Home / Aditya Nurullahi Purnama

Aditya Nurullahi Purnama

Mahasiswa S1 Ilmu Sejarah Universitas Diponegoro, Semarang. Saat ini diberi amanah sebagai Menteri Sosial Politik BEM Undip 2017

Memahami KKN, Wajah Fenomena Dulu dan Kini

Sejak bangku SMP sampai SMA, kita dijejali fakta umum bahwa perpecahan Kerajaan Mataram diakibatkan oleh intervensi VOC. Tapi tahukah kalian, perpecahan internal tidak lepas akibat dorongan dari para bangsawan untuk memperkaya diri beserta sanak keluarganya. Korupsi pada masa kerajaan masih didominasi oleh kalangan pemegang kekuasaan dan saat itu segalanya terpusat pada keputusan Raja, maka korupsi di tingkat pamong bawah dilakukan melalui “penyunatan” pajak atau upeti. Hal tersebut terjadi karena tidak adanya pengawasan dan standar baku terkait besaran pajak/ upeti.

Baca selengkapnya »

Fenomena Pasca Pemira: Politisasi Anak Gerakan

Tulisan naif ini lahir sebagai bentuk perlawanan atas fenomena politisasi anak gerakan. Tulisan ini menjadi wajah sebuah perasaan yang gundah atas ketidakadilan yang masih terjadi dalam lingkup elit organisasi sekalipun. Apakah karena mereka anak gerakan, mereka harus tertolak oleh otoriterisme pemegang kuasa? Apakah karena mereka anak gerakan, hak mereka untuk berkontribusi melalui lembaga eksekutif harus dibunuh karena identitas gerakan mereka?

Baca selengkapnya »

Sajak Kebebasan; Harga Sebuah Keadilan

Dunia intelektual berduka. Kampus pendidikan sebagai pelopor cendekia terjebak dalam kubang hitam neo-otoriterisme. Jalannya terpingkal. Dia tergopoh-gopoh berusaha melepas diri dari cengkeraman keji pemangku kebijakan yang terhormat. Ya, kali ini dia berteriak berseru. Memanggil nurani para pahlawan yang menjadikan idealisme sebagai senjata dalam melawan kebatilan. Sudahkah nurani kita terpanggil untuk menyambut seruannya?

Baca selengkapnya »

Seni Orasi: Saat Kata Menunjukkan Kuasanya

Kata. Sebuah manifestasi visual sederhana namun jika digunakan oleh individu yang cerdas menjadi senjata ampuh yang mampu merubah peradaban. Kekuatan kata mampu merubah sudut pandang dunia kontemporer bahkan sejarah masa lalu. Kekuatan kata mampu menuntun pada arah yang konstruktif . Namun, saat akal sehat terlepas dari itu semua, kata menjadi alat yang menuntun pada hal yang destruktif. Tiba saatnya kata menunjukan kuasanya, maka dunia akan berubah.

Baca selengkapnya »