengkapnya »

Murabbiku Adalah Calon Mertuaku

Tak lama kemudian Ustadz menghampiri Hamdani dan mengajaknya masuk. Mereka berdua langsung duduk di ruang tengah dan memulai mentoringnya. Namun isi mentoring ini kembali lagi berbeda dengan biasanya. Isi mentoring ini sangat mencengangkan. Seperti ini dialognya “Akh, setelah antum kemarin bercerita tentang kegalauan antum. Ane sebagai murabbi antum merasa punya tanggung jawab lebih. Ane punya satu putri seumur-an antum. Namanya Husnul Khotimah (akhwat yang diidam-idamkan Hamdani). Gimana kalau ane minta antum nikahin putri ane yang ini? “

Baca selengkapnya »