Home / Berita / Internasional / Asia / Erdogan Kepada Presiden Israel: Pejuang Masjid Al-Aqsha Bukan Teroris

Erdogan Kepada Presiden Israel: Pejuang Masjid Al-Aqsha Bukan Teroris

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. (aa.com.tr)

dakwatuna.com – Ankara. Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menyampaiakan kepada Presiden Israel, Reuven Rivlin, agar turun tangan dalam meredakan ketegangan di Al-Quds, sebagaimana dilansir dari Anadolu Ajansı, Sabtu (22/07/2017).

Hal itu disampaikan Presiden Erdogan dalam jamuan makan di Istanbul dalam rangka konferensi internasional dengan tema ‘Kesehatan di Afrika’.

Dalam keterangannya, Presiden Erdogan menyampaikan kepada Presiden Israel, “Sungguh pendekatan yang kalian lakukan ini salah. Orang-orang itu hanya ingin datang ketempat ibadah yang mereka sucikan untuk menunaikan shalat Jumat.”

Presiden Erdogan juga menegaskan kepada Presiden Israel agar tidak menyebut para pejuang Al-Aqsha sebagai teroris. Turki, tambahnya, tidak akan pernah menerima sebutan itu.

Lebih lanjut, Presiden Erdogan juga mengungkapkan, pembicaraan telepon itu menyebabkan perselisiha antara Presiden dengan Perdana Menteri Israel. (whc/dakwatuna)

Sumber: Anadolu Ajansı

Advertisements

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 9,00 out of 10)
Loading...
William Ciputra

William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma’had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.

Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma’had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Sebut Al-Quds Bukan Permasalahan Umat, Akademisi Saudi Ini Tuai Kecaman Warganet