Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Hakikat Hidup Manusia

Hakikat Hidup Manusia

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (wantyoucity.com)
Ilustrasi. (wantyoucity.com)

dakwatuna.com Di sebuah sungai yang airnya tenang, ada seekor anak katak yang bertanya kepada Ibunya “Ibu, Apa sih yang paling diharapkan bangsa katak?”.

Ibunya pun menjawab, “Yang kita selalu nantikan adalah Hujan, nak”.

Si anak katak pun setelah mendapat jawaban tersebut selalu mengharapkan Hujan. Namun setelah Hujan datang, si anak katak itu selalu ketakutan karena terdapat banyak kilat dan petir yang menyambar. Si anak katak selalu sembunyi di belakang tubuh ibunya ketika kilat dan petir itu datang bersahutan.

Namun, setelah turun hujan si anak katak gembira bukan main seperti katak-katak lainnya. Mereka girang berlompatan kesana-kemari karena bagi mereka hal yang paling menyenangkan adalah ketika hujan datang.

Begitu juga dalam hidup kita, sering kali kita menemukan kesulitan –kesulitan seperti kilat dan petir menyambar yang dialami si anak katak. Sehingga terkadang kita ketakutan dalam menjalani kehidupan yang fana ini. Membuat kita jatuh dan sulit bangkit. Sehingga kita mengabaikan hakikat kita sebagai manusia ciptaan Allah. Seperti yang dijelaskan dalam ayat berikut ini :

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

Tiap-tiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan“ (Al-Anbiya’ :35).

Ujian dan cobaan dalam hidup di dunia ini pada hakikatnya adalah sebuah tempaan yang Allah berikan agar kita menjadi pribadi yang senantiasa bersyukur atas nikmat dan limpahan rahmat yang telah Allah berikan. Terkadang ujian dan cobaan dalam hidup, membuat kita kehilangan arah. Allah menguji kita dengan kenikmatan hidup yang membuat kita terlena, namun terkadang juga berupa kesempitan dan musibah yang membuat kita jatuh tak berdaya. Sehat sebelum sakit, kaya sebelum miskin, hidup sebelum terlelap di pembaringan untuk selamanya.

Dalam setiap ujian yang menimpa manusia akan selalu ada hikmah yang didapat. Oleh karena itu  dalam sebuah hadits dari sahabat Anas radhiyallahu’anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

عَجَبًا لِلْمُؤْمِنِ , لَا يَقْضِي اللَّهُ لَهُ شَيْئًا إِلَّا كَانَ خَيْرًا لَهُ

Sungguh menakjubkan seorang mukmin. Tidaklah Allah menetapkan kepadanya sesuatu kecuali itu merupakan kebaikan baginya“ (H.R Ahmad).

Yakinlah setiap kehidupan yang kita jalani hari ini pasti ada kebaikan dan maksud di balik itu semua. Yang pasti akan indah pada waktunya. Tinggal kita yang memilih ingin hidup menjadi pemenang dan bahagia dengan proses yang telah Dia tetapkan atau menjadi pengecut yang takut menjalani kehidupan yang fana ini. Karena pada hakikatnya “Jatuh itu pasti tapi bangkit adalah sebuah pilihan”.

Wallahualam bissowab. (dakwatuna.com/hdn)

Advertisements

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 3,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Shellvy Lukito, Mahasiswi jurusan Akuntansi Syariah STEI SEBI(semester VII), Depok. Awardee of EKSPAD SEBI 2013 Scholarship, Awardee of Beastudi Ekonomi Syariah 4 - Dompet Dhuafa Scholarship. Alamat facebook : Shellvy Luckyto . Instagram : @queenshellvy. Alamat email : [email protected] Professional Public Speaker, Writer, Peneliti junior SIBER-C

Lihat Juga

Kriteria Manusia Beruntung Menurut Al-Quran