Home / Adrian Fetriskha

Adrian Fetriskha

Adrian Fetriskha

Seorang ayah lulusan SD Inpres. Saat ini sedang menjadi pelayan masyarakat di Pemerintahan Provinsi Sumatera Barat.

Mahyeldi Dalam Perang Khandaq Pilkada Padang

Saya seakan melihat hal yang sama dengan Pilkada Kota Padang putaran kedua yang menyisakan pasangan Mahyeldi-Emzalmi (PKS-PPP) dan Desri Ayunda-James Hellyward (Independen). Seakan ini adalah Perang Khandaq bagi Mahyeldi-Emzalmi, meski tidak sepenuhnya sama karena dalam perang Khandaq pertarungan terjadi antara muslim dan kafir sementara di sini seluruh peserta Pilkada sejak putaran pertama adalah muslim.

Baca selengkapnya »

Mengambil Keteladanan dari Mahyeldi

Dulu saya pernah diamanahkan menjadi ketua di sebuah organisasi kemahasiswaan di Universitas Andalas, Padang. Saya bersama teman-teman berencana mengadakan pelatihan kepemimpinan dan manajemen organisasi bagi mahasiswa. Namun menjelang pelaksanaan kegiatan kami kesulitan untuk mencari pembicara.

Baca selengkapnya »

Untuk yang Menyudutkan Dakwah Kampus

Secara tegas saya sarankan untuk tidak melukai sesiapapun, baik itu orang maupun lembaga. Karena itu sesungguhnya adalah cara orang-orang yang mencari-cari kesalahan. Dan perilaku seseorang yang paling buruk adalah mencari-cari kesalahan orang lain dan merasa senang atas hal itu. Dan ia semakin senang jika kesalahan tersebut tersebar dan dapat diketahui oleh orang ramai. Perilaku ini sungguh akan menunjukkan kelemahan akal yang dimilikinya.

Baca selengkapnya »

Saling Berdo’a di Antara Sepi

Dan mereka memanjatkan doa di antara kesunyian dan sepi, dalam senyap-senyap malam yang lengang, ketika tak seorang pun yang tahu. Mereka meminta kepada Allah untuk kebaikan saudara, sahabat dan para pemimpin-pemimpin mereka. Lalu menyebut satu persatu nama-nama mereka agar Allah mudahkan urusan mereka dalam menjalani hidup.

Baca selengkapnya »

Agar Akhwat Tidak Berguguran di Dapur

Di Jalan dakwah kita menemukan banyak akhwat dengan intensitas kesibukan tinggi bahkan di atas rata-rata. Mengawali paginya dengan rapat, kegiatan seminar, bakti sosial, up grading pengurus, menjadi panitia, membina adik-adik liqa’ nya, menghadiri liqa’ nya sendiri, lalu rapat lagi dan sederet aktivitas lainnya. Kesibukan demi kesibukan yang sangat sangat dicintainya itu membuatnya semakin kokoh berpijak di jalan dakwah.

Baca selengkapnya »

Memahami Laki-Laki yang Berada di Dalam Gua

Banyak perempuan yang mengeluh ketika laki-laki yang ada di rumahnya, entah itu ayah, suami, saudara atau anak menjadi diam dan tidak banyak bicara. Bahkan pada banyak kesempatan mereka cenderung untuk menyendiri dan menjauh dari banyak orang. Tingkahnya menjadi tidak biasa, mereka tidak banyak merespon ketika diajak berbicara, hanya menjawab satu-satu patah kata saja, kadang cenderung emosional.

Baca selengkapnya »

Sedotan: Menikmati Skenario Allah SWT

Ada 2 sedotan kecil untuk air mineral kemasan gelas, masih terbungkus rapi dan tersimpan di dalam ransel hampir selama dua minggu. Jangan ditanya kenapa ia di sana? Saya pun lupa kronologisnya dan entah untuk alasan apa masih menyimpannya, sedikit pun hati ini tidak tergerak untuk membuangnya. Saya biarkan saja di dalam ransel, hanya menatapnya sejenak sambil memasukkan buku dan Al-Quran untuk dibawa mabit malamnya.

Baca selengkapnya »

Ardzalil ‘Umur: Tuo Nyanyuak

Secara biologis lupa bisa dibagi dua. Pertama adalah lupa karena gagalnya impuls saraf menjangkau bagian dari memori yang ada dalam otak, ini bisa terjadi pada siapa saja. Misalnya lupa nomor hp rekan, atau lupa mengangkat jemuran. Sedangkan lupa kategori kedua adalah karena menurunnya kemampuan impuls saraf akibat usia yang semakin tua, sering terjadi pada lansia, dan kategori ini lebih kita kenal dengan pikun.

Baca selengkapnya »

Mewujudkan Kematangan

Matang adalah sebuah kompleksitas, titik di mana nilai menjadi sempurna. Kalau diibaratkan buah, inilah saat di mana buah siap untuk dipanen yang akan memberi manfaat pada si penggembala lalu. Namun kematangan jiwa tak lahir seiring waktu, ia harus dibentuk bukan lahir begitu saja. Dalam bab jiwa banyak yang tua tapi tidak matang, kehilangan jati diri.

Baca selengkapnya »