Home / Konsultasi / Konsultasi Psikologi / Ibu Saya Kecanduan Gadget, Apa yang Garus Saya Lakukan?

Ibu Saya Kecanduan Gadget, Apa yang Garus Saya Lakukan?

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Gadget (inet)

dakwatuna.com – Assalamualaikum wr. wb. Saya ingin bertanya, saya adalah seorang anak dan ibu saya adalah pecandu gadget bahkan bisa seharian hanya bermain gadget dan telfonan saja tidak melakukan aktivitas apapun, dan apabila saya menegurnya ibu saya langsung marah-marah sampai membuat saya menangis, setiap hari saya sudah mendoakannya tapi ibu saya belum berubah juga, apalagi yang harus saya lakukan untuk menghadapi ibu saya yang sudah tidak bisa lepas dari gadget. Mohon balasan nya, saya sangat membutuhkan bantuan.

RS, Jakarta

Jawaban:

Waalaikum salam wr wb

Terima kasih atas email yang adik ajukan, saya merasa sedih dan prihatin atas apa yang dialami dan dilakukan oleh ibu, karena seharusnya dia merawat dan mendidik adik dengan baik, namun malah adiksi gadget. Fenomena ini merupakan sebuah permasalahan global, di era digital teknologi telah masuk ke segala penjuru kehidupan, termasuk dalam rumah tangga. Gadget saat ini sudah menjadi kebutuhan utama masyarakat, semua menjadi mudah dengan adanya gadget (smartphone), namun tanpa disadari teknologi telah merubah perilaku manusia, khususnya muncul rasa malas dan daya juang yang lemah, karena semua bisa didapat dan dilakukan dengan mudah melalui gadget.

Teknologi informasi atau gadget ibarat pisau bermata dua, bila digunakan untuk yang baik, maka ia akan bermanfaat, namun bila digunakan untuk yang negatif dia akan membahayakan kehidupan kita. Apa yang ibu alami saat ini adalah kesalahan dan kekeliruan, karena dia tidak mampu menjaga keseimbangan hidupnya.

Menggunakan gadget secara berlebihan akan menyebabkan seseorang tidak mau bergaul dengan masyarakat, susah konsentrasi, malas, tanggung jawab rendah, mudah marah, mengalami gangguan tidur dan bahkan bisa mengganggu kesehatan fisik dan psikis. Orang yang kecanduan gadget sibuk dengan sosial media dan pertemanan dunia maya yang semu dan penuh dengan kepalsuan. Untuk itu ibu harus segera dibantu agar bisa bebas dari adiksi.

Namun kita sebagai anak tentunya tidak bisa menasihati orang tua, karena dia adalah orang tua kita, yang melahirkan, memberi nafkah, mendidik dan menyekolahkan, dia beranggapan kita tidak layak menasihatinya. cara yang tepat adalah meminta tolong kepada keluarga, saudara, tokoh, ulama yang dihormatinya, sehingga dia mau menerima masukan dan mau berubah, ada hambatan psikologis jika adik sebagai anak menasihati ibu, sehingga perlu bantuan orang lain untuk memberitahunya.

Setelah dia sadar dan menerima nasihat jangan pula ia disudutkan, bantu dia, katakan adik sebagai anak sangat mencintai dan menyayanginya, bantu dia bebas dari adiksi dengan cara memutuskan sementara pertemanan sosial media, melakukan perjalanan rekreasi bersama tanpa gadget secara bertahap hingga mengajukannya bertemu psikolog atau konselor untuk melakukan konseling dan terapi agar ia bisa kembali hidup normal dan seimbang antara penggunaan teknologi dan kehidupan sosial. Teruslah berdoa memohon kepada Allah Swt agar dibukakan hati dan pikirannya untuk bisa bebas dari adiksi gadget. Wallahu a’lam. (konseling/dakwatuna.com)

Untuk pertanyaan dan konsultasi psikologi dapat kirimkan langsung melalui email: [email protected]

banner-konten-bersponsor-rumah-konseling

Redaktur: Samin Barkah

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Dr. H. Muhammad Iqbal, M.SocSc (Psy)
Sarjana Psikologi dari Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta. Kemudian melanjutkan S2 Program Magister Profesi Psikologi Konseling dan S3 Psikologi dari School of Psychology and Human Development Faculty Social Science and Humanities Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Alumni ILO Labour Migration Academy ILO Training Center Turin Italy dan Asian Graduate Students Fellowship National University of Singapore (NUS) dan Lulus Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA-54) Lemhannas RI. Saat ini menjabat Dekan Fakultas Psikologi Universitas Mercubuana Jakarta dan Direktur Rumah Konseling (PT.Namary Insan Solusi), bergerak dalam bidang Konsultan Psikologi SDM dan Keluarga. Mendirikan Praktik layanan psikologi, Rumah Konseling di Jl. Saidin No. 17 Bambu Apus, Pamulang, Tangerang Selatan. Layanan pelatihan (Life Skill), konseling dan asesmen psikologi melalui temu janji dengan psikologi terlebih dahulu melalui Tlp : 082272187182/081218953316 Pertanyaan dan konsultasi psikologi dapat dikirim ke: [email protected] Jawaban Rubrik Konsultasi Psikologi

Lihat Juga

Pelaksanaan Audit Berbasis Teknologi Informasi