Topic
Home / Berita / Nasional / DPR: Tanaman Cabai Berbakteri Ancaman Kedaulatan Pangan

DPR: Tanaman Cabai Berbakteri Ancaman Kedaulatan Pangan

Bibit Cabai yang mengandung bakteri berbahaya ditanam petani asal Cina di Bogor, Jawa Barat. (kompas.com)

dakwatuna.com – Jakarta.  Penemuan tanaman cabai berbakteri yang ditanam oleh warga Cina di daerah Bogor mendapat tanggapan dari Anggota Komisi Bidang Pangan DPR RI Hermanto.

Anggota DPR dari Fraksi PKS tersebut mengingatkan akan bahaya bakteri yang terinfeksi dalam benih tanaman cabai tersebut yang dapat mengancam kedaulatan pangan, karena bakteri berbahaya tersebut bisa menular dan menimbulkan penyakit pada tanaman lainnya.

“Tanaman-tanaman yang tertular bakteri itu selanjutnya akan sangat berkurang produktivitasnya. Ini merupakan ancaman yang sangat serius dan bisa mengakibatkan krisis pangan di Indonesia,” papar Hermanto di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (15/12/2016).

Sebelumnya, Balai Besar Uji Standar Karantina Pertanian menyatakan benih cabai yang ditanam warga China di Bogor, positif terinfeksi bakteri berbahaya jenis Erwinia chrysantemi, yaitu organisme pengganggu tanaman karantina (OPTK) A1 golongan 1. Menurut hasil uji tersebut, bakteri jenis ini belum pernah ada di Indonesia dan belum bisa diberikan perlakuan apa pun terhadap tanaman yang terindikasi.

“Bakteri berbahaya tersebut harus bisa dimusnahkan tanpa bekas. Jika tidak, Indonesia yang negara agraris ini bisa menjadi sangat tergantung pada pangan impor,” desak Wakil Rakyat dari Daerah Pemilihan Sumater Barat I ini.

Di sisi lain, Hermanto mengapresiasi kinerja karantina pertanian yang bisa mendeteksi masuknya bakteri berbahaya ke Indonesia.

“Tapi mestinya, benih dari luar tidak boleh dulu ditanam di dalam negeri sebelum dipastikan aman”, ucap Hermanto.

Oleh karena itu, Hermanto menilai ke depan Badan Karantina harus diperketat dan diperkuat.

“Tidak boleh lagi ada benih dan atau bibit dari luar yang ditanam di dalam negeri sebelum dipastikan aman,” tegas Hermanto.

Lebih jauh, Komisi IV mendesak pemerintah agar segera menindak warga China yang menanam benih cabai terinfeksi bakteri ganas tersebut.

“Preseden buruk ini mestinya menjadi sinyal bagi pemerintah agar mewaspadai penguasaan lahan pertanian oleh asing,” jelas Hermanto.

Sebelumnya diberitakan, Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian Spudnik Sujono mengatakan bahwa bakteri Erwinia Chrysanthemi yang ada di benih cabai Cina itu dapat menimbulkan kerusakan ataupun kegagalan produksi hingga 70 persen. (Baca: Bahayanya Bakteri Cabai Asal Cina, Bisa Gagalkan Panen Hingga 70 Persen)

Selain itu, bakteri ini juga dapat menular atau menyerang berbagai tanaman lainnya, termasuk aneka bawang, kentang, dan sawi. (SaBah/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Demonstran Minta Trump Merdekakan Hong Kong dari Cina

Figure
Organization