Home / Berita / Internasional / Asia / FORKOMMI Malaysia Gelar Seminar Kebangsaan HUT RI ke 72

FORKOMMI Malaysia Gelar Seminar Kebangsaan HUT RI ke 72

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

dakwatuna.com – Pada bulan Agustus ini, terasa gegap gempita kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) . Tidak ketinggalan pula, Forum Komunikasi Masyarakat Muslim Indonesia (FORKOMMI) di Malaysia memperingati HUT RI ke 72 dengan mengadakan seminar kebangsaan yang mendatangkan tokoh nasional dari Indonesia yaitu Dr Muhammad Hidayat Nur Wahid.

Seminar tersebut mengangkat tema ‘Membangun Indonesia dalam Keragaman dan Kedamaian Menuju Pemerintahan yang Adil, Masyarakat yang Makmur dan Sejahtera’ yang telah digelar pada hari Ahad (27/8/2017). Para peserta yang berjumlah 450 orang tampak memenuhi ruang pertemuan di masjid Asy-Syakirin KLCC, Malaysia. Para peserta berasal dari beberapa komunitas masyarakat Indonesia di Malaysia seperti PCNU, IKPM, ISEFID, FOTAR, KS212KL, PPIM, My Commit, Indo KL serta para mahasiswa dan tenaga kerja Indonesia di Malaysia.

Acara dibawakan oleh Ali Rahman dan Firdaus. Seminar dimulai dengan pembacaan tilawah oleh ustadz Eka Nazra dan pembacaan puisi oleh Dr Makmur Haji Harun yang dilanjutkan dengan sambutan-sambutan. Arip Darmawan selaku ketua FORKOMMI memulai sambutan yang pertama. Pihak KBRI Malaysia yg diwakili oleh Stania Puspawardhani selaku sekretaris III Pensosbud KBRI Kuala Lumpur mengisi sambutan setelahnya.

Hidayat Nur Wahid Ketika Mengisi Acara di Malaysia

Wakil Ketua MPR Hadiri Acara FORKOMMI

Pada seminar kebangsaan tersebut, Dr. H. Muhammad Hidayat Nur Wahid sebagai narasumber mengawali ceramah dengan mengajak kepada peserta seminar untuk mensyukuri kemerdekaan RI. Apalagi meskipun zaman sedemikian maju saat ini, akan tetapi masih terdapat negara yang belum dapat merasakan kemerdekaan yaitu Palestina dan Kosovo.

Kemudian beliau menjelaskan tentang bagaimana para bapak dan ibu bangsa berjuang mempersiapkan kemerdekaan. Atas jerih payah sembilan tokoh BPUPKI, pada akhirnya bangsa Indonesia dapat menyatakan kemerdekaan ketika itu. Beliau juga menilai bahwa peran strategis memperjuangkan kemerdekaan di Indonesia diperankan oleh tiga elemen penting bangsa yaitu para ulama, militer, dan tokoh politik. Kalangan ulama diwakili oleh KH Hasyim Asy’ari dengan fatwa tentang jihad pada masa itu. Kalangan militer direpresentasikan oleh jenderal Soedirman yang berjuang secara maksimal melawan penjajah dan Muhammad Natsir mewakili tokoh politik.

Materi seminar disampaikan secara jelas dan menarik oleh wakil ketua MPR RI periode 2014- 2019 tersebut. Sehingga hal itu membuat para peserta terlihat antusias mengikuti seminar hingga selesai. Sebagai penutup, beliau mengajak kepada seluruh hasirin yang berasal dari latar belakang profesi yang berbeda agar dapat memaksimalkan potensi masing-masing. Tujuannya agar potensi-potensi tersebut bisa mengisi kemerdekaan RI dan memberikan sumbangsih terbaik agar Indonesia menjadi lebih baik. (YYFarikha/Dakwatuna)

Advertisements

Redaktur: Samin Barkah

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

muslimah yang saat ini tinggal di Malaysia, selalu berusaha memperbaiki diri dan memberikan manfaat untuk orang lain, suka berdakwah, belajar dan berbisnis

  • Andi Suhendra SIRËGÃR

    INDONESIA ayo bangkit lah….

Lihat Juga

Sekjen Persatuan Ulama Muslim Internasional Seru Raja Saudi Akhiri Krisis Teluk