Topic
Home / Berita / Internasional / Asia / Mahmoud Abbas Klaim Ketahui Pembunuh Yasser Arafat

Mahmoud Abbas Klaim Ketahui Pembunuh Yasser Arafat

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Mahmud Abbas, presiden Otoritas Palestina. (islammemo.cc)
Mahmud Abbas, presiden Otoritas Palestina. (islammemo.cc)

dakwatuna.com – Ramallah. Presiden Otoritas Palestina, Mahmoud Abbas, mengatakan bahwa dia mengetahui orang yang bertanggung jawab atas meninggalnya mendiang Presiden Palestina Yasser Arafat, dan hal itu akan dibuka ke publik secepatnya.

Abbas menambahkan, “Penyelidikan tentang kematian Arafat akan terus dilanjutkan.” Hal itu disampaikannya dalam sebuah pidato panjang, saat peringatan 12 tahun meninggalnya Yasser Arafat yang diadakan oleh Gerakan Fatah, Kamis (9/11/2016) sore, di kantor kepresidenan di Ramallah.

Abbas melanjutkan, “Jika Anda bertanya kepadaku siapa pembunuhnya? Aku benar-benar tahu, tapi kesaksianku tidak cukup. Tim penyelidikan harus mendapatkan detail semua hal terkait kematian Arafat. Dalam waktu dekat akan diumumkan. Kalian pasti tercengang dengan hasilnya, dan siapa pelakunya akan terungkap.”

Setelah menegaskan bahwa PLO adalah satu-satunya representasi rakyat Palestina, Abbas mengatakan, “Kami terus berkomitmen memegang poin-poin yang tidak bisa ditawar dalam mewujudkan negara Palestina.” Sementara tentang masalah proses perdamaian, Abbas menyatakan tetap menerima upaya perdamaian yang adil dan setara. Perdamaian yang di antara poinnya diakuinya negara Palestina, dengan ibukota Al-Quds Timur, dan dicegahnya permukiman yang merupakan tindakan illegal.”

Abbas melanjutkan, “Israel selalu lari dari perdamaian dan pelaksanaan kesepakatan yang telah ditandatangani. Kami telah mencari sebuah alternatif, hingga akhirnya diputuskan akan diadakannya Konferensi Perdamaian Paris, yang akan diadakan sebelum akhir tahun untuk menemukan mekanisme internasional guna mengakhiri penjajahan. Kita berharap konferensi ini akan berhasil.”

Menurut Abbas, Israel ingin berunding bilateral. Kita telah mencobanya, tapi tidak berhasil. Jadi perundingan harus disaksikan dunia internasional.  Abbas menegaskan untuk terus berusaha supaya Palestina menjadi anggota penuh di PBB, dan menyerahkan draft resolusi di Dewan Keamanan agar mengecam permukiman Yahudi. (fajar/msa/aljazeera/dakwatuna.com)

 

Redaktur: M Sofwan

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Avatar
Alumni Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) Jakarta

Lihat Juga

Palestina Tolak Rekonsiliasi Tanpa Kemerdekaan

Figure
Organization