Home / Berita / Internasional / Asia / Hamas Desak Rekonsiliasi Palestina Segera Diwujudkan

Hamas Desak Rekonsiliasi Palestina Segera Diwujudkan

Tokoh Hamas, Khalid Misy’al (aa.com.tr)

dakwatuna.com – Gaza. Kepala Biro Politik Gerakan Perlawanan Islam (Hamas), Khalid Misy’al, menyeru agar langkah-langkah rekonsiliasi dipercepat. Selain itu, ia juga mendesak agar semua pihak tidak mengabaikan setiap peluang dan agar blokade serta sanksi pada Jalur Gaza segera di akhiri.

Dilansir dari paltoday.ps, Jumat (03/11/2017), Misy’al menekankan bahwa rekonsiliasi merupakan tekad Hamas sejak terjadi perpecahan di Palestina. Hal itu ia sampaikan dalam pidato di Konferensi Keamanan Nasional Palestina ke-5, dengan tema “Permasalahan Palestina, Tantangan dan Harapan”.

Lebih lanjut, Misy’al menegaskan, perpecahan internal bukan pilihan Gerakannya, melainkan sebuah keadaan yang mengharuskan. Ia juga menekankan pentingnya kerja sama dalam membangun kembali lembaga-lembaga nasional. Hamas, tambahnya, senantiasa bekerja untuk memenuhi segala tuntutan rekonsiliasi.

Misy’al menambahkan, sejak awal terjadi perpecahan pada 15 Juni 2007 silam, dirinya segera menghubungi Menteri Intelijen Mesir, Omar Sulaiman. “Aku katakan padanya bahwa apa yang terjadi di Gaza bukan kehendak kami, melainkan situasilah yang mengharuskan,” katanya.

“Aku katakan padanya bahwa aku siap menghadap ke Kairo untuk menyamakan persepsi. Kemudian ia mengatakan agar aku menunggu hingga hari Ahad, dan akan datang Abu Mazen, dan setelahnya ia akan menghubungiku untuk saling memahami. Hari Ahad pun datang dan sampai sekarang kita mendengar jawabannya,” imbuh Misy’al.

Misy’al melanjutkan, dalam beberapa tahun terakhir proyek nasional Palestina mendapati sejumlah penyakit dan ketidakseimbangan. Menurutnya, yang paling serius adalah perselisihan politik mengenai konsep nasional. (whc/dakwatuna)

Sumber: Palestine al-Youm

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Pangeran William Sebut Al-Quds ‘Tanah Terjajah’ dan Bagian Palestina