Home / Berita / Silaturahim / Mahasiswa Indonesia Songsong Kebangkitan Islam

Mahasiswa Indonesia Songsong Kebangkitan Islam

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Gerakan Subuh Jamaah Nasional (GSJN) di Masjid Nurul Huda Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.Jumat (10/03/2017),

dakwatuna.com – Jakarta.  Gerakan Subuh Jamaah Nasional (GSJN) telah menginjak kali ke 18. Agenda yang rutin diselenggarakan oleh Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus se-Indonesia tersebut, selalu mengangkat permasalahan-permasalahan teraktual di Indonesia. Sebagaimana GSJN #18 yang dilaksanakan pada Jumat (10/03/2017), FSLDK Indonesia mengangkat tema “Membangun Generasi Pewaris Negeri Menuju Indonesia Jaya” dengan tajuk spesial Kampus Nusantara Mengaji.

Agenda berbeda dilangsungkan pada GSJN 18 kali ini, yaitu khataman Qur’an yang diselenggarakan secara serentak bersama 40 Perguruan Tinggi yang tergabungdalam FSLDK Indonesia. Ketua Puskomnas FSLDK Indonesia, Hanafi Ridwan menyampaikan, salah satu penyebab utama permasalahan muslim saat ini adalah kian menjauhnya umat dari nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah yang semestinya menjadi pedoman hidup. “Maka dari itu, melalui agenda GSJN ini, kami mencoba untuk mengajak pemuda-pemudi Indonesia kembali dekat dengan al-Qur’an sebagai salah satu bekal menuju bangkitnya Islam kembali,” ujar Hanafi.

GSJN 18 yang diselenggarakan serentak di 40 Perguruan Tinggi se-Indonesia ini, juga terhubung melalui Video Conference yang berpusat di Masjid Nurul Huda Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Selain itu, agenda ini didukung dengan hadirnya beberapa tokoh nasional yang turut memberikan sambutan diantaranya, Prof. Dr. Ir. KH. Mohammad Nuh, DEA, Prof. H.M. Mahfud M.D., S.H., S.U. dan Dr. (H.C) H. Ary Ginanjar Agustian. Menteri Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi (Menristekdikti) secara langsung memimpin Khatmil Qur’an yang dilanjutkan doa oleh Ketua MUI Solo Prof. Zainal Arifin Adnan.

Antusiasme yang sangat baik ditunjukkan dari membludaknya peserta GSJN 18 hingga mencapai 1500 jamaah menyesaki Masjid Nurul Huda UNS. Hal yang serupa tampak juga dari antusiasme jamaah yang melaksanakan GSJN di 40 masjid kampus se-Indonesia. “Masa-masa keemasan yang dulunya menghiasi lembaran sejarah umat manusia, sekarang hanya menjadi nostalgia manis pengisi kenangan umat muslim. Kemudian, kita tidak bias tinggal diam menyaksikan Islam berada di titik nadir. Pelaksanaan GSJN ini, menjadi wujud komitmen kami dan seluruh mahasiswa Indonesia untuk memuliakan al-Qur’an dan menjaga waktu Subuh untuk menyongsong kebangkitan Islam,” pungkas Hanafi Ridwan Dwiatmojo, Ketua Puskomnas FSLDK Indonesia.

UIN Syarif Hidayatullah Jakarta juga tidak ketinggalan menyelenggarakan GSJN 18 kali ini. UKM LDK Syahid dan UKM HIQMA menjadi pelaksana GSJN dengan koordinasi dari Puskomda FSLDK Banten. Bertempat di Masjid Al-Jamiah Student Center, ratusan mahasiswa mengikuti rangkaian kegiatan GSJN sejak Jumat (10/03/2017) sore hingga Sabtu (11/03/2017) pagi.

UIN Syarif Hidayatullah Jakarta juga tidak ketinggalan menyelenggarakan GSJN 18 kali ini. UKM LDK Syahid dan UKM HIQMA menjadi pelaksana GSJN dengan koordinasi dari Puskomda FSLDK Banten. Bertempat di Masjid Al-Jamiah Student Center, ratusan mahasiswa mengikuti rangkaian kegiatan GSJN sejak Jumat (10/03/2017) sore hingga Sabtu (11/03/2017) pagi.

GSJN ini menjadi kegiatan unggulan dari Kemahasiswaan UIN Jakarta yang menjadi citra baik bagi civitas akademika UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Hal ini disampaikan langsung oleh Wakil Rektor, Prof. Dr. Yusron Razak, MA. dan jajaran rektorat yang turut hadir membuka kegiatan. Ketua LDK Syahid, Mus’ab Izzudin berterima kasih atas apresiasi dari rektorat yang menyatakan kebanggaannya terhadap LDK Syahid dan HIQMA. “Mereka bangga karena kita telah berupaya mengharumkan nama UIN Syarif Hidayatullah Jakarta melalui akhlak qur’ani,” papar Mus’ab.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Puskomda Banten, M. Rofiq Nawawi menyampaikan, GSJN ini merupakan suatu gerakan yang membawa perubahan kongkrit di Indonesia. “Telah mahsyur diketahui bahwa tidak akan ada suatu kejayaan umat Islam sebelum shalat Subuh seperti shalat Jum’at. Terutama para pemuda, karena merekalah pemimpin masa depan. Kita pemuda harus menjadi ‘Ruhbaanul lail wa fursatun nahaar’, ahli ibadah ketika malam hari dan menjadi kesatria gagah perkasa yang mendobrak benteng-benteng kedzaliman di siang hari,” tegas Rofiq. (SaBah/dakwatuna)

Advertisements

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bagja Nugraha adalah Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Aktif dalam bidang dakwah sosial serta pengendalian tembakau.

Lihat Juga

KNRP Bali – Puskomda FSLDK Bali Selenggarakan Aksi Kemanusiaan Al-Aqsa Memanggilmu