Home / Berita / Rilis Pers / Jateng Institute: Peta Politik Jateng Jelang Pilkada 2018

Jateng Institute: Peta Politik Jateng Jelang Pilkada 2018

dakwatuna.com- Jawa Tengah. Semakin dekat pilkada Jawa Tengah 2018 banyak kandidat calon bermunculan, dengan sukses dalam melaksanan 7 pilkada daerah kab dan kota  secara serentak  pada 2017. PDI-P meraih kemenangan 3 dari 7( Pati, Jepara, dan Brebes)  sedangkan 4 daerah dimenangkan oleh Golkar dan kualisisnya   (kota Salatiga,Cilacap, dan Banjarnegara) dengan hasil ini maka sejumlah tokoh nasional akan ikut meramaikan pesta demokrasi Jawa Tengah salah satu di antaranya Marwan Ja’far ( Mantan Mentri Desa), dan Sudirman Said (Mantan Mentri ESDM)

Treen politik Jawa Tengah pada 2008 dan 2013 ini memiliki peningkatan  angka kemenangan ini di pengaruhi oleh figure salah calon yang akan maju. Pada 2008 Bibit Waluyo dan Rustriningsih  di usung dg partai PDIP mendapatkan suara 43,44%, dengan tagline” Bangun Ndeso Bali Ndeso” sedangkan 2013 Ganjar Pranowo dan Heru di usung oleh PDIP menang 48,82% dengan tagline “Mboten Ngapusi Mboten Korupsi”

Analisa amin suryanto  sebagai Direktur JATENG Istite,  kepimpinan jawa tengah di pimpin oleh orang partai selama 2x pilkada 2008 dan 2013  PDI-P memiliki trend yang cukup baik meskipun berganti calon dari angka kemenangan naik 5,38%. Pada 2013 sedangkan suara tebanyak  didapat di kota Surakarta 78,70 % sedangkan 2008 di kab. Kebumen 72,36%.

Isu dalam pilkada Jawa Tengah 2018 ini sangat merepotkan petahana dan peluang akan muncul calon- calon baru untuk memimpin  Jawa Tengah. Kasus E-ktp  petahana (ganjar pranowo) menjadi salah stu titik lemah “Mboten Ngapusi Mboten Korupsi’ dan  di tambah dengan jumlah penduduk miskin di Jawa Tengah sebanyak 4.493.750  menempati urutan ke dua setalah Jawa Timur secara nasional

Dari survey yang sudah kami lakukan calon peserta pilkada 2018. Mempengaruhi peta partai politik dan menetapkan calonnya.

1. Ganjar Pranowo (Petahana Gubenur  Jawa Tengah 2013-2018),

2. Drs. Rukma styabudi, MM (ketua DPRD Jawa Tengah 2014-2019),

3. Drs. H. Heru Sujadmiko,M.Si (Wakil Gebenur Jawa Tengah 2013-2018),

4. Marwan Ja’far (Mantan Mentri Desa),

5. Sudirman Said (Mantan ESDM),

6. Drs. Bambang Sadono (Ketua  Badan Pengkajian MPR RI),

7. Ahmadi  SE (wakil ketua DPRD JATENG) PKS,

8. Ki Enthus. Ph.D (Bupati Tegal),

9. Yoyok Sukawi (Tokoh Sepak Bola Mantan Walikota Semarang),

10. H.Mustofa (Bupati Kudus),

11. Hendar Prihadi S.E MM(Walikota Semarang),

12. Mirna Anisa (Bupati Kendal),

13. Abdul wachid (ketua DPD Gerindra JATENG),

14. Drs. Abdul Fikri faqih , MM (Ketua Komisi x DPR RI PKS),

15. Dr. H. Wisnu Suhardono (ketua DPD Golkar JATENG)

16. Kukrit Suryo Wicaksono MBA (ketua KADIN JATENG).

Selain itu kedepan Jawa Tengah akan menjadi sorotan nasional pasalnya jika PDIP kalah di JATENG maka ini akan  sangat berpengaruh kepada pilpres 2019. Agenda besar sedang menunggu kekuatan dan kesolidan partai berlambang banteng (pakai istilah jawa jaga kandang banteng)

Perdiksi kuat partai  politik akan berkualisi dengan keterbasan kursi DPRD jawa tengah  hanya PDIP bisa memajukan calon sendiri tanpa kualisi, sedangkan partai yang lain harus kualisi prediksi kualisi  (gerindra-pks-demokrat) dan (golkar-PKB-PPP) kemungkinan ada 3 pasang calon meramaikan pilkada jawa Tengah 2018.

Sumber: Jateng Institute

 

Advertisements

Redaktur: Samuri Smart

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Samuri Smart
Asal Sulawesi Tenggara, hobi mencatat segala inspirasi

Lihat Juga

PKS Mulai Seleksi Calon Presiden untuk Pilpres 2019