Home / Berita / Internasional / Asia / Rencana Perlindungan Terhadap Rakyat Palestina Batal Akibat Veto AS

Rencana Perlindungan Terhadap Rakyat Palestina Batal Akibat Veto AS

Situasi sidang DK PBB. (Aljazeera)
dakwatuna.com – New York. Amerika Serikat resmi menggunakan hak veto terhadap rancangan resolusi perlindungan terhadap rakyat Palestina, Jumat (01/06) waktu setempat.

Dalam sidang di DK PBB tersebut, rancangan resolusi yang diajukan Kuwait didukung oleh 10 negara, termasuk Cina, Prancis dan Rusia. Sementara empat negara menyatakan abstain.

Dubes Kuwait di PBB menyatakan penyesalannya karena DK PBB tidak bisa berbuat banyak untuk melindungi rakyat Palestina. Dengan begitu, Israel menegaskan diri sebagai entitas yang dikecualikan dalam hukum internasional, imbuhnya.

Pada versi terakhir rancangan dikatakan, “Mempertimbangkan langkah-langkah yang menjamin keamanan dan perlindungan warga sipil Palestina, maka diminta kepada Sekjen PBB Antonio Guterres untuk melaporkan kemungkinan mekanisme perlindungan internasional.”

Sementara itu, Dubes AS di PBB Nikki Haley mengecam keras rancangan resolusi Kuwait tersebut. Menurutnya itu sangat bersifat monopolitik.

“Gambaran yang sangat tidak pantas terkait peristiwa baru-baru ini dengan melimpahkan semua kesalahan pada Israel karena meingkatkan kekerasan di Jalur Gaza,” katanya.

Resolusi AS

Di waktu yang sama, rancangan resolusi yang diajukan Amerika Serikat juga tertolak. Rancangan itu berisi kecaman terhadap Hamas atas peningkatan kekerasan di Jalur Gaza.

Amerika Serikat adalah satu-satunya negara yang mendukung resolusinya sendiri itu. Sementara 11 negara menyatakan abstain, dan tiga negara menolak, yaitu Kuwait, Bolivia dan Rusia.

Untuk diketahui, setiap rancangan resolusi di DK PBB harus mendapat dukungan dari minimal sembilan negara anggota. Syarat ini ditambah tidak adanya veto dari lima anggota tetap DK, yaitu Amerika Serikat, Rusia, Inggris, Prancis dan Cina. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

[Video] Dolar Amerika Dirobek dan Dibuang Warga Turki

Organization