Home / Berita / Silaturahim / Berkhidmat Disaat Tragedi Menyapa

Berkhidmat Disaat Tragedi Menyapa

Relwan dari PKS Banggai melakukan evakuasi mayat yang tertimbun reruntuhan (IKH)

dakwatuna.com – Luwuk.  Gempa dan tusnami itu melanda Kota Palu dan Donggala di akhir senja Jumat, 28 September 2018 mengakibatkan korban jiwa dan kerusakan fisik yang sangat parah. Kabar itu begitu cepat sampai ke kota Luwuk, Kabupaten Banggai yang berjarak sekitar 592 Km sebagaimana gempa itu juga terasa di kota Luwuk.

Naluri kemanusiaan dan panggilan untuk berkhidmat memenuhi dada setiap relawan PKS DPD Kabupaten Banggai karena dari sisi jarak dan kekerabatan sangatlah dekat antara Kota palu dan Kota Luwuk. Spontan malam setelah tragedi tersebut masif dilakukan koordinasi untuk segera memberangkatkan relawan sekaligus penggalangan dana, logistik bahan pangan dan bantuan lainnya.

Gerak cepat dilakukan dan dengan persiapan yang cukup akhirnya tiba waktunya untuk diberangkatkan relawan PKS DPD Kabupaten Banggai gelombang pertama dengan personil kurang lebih 20 orang terdiri dari 7 kendaran dan 1 ambulance dengan 1 orang dokter pada hari Sabtu, 29 September 2018 pukul 20.00 WITa yang dipimpin langsung oleh Ketua DPD PKS Kabupaten Banggai, Iswan Kurnia Hasan.

Perjalanan yang dilalui secara normal dapat ditempuh selama 15-16 jam, namun dengan kondisi yang ada dan banyaknya akses jalan yang rusak akibat jalan retak ataupun longsor, akhirnya tim relawan dapat menembus Kota Palu pada tanggal 1 Oktober 2018 sekitar pukul 06.20 WITA setelah melalui rute kota Poso dan Napu.

Relawan mendirikan posko bantuan untuk korban gempa dan tsunami Palu dan Donggala yang berpusat di DPW PKS Sulawesi Tengah, yaitu di Jalan Sisingamangaraja No 25A Palu. Posko kesehatan juga didirikan mengingat begitu banyak korban luka yang segera membutuhkan pertolongan.

Tim relawan DPD PKS Banggai bergabung dengan relawan PKS dari DPD yang lain segera bergerak mengevakuasi korban karena tim ini termasuk yang pertama hadir di Kota Palu sehingga pertolongan pertama difokuskan untuk mencari korban, baik yang tertimbun maupun terjepit di reruntuhan bangunan.

Laporan langsung dari lokasi kejadian, Iswan Kurnia Hasan mengatakan, “Kami dari PKS Banggai bersama relawan PKS yang lain turun ke daerah yang paling parah korban gempa Palu, yaitu daerah Balaroa. Banyak mayat yang sudah membusuk tertimbun reruntuhan. Kami dengan izin Allah berhasil menemukan 6 mayat yang sudah membusuk. Mohon doanya diberikan kesehatan fisik yang prima. Alhamdulillah bisa merasakan lagi ketemu mayat busuk, mengevakuasi ke rumah sakit, membawa korban luka, menghibur yang trauma dan lain lain.”

Selanjutnya tim relawan juga melakukan pencarian di daerah Kelurahan Petobo, Palu, yang sebagian besar wilayahnya tertimbun lumpur yang keluar pasca gempa bumi pada Jumat, 28 Sept 2018 pekan kemarin.

Dibutuhkan fisik dan mental yang prima untuk melakukan tugas kemanusiaan seperti melakukan evakuasi jenazah di reruntuhan bangunan. Dorongan besar rasa empati dan niat ikhlas karena Allah SWT sangat berperan bagi diri setiap relawan PKS untuk berkhidmat kepada negeri ini. Sungguh pekerjaan mulia dan berkat tempaan tarbiyah selama ini didukung dengan relawan yang sudah diberikan pelatihan rutin dalam menghadapi bencana membetuk pribadi tangguh yang siap berkhidmat setiap saat.

Dalam bertugas dalam kondisi yang berat tidak pula menghalangi relawan untuk menunaikan kewajiban kewajiban kepada Illahi. Tetap semangat dan berkhidmat setiap saat ternyata sudah mengakar dalam jiwa setiap relawan. Semoga Allah SWT senantiasa meridhoi amal ibadah ini. (SaBah/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

PKS Gencar Bantu Korban Gempa dan Tsunami Sulteng

Organization