Home / Konsultasi / Konsultasi Psikologi / Suami Saya Kecanduan Gadget, Bagaimana Cara Mengingatkannya?

Suami Saya Kecanduan Gadget, Bagaimana Cara Mengingatkannya?

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

 

ilustrasi-HP (linkedin.com)
ilustrasi-HP (linkedin.com)
Pertanyaan:

Assalamu’alaikum wr wb.

Kepada Yth Dr. Muhammad Iqbal (Rumah Konseling).

Suami saya sibuk dan sering kali mengulur waktu saat shalat dan sibuk dengan gadgetnya. Saya berusaha mengingatkan untuk shalat tetapi terkadang saya dimarahi. Karena saya ingin beliau menjadi imam saya saat shalat. Terkadang saya diacuhkan dan beliau lebih memilih gadgetnya (itu yg ada dalam benak saya). Pertanyaan ya bagaimana cara mengingatkan/menegurnya? Tanpa menyakiti hatinya dgn lisan saya, karena saya suka emosi di saat seperti ini.

Terima Kasih.

Wassalam

Sr, Jakarta

Jawaban:

Wa’alaikum salam wr wb.

dakwatuna.com – Ibu Sr di Jakarta, terima kasih atas pertanyaan yang ibu ajukan, saya sangat berempati dengan perasaan ini saat ini, tentu saja ibu ada perasaan marah, kesal, sakit hati, kecewa dan bingung terhadap sikap suami, saya bisa memahami betapa susahnya menghadapi suami yang selalu sibuk dengan gadgetnya. Kecanduan gadget. Pertanyaan dan permasalahan ini tentu saja banyak dialami oleh para suami/istri, karena ini merupakan fenomena sosial yang sedang berkembang.

Dalam dunia globalisasi dan teknologi saat ini, gadget sudah menjadi kebutuhan bagi manusia, khususnya bagi mereka yang memiliki kesibukan dengan frekuensi yang tinggi, gadget mungkin bisa membantu mereka untuk lebih eksis dan mempermudah akses menembus ruang dan waktu. Namun tidak bisa dipungkiri bahwa gadget juga memberikan efek candu (addict) sehingga orang yang sedang candu akan susah lepas dari barang tersebut. Orang yang mengalami kecanduan gadget seperti smartphone bisa mengganggu hubungan sosial dengan manusia khususnya keluarga bahkan merusak hubungan dengan Tuhan sang pencipta. Karena gadget bisa melalaikan manusia dengan kewajiban beribadah. Efek ini tentu saja harus segera di hentikan, tentunya dengan cara yang tepat. Niat yang baik namun dengan cara yang tidak tepat tentu saja akan menjadi kontraproduktif dalam membangun keharmonisan rumah tangga.

Orang yang sedang candu bukan malah dijauhi, justru kita harus menjadi solusi bagi mereka dan menganggap mereka bukanlah seorang penjahat, namun orang yang harus ditolong dan diselamatkan. Marah dan omelan tidak menyelesaikan masalah bagi mereka yang sedang candu bahkan bisa menjadi konflik besar, cara yang efektif adalah dengan metode “coaching” (melatih). Teknik coaching ini sangat efektif dilakukan dengan menggunakan komunikasi yang supportif dan memberikan solusi.

Untuk memulai pembicaraan juga harus tepat, carilah suasana yang tepat dan nyaman (jangan keadaan lelah) kemudian mulai pembicaraan dengan lembut dan santun (misalnya sambil memijit lembut, menyuguhkan minuman, menemani makan) memulai pembicaraan: ayah, boleh gak bunda menyampaikan sesuatu, unek-unek? kalau ok, sampaikan: “dalam beberapa bulan ini, bunda merasakan ayah sangat aktif dengan gadget/smartphone, bunda awalnya senang, mungkin gadget ini pekerjaan ayah banyak terbantu, namun bunda perhatikan belakangan ini ayah sangat aktif dan tidak bisa lepas dari gadget. Kalau ayah begini terus, kira-kira dampaknya bagaimana ya terhadap diri ayah dan kehidupan sosial? (buat dia menjawab sendiri efeknya), kemudian dilanjutkan, dengan perkataan “Bunda lihat selama ini potensi ayah sangat luar biasa dalam berbagai bidang seperti sosial dan ibadah kepada Allah, bunda khawatir kalau gadget bisa membuat ayah candu dan berkurang hubungan sosialnya dengan manusia serta hubungan dengan Tuhan”.

Kemudian lanjutkan “Bunda lihat kalau ayah bisa mengurangi secara perlahan gadget mungkin potensi ayah akan lebih berkembang, hubungan kita lebih romantis dan harmonis, hubungan sosial lebih baik dan ibadah lebih taat, bunda bangga dan bahagia punya suami yang taat dan keluarga harmonis”. Kalau suami mulai menyadari, coba tanya dia: “ Ayah kira-kira menurut ayah apa yang harus kita lakukan agar ayah tidak candu lagi dengan gadget? (ajak dia merumuskan bersama langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan agar secara perlahan menghilangkan sikap candunya), lalu katakan “ mau gak Bunda bantu Ayah untuk lepas dari rasa candu ini.”

Ajak suami membuat tips-tips dan strategi agar terlepas dari candu gadget misalnya, membuat aturan di rumah batasan memaki gadget, mengganti HP dengan HP biasa, membatasi akses internet dan lain-lain. Kunci dari teknik “coaching” adalah tidak mendikte, namun mengajak suami berpikir bersama dan merumuskan bersama.

Demikianlah sebuah contoh cara yang tepat mengkomunikasikan perasaan dengan teknik “coaching”. Insya Allah dengan metode para ibu bisa menerapkannya dalam komunikasi di keluarga, bisa kepada anak, suami dan orang tua. Semoga bermanfaat. Wallahu a’lam (m iqbal/dakwatuna)

—-

Untuk pertanyaan dan konsultasi psikologi dapat kirimkan langsung melalui email: [email protected]

banner-konten-bersponsor-rumah-konseling

Redaktur: Samin Barkah

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Dr. H. Muhammad Iqbal, M.SocSc (Psy)
Sarjana Psikologi dari Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta. Kemudian melanjutkan S2 Program Magister Profesi Psikologi Konseling dan S3 Psikologi dari School of Psychology and Human Development Faculty Social Science and Humanities Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Alumni ILO Labour Migration Academy ILO Training Center Turin Italy dan Asian Graduate Students Fellowship National University of Singapore (NUS) dan Lulus Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA-54) Lemhannas RI. Saat ini menjabat Dekan Fakultas Psikologi Universitas Mercubuana Jakarta dan Direktur Rumah Konseling (PT.Namary Insan Solusi), bergerak dalam bidang Konsultan Psikologi SDM dan Keluarga. Mendirikan Praktik layanan psikologi, Rumah Konseling di Jl. Saidin No. 17 Bambu Apus, Pamulang, Tangerang Selatan. Layanan pelatihan (Life Skill), konseling dan asesmen psikologi melalui temu janji dengan psikologi terlebih dahulu melalui Tlp : 082272187182/081218953316 Pertanyaan dan konsultasi psikologi dapat dikirim ke: [email protected] Jawaban Rubrik Konsultasi Psikologi

Lihat Juga

Preteks Pada Viralitas Video UAS

Organization