Home / Fitrianti, S.Pd.I

Fitrianti, S.Pd.I

Cinta Guruku Pembawa Kesuksesan

Setelah sepuluh tahun kemudian, guru tersebut kembali mendapat sebuah kertas yang bertulis, “Saya menjadi dokter yang mengerti rasa sakit dan mengerti rasa syukur. Saya mengerti rasa sakit karena saya pernah menerima pukulan-pukulan dari ayah, saya mengerti rasa syukur karena telah dipertemukan dengan ibu guru.” Kertas itu diakhiri dengan kalimat, “Saya tidak pernah lupa dengan ibu guru saya waktu kelas 5. Mungkin bu guru yang Allah kirimkan untuk menyelamatkan saya dari keterpurukan yang berkepanjangan. Sekarang saya sudah dewasa dan menjadi dokter. Tetapi guru terbaik saya adalah wali kelas saya di kelas 5 SD.”

Baca selengkapnya »

Guru yang Penuh Semangat

Dia melatihnya dengan penuh semangat, saat pulang sekolahpun tak lama setelah beristirahat dia juga punya jadwal untuk mengajar mengaji anak-anak Madrasah Diniyah yang ada di kampungnya. Dan terkadang pula dia harus kembali ke sekolah untuk melatih anak-anak pramuka ataukah kegiatan ekstrakurikuler lainnya. Semangat yang ia punya sungguh sangatlah tinggi, berada di tengah-tengah guru yang kurang aktif tidak membuatnya untuk turut melebur di dalamnya.

Baca selengkapnya »

Sang Guru Masa Depan

Keadaan ini telah mengajarkan kepadaku banyak hal, aku harus memahami arti sebuah keihlasan yang kini aku jalani dengan segudang masalah, kini apa yang telah menjadi cita-citaku sudah berada di depan mata, Sekolah Guru Indonesia telah mengantarkanku untuk menjadi manusia yang senantiasa bersyukur atas apa yang aku terima, lingkungan yang kini aku tempati mengajarkan untuk bersabar dengan segala kondisi yang ada, aku tidak perna berharap lebih atas apa yang aku lakukan, aku hanya berharap bahwa ini adalah jihadku.

Baca selengkapnya »

Finger Print pun Belum Sepenuhnya Mampu Mendisiplinkan Para Guru

Finger print memang hanyalah sebuah alat, alat yang digunakan untuk sedikit bisa mendisiplinkan, yah kembali lagi itu hanyalah sebuah alat. Kalau bukan seorang guru yang menyadari perlunya sikap disiplin itu, secanggih apapun alat yang digunakan tidak akan mampu mengubah sikap guru jika bukan guru itu sendiri yang memiliki dorongan dalam dirinya untuk membiasakan untuk berdisiplin.

Baca selengkapnya »

Aulia Si Manis Bisu

Aulia, yah itulah namanya. Lahir di sebuah desa terpencil di Kabupaten Pandeglang Propinsi Banten. Seorang anak gadis yang tak bisa mendengar maupun berbicara dalam kesehariannya. Akan tetapi walaupun ia digeluti ama berbagai kekurangan tapi tidak mematahkan semangatnya untuk terus belajar maupun berinteraksi dengan teman-temannya yang lain. “Dia mah teh, walaupun tidak bisa maca ama nulis, tulisannya mudah dibaca. Kalau diajarin cepat sekali nangkapnya, cuman sekali dijelasin bisa lansung ngerti “ Kata Ibunya (dalam bahasa Sunda). Buah hati Ibu Umi dengan Pak Asep ini memiliki kecerdasan yang luar biasa.

Baca selengkapnya »

Ketika Dedikasi Tinggi Tertanam di Hati Seorang Guru

Berbagai polemik bisa saja muncul di sekolah. Jarak antara sekolah dengan rumah, gaji yang sedikit merupakan salah satu faktor yang menghambat kinerja guru sekarang ini. Hal itu tidak dipungkiri jika mereka kadang tak optimal melakukan pekerjaannya, karena sekarang ini segalanya memerlukan uang tapi ketika menelusuri jauh ke dalam fungsi kita sebagai guru maka hal tersebut bukanlah sebuah kendala yang berarti untuk tetap mendedikasikan seluruh waktu, pikiran dan tenaganya untuk peserta didiknya. Ketika dedikasi tinggi itu sudah tertanam di hati seorang guru maka yakin dan percaya kesuksesan bangsa akan semakin digenggam. Peserta didik kita akan menjadi benih-benih yang akan tumbuh menjadi pundi-pundi aset negara.

Baca selengkapnya »
Organization